
Bulir bening masih saja terus mengalir di pelupuk mataku,meluncur bebas mengutarakan kesedihanku ketika melihat jasad mertuaku didepanku.
Aku tak tau dimana anak anakku kutitipkan,Yang aku tau hanya ingin memeluk jasad ayah terbaikku.
Seseorang memelukku dari belakang,dan mengatakan : sabar ndok, sing ikhlas.ojo nangis Nang ngarepe bapakmu,Ojo Sampek banyu moto Mili Nang awake bapakmu,kui mung nglarani bapakmu sing wis ora Nono
seketika itu,air mata yang dari tadi meluncur bebas pun mereda, kutatap ayahku untuk terakhir kalinya,ku bacakan Yasin dan tahlil bersama dengan pelayat pelayat disampingku
Setelah selesai,kucari ibu mertuaku yang ternyata pingsan ditempat tidurnya
Aku tau begitu berat kehilangan orang yang dicintai.
semuanya akan terasa dan benar benar merasa sangat kehilangan bila orang yang kita cintai dan kita sayangi itu sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Semua aktifitasnya,senyum tawanya,nasihatnya,perhatiannya,kebaikannya sudah tidak bisa kita rasakan lagi.Semuanya kini hanya akan tinggal dalam kenangan kenangan saja
Kupeluk kakak kakak Perempuanku,dua kakak iparku juga tengah tersedu,mereka juga belum rela bila ayah mertuaku meninggal secepat itu.
__ADS_1
Banyak ucapan bela sungkawa dari tetangga dan kerabat.Menyuruh kami untuk ikhlas dan sabar menerima apa yang sudah digariskan yang kuasa
...****************...
Segala prosesi untuk pemakaman jenasah ayah mertuaku,segera dilaksanakan oleh pemangku adat atau pamong di desaku.Dari memandikan jenasah, mengkafani,dan segera akan disholatkan
Dan kini jenasah ayahku akan dibawa ke masjid di desa kami,untuk segera disholatkan dan kemudian disemayamkan
Tapi suamiku tak kunjung juga datang.Karena jarak mungkin yang ditempuhnya.Jarak Jogja dan temanggung tidaklah dekat.butuh waktu dua jam untuknya pulang jika tidak macet
Suamiku menangis tersedu-sedu, meraung-raung meratapi kepergian ayahnya. Dan seketika itu,badannya luruh kelantai,dan pingsan.
laki lakiku,ayah dari anakku...pingsan...ketika dia kehilangan sosok pemimpin dalam hidupnya
kupeluk badan suamiku,aku gosokkan minyak angin ke pelipis nya dan ke hidungnya.Ku bisikkan lembut kalimat kalimat toyyibah.kubisikkan kalimat istighfar ke telinganya.Berharap suamiku lekas sadar dari pingsannya
Tak berselang lama,matanya terbuka.Spontan dia memelukku dengan erat,dan menangis sejadi jadinya sambil memelukku.Entah bagaimana perasaanku.Kukesampingkan dulu masalah kami.karena aku tau,kami sedang berduka
__ADS_1
Kubiarkan suamiku masih memelukku dengan erat.kubisikkan kata ikhlas ke telinganya.kututurkan kata kata penyemangat untuknya. sing sabar ***mas ,Ojo ketok lemah koyongene,sampeyan anak lanang Dewe Nang keluarga.sampeyan wis ditunggu Ket mau men biso weruh jenasah bapak .Saiki jenasah bapak gek nunggu sampeyan men biso sholat bareng.
ayok lek nemoni mbok,lebar kui sampeyan wudhu ,terus yok ..Ndang Nang mushola nusul*** .
setelah aku berkata seperti itu,suamiku bangkit.Dia ke kamar ibunya,memeluk ibunya dan menangis.meminta maaf atas semua kesalahannya,yang bahkan disaat ayahnya sakit pun dia tidak pernah sekalipun pulang untuk sekedar menengoknya
Setelah tenang,ku ambilkan sarung dan kopiah,ku copot sepatu suamiku.kuganti dengan sandal jepit,ku tuntun raga suamiku yang lemas menuju mushola.Dan kedatangan suamiku seketika disambut oleh pelayat yang rata rata keluarga tetangga dan pamong desa.suamiku ditempatkan di shaf paling depan.
Dan segera saja para pelayat mensholatkan jenasah ayah
Setelah selesai,kami menunggu orang orang yang belum selesai ikut menyolatkan jenasah
Dan akhirnya,untuk terakhir kalinya...ayahku dibawa ketempat peristirahatan terakhirnya.
Suamiku masuk ke liang lahat,membopong jenasah ayahnya,untuk terakhir kalinya,ditempatkan dibawah tanah,untuk kemudian dihadapkan ya ke arah kiblat,dan suamiku mendengungkan suara adzan.mengingatkan kita,siapa sang pencipta kita
Setelahnya ditutup nya dengan bambu,dan ini yang paling membuatku sedih kembali dan harus lagi lagi mengeluarkan banyak air mata,ditutupnya raga ayah,dengan tanah.
__ADS_1