
Desember 2022
Hari hari yang kelam masih sangat meliputi kehidupanku,sudah tidak sama rasanya dengan kehidupanku dahulu. Banyak kepedihan dan kesakitan yang aku rasakan,terlebih aku tak bekerja,aku hanya ibu rumah tangga biasa.
Aku juga bukan wanita karir yang mempunyai usaha sendiri,dan sialnya lagi!!! aku hanya bisa mengandalkan suamiku selama ini,karena dia yang selalu bekerja menghidupiku dan anak anakku.Disaat aku termenung didalam sholat malam ku yang hampir subuh,aku dikejutkan dengan deringan suara telpon dari gawaiku
Sepagi ini,siapa yang menelpon???
Aku cari suara gawaiku,aku lupa meletakkan dimana,karena anakku sering sembarangan meletakkan Hp itu setelah menonton yutup kesukaan mereka
Ku buka Hp ku,dan ku tekan tombol hijau dilayar.Ternyata yang menelpon ku kakak iparku...saudara kandung suamiku.
kakak ipar :
bapak ora Ono an,bapak Sedo !!!!
aku :
opo mbak , bapak Sedo mbak...ora mbak...ora...mbok Ojo ngono to mbak!!!Saman ngapusi to
kakak ipar :
__ADS_1
ora an,cepet Ndang mreneo
...****************...
pagi itu aku menangis lagi untuk kesekian kalinya, Kabar yang aku dapatkan dari kakak iparku mengejutkan aku,sampai sampai aku bingung harus berbuat apa? Antara percaya dan tidak
Ayah mertuaku adalah ayah yang sangat sangat baik hati, beliau adalah orang yang sudah ku anggap seperti ayahku sendiri
Beliau adalah sosok rendah hati di desa kami, beliau selalu ringan tangan membantu siapa saja yang membutuhkan bantuannya,Beliau juga sosok yang disegani oleh kalangan muda
Kuat agamanya,selalu menghidupkan masjid dan mushalla di desa kami
di usia sepuhnya,beliau masih bekerja di sawah dan ladang nya. Menanam berbagai macam sayur untuk kebutuhan sehari hari
Namun beberapa tahun belakangan ini,seakan tubuh tuanya sudah sangat lelah . Ayah sering sakit sakitan, beliau juga beberapa kali sering keluar masuk rumah sakit
ayah didiagnosis sakit jantung oleh dokter ahli dirumahsakit.Semenjak itu,ayah sudah jarang ke ladang,untuk menopang kakinya saja beliau membutuhkan tongkat untuk sekedar berjalan
Dan memang beberapa bulan ini,ayah sudah tidak pergi kemana mana,kakinya bengkak,pipinya bengkak,ayah sudah benar benar lemas hanya untuk sekedar bersender dari tidurnya
Aku sangat kasihan melihat keadaan ayah saat itu.Orang yang benar benar aku kagumi sekarang tengah sakit
__ADS_1
sosoknya...perangai ayah...berbeda jauh sekali dengan suamiku.anak lelakinya
Ayahku begitu setia dengan ibu mertuaku, walaupun ibu mertuaku begitu keras hati,namun tak sedikitpun terlintas untuk meninggalkan istrinya
Berbeda sekali dengan suamiku yang kini malah tengah asyik tidur dengan selingkuhannya,berbagi peluh bahkan melakukan penyatuan badan.begitu jijik aku mengingatnya
...****************...
Ku bangunkan anak anak,kuberi tahu mereka bahwa kakeknya meninggal dunia,ku telpon ibuku dirumah,memberi tahukan kabar duka berpulang nya ayah mertuaku ke haribaan sang pencipta
Setengah jam adikku datang dan mengantarku ke rumah mertuaku
Diperjalanan ke rumah duka,tak lupa aku menelpon suami laknat ku. Tak satupun panggilan dariku dijawabnya..berpuluh puluh panggilan dariku masih diabaikannya
Hingga aku mengiriminya pesan singkat
BALIO NGOMAH...BAPAKMU ORA NONO...BAPAKMU SEDO.
baru setelah ku kirimi pesan itu dia balik meneleponku
Dan dengan suara parau nya dia menjawab dia segera pulang
__ADS_1