Hati Yang Tertusuk Duri

Hati Yang Tertusuk Duri
konflik


__ADS_3

1 tahun


tak terasa sudah memasuki akhir tahun 2022 ... sekarang awal bulan November dan kehidupanku masih begitu begitu saja..


Masih banyak sekali percekcokan dengan suamiku dan masih mengenai selingkuhannya


entah kenapa,aku betah sekali dengan rumah tangga ku.Banyak sudah orang yang mengatakan aku bodoh...aku goblok ..mau maunya diselingkuhin dan masih sabar banget ngadepin suami yang jelas jelas sekarang malah tinggal bareng satu kos d Ngan gundiknya.


sejujurnya aku sudah tidak kuat menghadapi ujian rumah tangga ini,siapa sih wanita juga seorang istri yang mau suaminya punya selingkuhan,apalagi sampai punya anak dari wanita lain...nggak akan ada wanita seperti itu.


Aku kadang suka iri dengan kehidupan selebritis yang aku kagumi...ricis dan Dinda..mereka bersuamikan orang yang sangat mencintai mereka,sehingga kehidupan mereka bak ratu didunia nyata,siapa sih wanita yang nggak pingin takdir hidupnya kayak mereka berdua .


Tapi menerima takdir itu akan jauh lebih baik,dari pada menghujat apa yang Allah berikan kepada kita


Bahkan nafas pun masih Allah beri gratis ..ujian ini aku selalu anggap sebagai teguran dari tuhan atas kesombonganku menyalahkan takdir yang aku jalani sampai detik ini,aku masih menyalahkan Tuhan atas keluarga yang memberikan sedikit rasa sayang kepadaku,bahkan aku sangat sedikit sekali merasakan rasa sayang dari seorang ayah


bahkan aku harus mengalah untuk adik adikku dalam segala hal


Dan kini aku harus berbagi raga suami,walaupun aku disini sah seorang istri.Marah pada tuhan itu sudah pasti dan sering aku lakukan.

__ADS_1


Mungkin itu juga yang menyebabkan Allah masih terus mengujiku,agar aku tak sesombong itu menantang Tuhanku


Maafkan segala salah dan khilaf hambamu ini tuhan


Bahkan aku belum beribadah sesuai dengan perintahnya,namun aku hanya bisa menyalahkan takdir buruk ini


Makanya ,sekarang aku berusaha ikhlas.apalagi setelah konflik yang beberapa hari lalu aku hadapi.


*flashback


pagi hari dihari Minggu,aku dan suamiku sedang dikamar dan sedang berbincang.Tanpa aku sadari,aku membahas tentang perempuan itu,dan akhirnya tersulutlah emosi antara kami berdua


Bahkan aku membahas tentang uang kos yang mahal perbulannya pun bisa dia bayar,namun kenapa memberikan tempat tinggal untukku dan anak anak saja tidak bisa


ya ..aku sebenarnya tidak betah berada dirumah masa kecilku.


Aku tak bisa membiarkan anak anakku terkontaminasi perkataan buruk adikku yang selalu berkata buruk


aku juga nggak mau anak anakku disalahkan dan disuruh mengerjakan apa yang seharusnya tidak mereka kerjakan

__ADS_1


aku juga sumpek dengan ocehan ayahku yang tidak penting,selalu marah marah nggak jelas,mengumpat kasar, seperti bukan ayahku


Aku juga merasa kalau ayahku dan adikku terganggu karena anak anakku selalu bermain dan berisik.


Maka dari itu ku utarakan ke suamiku agar mencari kontrakan rumah agar kami bisa tinggal dengan layak .


tapi entah atmosfer nya sedang gelap.Akhirnya tidak ada titik temu dan aku malah pergi dari rumah membawa 3 anakku yang kecil kecil,hanya membawa tas ransel kecil dan tas baju anak anak ..


Akhirnya aku keluar rumah meninggalkan suamiku yang masih berada dirumahku,dan berkata akan pergi dari rumah karena q sudah mengusirnya


benci ..sangat benci pada laki laki itu,akupun berjalan gontai tak tentu arah. hingga aku sampai pasar menuntun anak anakku


tak kupedulikan rengekan mereka yang bilang lapar,yang bilang capek.aku istirahat sejenak waktu itu dan melanjutkan jalanku


Hingga aku berpikiran untuk pergi ketempat adikku,dan ketika dipasar tanpa menunggu aku langsung naik angkot.tak ku pedulikan hp yang sedari tadi berdering.


Yang ada di pikiranku hanyalah,aku ingin mengistirahatkan badanku ditempat adikku,karena ada ibuku dan juga anak bungsuku disana.


tak lama angkot berjalan dan aku merasa lega bisa pergi dari rumah, walaupun hatiku kacau dongkol dan sesak.

__ADS_1


__ADS_2