
Sore ini suamiku pulang dari perantauannya,setelah hampir satu bulan lamanya dia berada di ibu kota,tepatnya di Jakarta.Dia berangkat bersama satu temannya untuk bekerja di sana. Dia mendapat tawaran kerjaan memperbaiki rumah seorang bos besar yang lama tak dihuni. Katanya sih,diperbaiki karena akan ditinggali anaknya.
seminggu sebelum kepulangan suamiku,terjadi konflik antara aku dan mertuaku,cacian dan sindiran pedas yang selama hampir 13 tahun aku telan mentah mentah itupun akhirnya tak lagi dapat aku tahan.Dan akhirnya aku beranikan diriku untuk meminta ke suamiku sebuah rumah kontrakan,agar aku dan anakku hidup lebih baik,terutama aku yang terkena mental dan hampir sudah tidak menjadi diriku sendiri. Dan suamiku mengijinkan itu.
__ADS_1
akhirnya aku dapatkan sebuah rusunawa yang cukup murah,dilantai lima yang sudah lebih dari cukup untuk kami tinggali sementara.ada sebuah ruang tamu,satu kamar tidur, dapur kecil,kamar mandi,dan balkon.udara segar di sana memang terpolusi dengan pabrik pabrik yang berada disekitarnya,tapi tak apalah. Itu lebih dari cukup untukku ketimbang harus berada dirumah mertua,biarpun besar namun tak ada kenyamanan disana.Terlebih aku harus sendirian karena tak ada suamiku menemani.
kutunggu kepulangan suamiku dengan hati bahagia,sedari pagi aku sudah sibuk membersihkan rumahku. ku sapu ruangan satu persatu,ku pel lantainya ,semua baju kotor sudah ku cuci bersih dan sudah aku jemur pula,semua piring kotor pun sudah tertata rapi di rak piring,kasur sudah berganti seprei bersih.kusemprot ruangan itu agar wangi. Karena aku tau suamiku tak suka dengan rumah yang berantakan. Tak lupa aku berbelanja,tapi kali ini aku belanja agak berbeda dari hari sebelumnya. Aku beli daging ayam dan ikan sebagai lauk,menu istimewa untukku dan anak anakku karena tidak setiap hari kami bisa menikmatinya.Kumasak ayam dan ikan,tak lupa ada sayur kangkung kesukaanku dan suamiku,aku buatkan dia sambal tomat kesukaannya,dan juga ada lalap mentimun dan daun ketela sebagai pelengkapnya . Wah komplit pokoknya. Sudah berasa seperti menu restoran.
__ADS_1
Tak terasa hari sudah menjelang sore,tadi ku terima telpon dari suamiku bahwa sebentar lagi dia hampir sampai. Gegas aku mandi,tak lupa ku cukur bulu ketiak dan bulu anuku.hi hi hi ritual ku selama ini ketika menyambut suamiku,aku ingin dia puas denganku setiap waktu.kupoles wajahku dengan sedikit bedak dan lipstik. Maklumlah aku bukan wanita pesolek yang mempunyai peralatan make up yang komplit,karena keterbatasan uang dari suamiku yang hanya cukup untuk ku makan tiap hari dan sisanya ku sisihkan untuk membayar sewa rumah tiap bulan beserta listriknya,dari itulah aku berhemat dan tak bisa hanya sekedar membeli skincare,baju modis baru,dan semua perintilan wanita yang sejujurnya aku masih ingin semua itu.Namun tak apalah. Yang penting aku masih bisa terlihat luwes dan wangi nanti ketika suamiku pulang
setelah bercengkrama agak lama dengan suamiku,aku tawarkan makan,aku buatkan minum,akhirnya ku mulai membuka barang bawaan suamiku. Ada bantal Spongebob yang bau wangi wanita, terbesit tanya,itu punya siapa? namun masih aku tahan. ku keluarkan baju suamiku dari dalam tas ransel.pakaian kotor ku sendirikan dan ku taruh di kamar mandi untuk aku cuci,sedangkan pakaian bersih aku rapikan dan aku taruh di lemari.kecurigaanku semakin menjadi-jadi setelah ku bongkar barang milik suamiku, kutemukan sampo wanita didalamnya,juga ada tissue kotak yang hanya perempuan yang memikirkannya.tapi aku masih diam
__ADS_1
sementara suamiku tidur, aku mencuci pakaian kotor yang tadi aku sisihkan.jantungku seketika berdetak cepat kala kulihat satu helai rambut lurus panjang berwarna merah tersangkut di baju suamiku.
seketika duniaku hampir runtuh,aku hanya bisa menahan tangisan.karena ini masih sebuah kecurigaan
__ADS_1