Hati Yang Tertusuk Duri

Hati Yang Tertusuk Duri
kepergian ayah mertuaku


__ADS_3

Desember 2022


Hari hari yang kelam masih sangat meliputi kehidupanku,sudah tidak sama rasanya dengan kehidupanku dahulu. Banyak kepedihan dan kesakitan yang aku rasakan,terlebih aku tak bekerja,aku hanya ibu rumah tangga biasa.


Aku juga bukan wanita karir yang mempunyai usaha sendiri,dan sialnya lagi!!! aku hanya bisa mengandalkan suamiku selama ini,karena dia yang selalu bekerja menghidupiku dan anak anakku.Disaat aku termenung didalam sholat malam ku yang hampir subuh,aku dikejutkan dengan deringan suara telpon dari gawaiku


Sepagi ini,siapa yang menelpon???


Aku cari suara gawaiku,aku lupa meletakkan dimana,karena anakku sering sembarangan meletakkan Hp itu setelah menonton yutup kesukaan mereka


Ku buka Hp ku,dan ku tekan tombol hijau dilayar.Ternyata yang menelpon ku kakak iparku...saudara kandung suamiku.


kakak ipar :


bapak ora Ono an,bapak Sedo !!!!


aku :


opo mbak , bapak Sedo mbak...ora mbak...ora...mbok Ojo ngono to mbak!!!Saman ngapusi to


kakak ipar :

__ADS_1


ora an,cepet Ndang mreneo


...****************...


pagi itu aku menangis lagi untuk kesekian kalinya, Kabar yang aku dapatkan dari kakak iparku mengejutkan aku,sampai sampai aku bingung harus berbuat apa? Antara percaya dan tidak


Ayah mertuaku adalah ayah yang sangat sangat baik hati, beliau adalah orang yang sudah ku anggap seperti ayahku sendiri


Beliau adalah sosok rendah hati di desa kami, beliau selalu ringan tangan membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya,Beliau juga sosok yang disegani oleh kalangan muda


Kuat agamanya,selalu menghidupkan masjid dan mushalla di desa kami


di usia sepuhnya,beliau masih bekerja di sawah dan ladang nya. Menanam berbagai macam sayur untuk kebutuhan sehari hari


Namun beberapa tahun belakangan ini,seakan tubuh tuanya sudah sangat lelah . Ayah sering sakit sakitan, beliau juga beberapa kali sering keluar masuk rumah sakit


ayah didiagnosis sakit jantung oleh dokter ahli dirumahsakit.Semenjak itu,ayah sudah jarang ke ladang,untuk menopang kakinya saja beliau membutuhkan tongkat untuk sekedar berjalan


Dan memang beberapa bulan ini,ayah sudah tidak pergi kemana mana,kakinya bengkak,pipinya bengkak,ayah sudah benar benar lemas hanya untuk sekedar bersender dari tidurnya


Aku sangat kasihan melihat keadaan ayah saat itu.Orang yang benar benar aku kagumi sekarang tengah sakit

__ADS_1


sosoknya...perangai ayah...berbeda jauh sekali dengan suamiku.anak lelakinya


Ayahku begitu setia dengan ibu mertuaku, walaupun ibu mertuaku begitu keras hati,namun tak sedikitpun terlintas untuk meninggalkan istrinya


Berbeda sekali dengan suamiku yang kini malah tengah asyik tidur dengan selingkuhannya,berbagi peluh bahkan melakukan penyatuan badan.begitu jijik aku mengingatnya


...****************...


Ku bangunkan anak anak,kuberi tahu mereka bahwa kakeknya meninggal dunia,ku telpon ibuku dirumah,memberi tahukan kabar duka berpulang nya ayah mertuaku ke haribaan sang pencipta


Setengah jam adikku datang dan mengantarku ke rumah mertuaku


Diperjalanan ke rumah duka,tak lupa aku menelpon suami laknat ku. Tak satupun panggilan dariku dijawabnya..berpuluh puluh panggilan dariku masih diabaikannya


Hingga aku mengiriminya pesan singkat


BALIO NGOMAH...BAPAKMU ORA NONO...BAPAKMU SEDO.


baru setelah ku kirimi pesan itu dia balik meneleponku


Dan dengan suara parau nya dia menjawab dia segera pulang

__ADS_1


__ADS_2