HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Benci Sikap Alka


__ADS_3

Flashback ...


Sebelum Dante dan Alka pergi ke tempat penggalangan dana,



Tanpa sadar dan kecurigaan Alka, ternyata Dante telah menempelkan sesuatu pada Alka, alat perekam suara padanya.


Alat yang begitu kecil dan hampir menyerupai warna kulit, tipis, kecanggihan tekhnologi zaman sekarang, terlebih lagi dia adalah Dante yang bisa melakukan apapun.


Flashback End ...


☘️☘️☘️


Alka yang sudah berada di dalam mobil pun meminta kepada Dave untuk segera mengemudikan mobil, "Sekretaris Dave, apa yang di tunggu? Aku ingin pulang."


"Tunggu sebentar nona, masih ada yang tertinggal di dalam sana."


Alka mengerutkan keningnya, Apa yang tertinggal.


Tiba-tiba saja pintu bagian samping terbuka, Dante datang dan duduk di samping Alka.


"Jalan!"


Dave pun mengangguk patuh, "Baik, Tuan."


Alka terkejut melihat Dante, namun dirinya memilih untuk diam, Alka membuang pandangannya ke sembarang arah sembari mengusap air matanya.


"Alka!" seru Dante, namun tak ada jawaban, membuat Dante kesal hingga akhirnya ia merobek pakaian Alka si bagian pundak hingga ke tangan bagian kiri.

__ADS_1


Membuat Alka tak bisa menahan tangisnya, tangan Dante bergerak begitu cepat memalingkan wajah Alka padanya, lembut ia mencium bibir Alka, melahapnya dengan rakus.


Cengkeraman tangan Dante di paha Alka membuatnya sedikit membuka mulut, leluasa Dante memasukkan lidahnya mengabsen apapun yang ada di dalam sana.


Dave sudah panas dingin, jantungnya berpacu dengan cepat, dia pun segera menekan sebuah tombol yang membuat sebuah tirai indah keluar menjadi batasan mereka.


Puas di bibir Dante pun beralih ke leher Alka, "Jangan mengacuhkan ku, Alka! Aku tidak suka, aku membenci sikap yang kau berikan padaku!" gigitan Dante di ceruk leher Alka membuatnya mengernyit kesakitan.


"Emh..." kedua tangan Alka bersandar pada pundak Dante, tangan kekar itu meraba masuk meremas kekenyalan Alka.


Panas terasa membuat Alka berkedut, "Ja- jangan... emh!"


Salah pucuk gunung kembar itu di gigit Dante, gunung yang satunya tengah di remas-remas puas, hangat terasa.


Gigitannya semakin kuat membuat pucuk itu lecet, "Emh... sakit!" seru Alka yang mencengkeram kuat pundak Dante.


Akhirnya Dante pun menyudahi hukumannya, dia merapikan pakaian bagian depan Alka, lalu mengusap air mata Alka, "Bersikaplah pintar Alka, aku membenci wanita bodoh!"


"Sakit..." ucapnya lirih seperti sedang memanja pada sang suami, dia menatap alat itu dengan ekspresi polosnya.


"Setelah insiden ini jangan harap aku akan mengizinkanmu keluar dengan bebas, tanpa pengawalan ketat dariku!" tegas Dante yang langsung menyentil hidung mancung Alka hingga memerah. Alka wanita lemah yang tak bisa melawan Vanessa.


"Aw... sakit..." adu Alka yang langsung memeluk suaminya.


"Berkali-kali kau mengatakan sakit, itu bukan rasa sakit yang sebenarnya Alka..." tetapi Alka memilih diam, dia tersenyum samar lalu ikut-ikutan mencium ceruk leher Dante.


"Alka berhenti menggodaku, aku tidak akan mau mengerti keadaan mu saat ini jika aku telah terbangun."


Ops!

__ADS_1


Alka pun segera menjauhinya, masih tersisa dua hari dua malam lagi untuk menyelesaikan masa menstruasinya.


Meski begitu akan tetapi Alka masih belum mendapatkan pil KB nya, apakah telah di buang?


☘️☘️☘️


Flashback...


Saat para penjaga di rumah Alka mengemas beberapa barang miliknya dan El, di dalam laci mereka menemukan lima strip pil KB.


"Hei aku menemukan permen, tapi bentuknya kecil."


"Mana, wah kebetulan sekali aku ingin makan permen..."


"Jumlahnya ada lima, tapi kecil-kecil."


"Tak apa, ayo kita berbagi."


Dan, mereka semua pun bersamaan mengkonsumsi pil tersebut, hingga pada akhirnya mereka semua memuntahkan pil itu.


"Permen neraka! Buang saja!"


Flashback End...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like


Votte (Poin/Koin, bebas)

__ADS_1


Komen


❤️❤️❤️


__ADS_2