Hati Yang Tertusuk Duri

Hati Yang Tertusuk Duri
curiga bagian 2


__ADS_3

ku simpan sehelai rambut itu disaku kantong celana pendek yang kukenakan. Ku selesaikan mencuci dan menjemur baju suamiku.Tak terasa ternyata malam sudah tiba,cahaya bulan pun kelihatan terang benderang dilangit malam itu. Aku merenung di balkon sendirian, kukeluarkan sehelai rambut warna merah tadi,dalam hatiku bertanya, sebenarnya rambut siapa ini,ada apa dengan suamiku, apakah suamiku sedang berselingkuh,ya tuhan jika itu terjadi,bagaimana dengan nasibku,bagaimana dengan anak anakku,apakah suamiku tega telah berselingkuh dariku,tapi kenapa,apa kurangnya aku selama ini,aku menerimanya apa adanya,aku tak pernah mengeluh selama menjadi istrinya,aku juga tak pernah meminta apapun yang memberatkan suamiku,apa karena aku tidak cantik,apa karena aku sudah beranak tiga,apa karena aku tidak bekerja membantunya,makanya dia bosan terhadapku


Benar benar pikiranku buntu saat itu,yang terlintas hanyalah pikiran pikiran kotor gara gara aku mendapati sehelai rambut ini.kutatap lama rambut sehelai rambut itu.


aku masuk kembali ke rumah,kulihat suamiku masih tertidur pulas juga dengan anak anakku,ku lihat tas punggung kecil milik suamiku,entah bisikan setan dari mana, rasanya ingin sekali aku membuka tas kecil itu.Kulihat satu persatu barang yang ada di dalamnya,tak ada sesuatu yang mencurigakan,hanya ada paku kecil kecil,mungkin sisa daripada pekerjaan nya,kertas nota dan kuitansi banyak berserakan didalam sana, bolpoin,dan dompet. Seketika aku tertarik ingin melihat isi dompet suamiku. Kubuka resleting dompet itu,ada sejumlah uang di sana,mungkin kisaran satu juta, ku periksa satu persatu KTP dan lainnya.tak ada apapun yang mencurigakan,hingga entah setan dari mana yang membisikkan aku untuk memeriksa bagasi motornya.karena pengalaman kawanku dulu yang saat itu ketauan selingkuh dengan menyembunyikan hp di bagasi motor milik suami kawanku itu.gegas kuambil kunci motor pelan pelan dari dalam kamar,lalu aku turun kelantai satu dan menuju parkiran.Kubuka bagasi motor dan mengambil sebuah buku tabungan yang ada di dalamnya beserta satu buah ATM dan KTP seorang wanita. seketika jantung ku kembali berdetak cepat kala kulihat nama pemilik buku rekening tabungan itu atas nama Indria siswana dan sama dengan ATM dan juga KTP yang aku pegang juga bertuliskan Indria siswana.

__ADS_1


Bulir bening tak terasa sudah meluncur bebas dari mataku ini,perasaan kacau yang sudah ku tahan sedari sore tadi sudah tidak bisa lagi kutahan.akhirnya aku kembali keatas dengan membawa buku tabungan serta ATM atas nama perempuan lain, dengan masih menangis tanpa suara karena hanya air mata yang tidak kunjung berhenti keluar,aku menangis sepanjang anak tangga yang ku lalui sampai ke rumahku.


Tiba di hunian ku,aku melihat suamiku terbangun.aku sudah menyeka air mataku.keistimewaanku yaitu bila wanita lain menangis akan kelihatan sembab namun tidak untukku.aku terlihat biasa saja dan tak terlihat seperti baru menangis lama. Aku sembunyikan semua barang tadi dibalik bajuku.


Aku beranjak ke dapur dan membuat dua gelas teh hangat untukku dan untuk suamiku.Dari mulut suamiku meluncur semua cerita ketika dia bekerja di Jakarta, masih sambil sibuk mengutak Atik ponselnya,dia juga bercerita bahwa bos rumah itu memintanya untuk segera ke jogjakarta membetulkan rumah si bos yang ada disana.aku hanya bisa bilang Alhamdulillah.

__ADS_1


Tapi tanpa diduga suamiku meminta ijin kepadaku untuk berangkat besok. Aku yang masih kecewa dengan penemuanku seketika berpikiran buruk tentang perselingkuhan suamiku.aku semakin yakin kalau suamiku berselingkuh.


Aku beranikan bertanya ke suamiku " kenapa mendadak sekali sih mas,mas juga nggak bilang sebelumnya mau langsung berangkat besok,kan kamu masih capek mas,setidaknya beristirahat lah barang dua atau tiga hari dulu dirumah.setelah itu baru kamu berangkat.bos kamu juga pasti tau keadaan kamu,kamu baru pulang,aku masih rindu mas sama kamu,anak anak juga baru sebentar melihat kamu,masak besok kamu sudah mau berangkat lagi.


Suamiku beralasan bahwa besok itu dia berangkat ke Jogja hanya untuk survei lokasi,tepatnya bagaimana keadaan rumah yang mau dia benerin. Dan dia juga beralasan bahwa semua itu juga demi aku dan anak anakku,karena kami butuh banyak uang untuk membayar sekolah anakku, untuk makan tiap hari dan juga sewa rusun ini dan masih banyak lagi. Dia juga bilang hanya dia yang bekerja dirumah ini,sedangkan aku hanya mengurusi anakku,jadi bila terlalu lama dia dirumah maka dia juga tidak memilik uang untuk bekal dia berangkat ke jogja

__ADS_1


__ADS_2