Hati Yang Tertusuk Duri

Hati Yang Tertusuk Duri
maaf


__ADS_3

Setelah selesai menguburkan jenasah ayah mertua,semua yang tadi membantu menggali liang lahat dan juga menguburkan,satu persatu pulang kerumah masing masing.


Aku, suamiku, kakak perempuan pertama suamiku juga masih tinggal untuk merapikan pusara ayah mertua.


Kami menyusun batu batu besar ditepian pusaranya, agar terlihat rapi.daun daun yang tadi berserakan,ku sapu dan ku pinggirkan ketempat sampah


Kami mengulang membacakan Yasin dan tahlil sebelum kami kembali ke rumah.


Suamiku mengajakku pulang terlebih dahulu,kami berjalan beriringan,hanya berdua saja


suamiku menyuruhku membasuh tangan dan kaki ku di sungai kecil yang ada di pinggiran jalan.Jernih airnya,seketika hilang sudah sisa sisa tanah kubur.


Setelah selesai kami kembali berjalan pulang,ditengah perjalanan hanya hening yang aku rasakan Suamiku tak bertutur kata walau hanya satu kalimat saja.


Padahal kerinduan dihati ini masih sama untuknya,cintaku untuk suamiku masih mengalahkan segalanya, kesalahan nya pun tertutup dengan kerinduanku padanya


Aku ingin dipeluk seperti tadi,kala dia datang.bahkan aku rindu ketika dia mengecup kening ini,ketika akan berangkat kerja,aku juga sangat rindu dengan candanya


ya tuhan,aku rindu dengan suamiku


lamunanku buyar ketika Lamat Lamat aku dengar orang memanggil namaku


ohhh... ternyata dia suamiku.


dek...dek...ada yang ingin aku sampaikan.

__ADS_1


seketika aku menghentikan ucapannya, Nanti saja mas.nanti ketika sudah sampai dirumah,aku meninggalkan anak anak tadi,entah tadi mereka diasuh siapa?


...****************...


Hari sudah menjelang sore,aku baru saja mandi.Aku juga sudah memandikan dua buah hatiku.Keduanya tadi seakan mengerti bahwa kami disini sedang berduka,jadi mereka sama sekali tidak rewel,dan diam ketika diajak siapapun untuk digendong.


Pelayat masih banyak yang berdatangan ke kediaman keluarga kami,mereka turut mengucapkan bela sungkawa,tak jarang mereka ingin tau sebab ayahku meninggal,dan kami harus mengulang cerita yang sama kepada pelayat pelayat itu,tentang keadaan ayah sebelum meninggal


Tak terasa hari sudah beranjak malam,mungkin sekitar pukul delapan malam. Aku menidurkan anak anakku dikamar,mereka terlihat capek. Belum sepuluh menit mereka sudah terlelap tidur.


Setelah anak-anak tidur,barulah aku keluar kamar untuk membantu menyiapkan minuman dan hidangan untuk orang orang yang akan membacakan tahlilan.


Di desaku masih kental dengan tradisi kejawen.


Acara tahlilan akan diadakan hingga 40 hari kematian ayahku,ibuku masih sangat percaya,jika ruh ayah masih dirumah sampai tujuh hari kematian ayahku,dan akan sangat senang bila dirumah ini ramai orang yang membacakan tahlil untuknya


...****************...


Setelah tahlilan selesai,ku bereskan gelas gelas yang berserakan dilantai dan juga piring piringnya,ku kumpulkan menjadi satu didalam wadah wadah besar,agar mudah membawa masuk dan mencucinya,aku dibantu suamiku


setelah semuanya selesai,aku berniat ingin istirahat dikamar. Badanku sudah lelah,karena seharian belum beristirahat


Didalam kamar ternyata suamiku mengikutiku,dia juga ikut masuk ke kamar.Entah apa yang terjadi dengan hatiku ini,seperti tidak dapat berkompromi.


jantung ku berdetak cepat tak beraturan

__ADS_1


Sudah lama aku tak sekamar dengan suamiku,3 bulan sudah suamiku tidak pulang,dan ketika pulang,karena ayahnya meninggal


Keadaan dikamar juga canggung,aku pura pura tidur miring menghadap kedua anakku. Ada dua kasur dikamar, kasur besar agar tinggi dan kasur busa yang berada dibawah


Aku pikir , aku dan anakku akan tidur dibawah saja,sementara suamiku biarlah tidur di kasur atasnya.


Namun ternyata aku salah. Tanganku ditarik oleh suamiku,agar aku duduk


Suamiku mulai menjelaskan semua kejadian yang sedang dia alami


Dia meminta maaf kepadaku,dan memintaku untuk menghukumnya.


Dia juga memintaku mengumpatnya kasar,bahkan memukul dirinya,sebagai bentuk kekecewaan ku padanya.


Dia juga menjelaskan kepadaku,bahwa wanita selingkuhannya kini tengah hamil,dan suamiku tak dapat meninggalkan begitu saja. Dia takut wanita itu akan berbuat nekat dan bunuh diri


suamiku takut bila semua itu terjadi


Dan malam itu,dia juga meminta ijinku untuk menikahi wanita itu.Namun suamiku tak mau berpisah dariku.


Aku bilang pada suamiku " ***aku sudah memaafkan mu mas,tidak ada yang namanya manusia itu sempurna,manusia hanyalah tempatnya luput dan salah, begitupun aku yang juga tidak bisa menjadi istri yang baik,sehingga kamu bersama wanita lain,tapi kalau untuk memberimu ijin menikah lagi,aku tidak bisa mas,kalau memang kamu akan bertanggungjawab dengan menikahi wanita itu,aku akan mundur sebagai istrimu,kamu terlihat bahagia bersama,lain hal denganku.hidupmu bersamaku serasa datar dan hampa tanpa warna!!! Iya kan!!! bahkan dengan sadar kamu melakukan hubungan suami istri hingga wanita itu sekarang bisa mengandung anakmu.


silahkan mas kamu bertanggungjawab,aku akan mundur menjadi istrimu.Akan aku urus segera perceraian kita berdua***


dan pembicaraan kami berdua pun kusudahi.aku pura pura tidur. Mungkin suamiku tak terima dengan keputusanku. Tapi aku sudah bertekad untuk bercerai,jika suamiku pun sudah memutuskan lebih bertanggungjawab menikahi selingkuhan nya daripada mempertahankan rumah tangga lagi bersamaku.

__ADS_1


Yang terpenting aku sudah memaafkannya


__ADS_2