HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Alka Tak Berdosa


__ADS_3

Dante baru saja selesai mandi, Alka masih terlelap tidur. Dante pun menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 11.45 waktu setempat, waktunya untuk makan siang.


"Alka, bangun... waktunya untuk makan siang..." seru Dante seraya menarik selimut tebal itu dan memperlihatkan tubuh polosnya.


Mendadak hasratnya kembali naik, tapi dia tak boleh berpikir demikian. Di tatapnya perut datar Alka. Dan dia tersenyum.


"Alka ... ayo cepat bangun, kita harus segera makan siang..."


***


Papa Vanessa baru saja tiba dan membuat kegaduhan di luar, orang-orang yang memiliki hubungan dengan Danton telah di larang masuk.


"Minggir! Aku tidak punya urusan dengan kalian, aku ingin bertemu dengan ratu dan juga pangeran William."


"Tolong yang sopan, tuan, anda tidak bisa bertemu dengan yang mulia, dan hanya ada pangeran Ellard Hansel, bukan pangeran William."


"Apa? Dia sudah menjadi raja? Bagus, itu lebih mudah untukku memukulnya!" bentak papa.


Ribut-ribut di luar hingga sampai lah berita itu di telinga Dante.


"Tuan Albert!" suara bariton itu berasal dari Dante, "Kenapa membuat keributan seperti itu, jika ingin bertemu dengan salah satu dari kami ... masuklah," lalu Dante meminta pengawal untuk menyingkir dari Albert, "Beri jalan!"

__ADS_1


Mereka mengangguk dan tuan Albert segera melangkah masuk, dia emosi tak lagi mengenal tata Krama.


Tangannya yang terkepal itu pun melayang hampir mengenai wajah Dante, namun Dave dengan sigap menahan tinjunya. Tangannya tak kalah tenaga, Dave kuat.


Mata tajamnya seolah berapi-apai, "Jaga sikap anda, tuan Albert!"


Satu cengkeraman tangan Dave membuatnya meringis kesakitan.


"Dave ... lepaskan." titah Dante yang segera di angguki.


"Bicarakan hal ini dengan baik-baik, ayo kita keruangan ku..." ajak Dante, mereka semua pun berpindah tempat.


***


"Baik yang mulia."


Kini di ruangan itu hanya ada Albert dan Dante, mereka duduk berhadapan, satunya dalam mode emosi, yang satunya lagi dalam mode santai.


"Turunkan emosi mu, tuan Albert! Tak perlu memandangku dengan mata seperti itu..."


"Apa alasan kalian melarang Vanessa untuk keluar masuk di istana ini? Tidak ingat kah seperti apa hubungan kalian berdua di masa lalu?"

__ADS_1


"Justru karena aku mengingatnya ... " Albert mulai tersenyum namun sesaat kemudian Dante pun menghempaskan nya, "Karena itulah, aku akan menyingkirkannya. Aku adalah pria yang sudah menikah. Memiliki seorang istri yang sangat mencintaiku... dan, anak kedua ku juga akan segera lahir dalam beberapa bulan kedepan. Mana mungkin aku membiarkan masa lalu ku begitu saja!"


"Setidaknya kau bisa menikahinya untuk yang kedua."


"Hahaha!" tawa jahat itu meluncur, "Untuk apa? Alka masih mampu melayani ku, dia gadis tak berdosa yang membuatku jatuh cinta setelah merasakan rasa sakit yang ku derita... karena ulah putrimu!"


"Tetapi ... jika kau memaksa, mungkin aku bisa memberikannya kepada gig🧐Lo," lanjut Dante dengan suara ringan dia bisa mengatakan hal menjijikan itu.


"Brengsek!"


Brak!


Albert tak terima saat putrinya di samakan dengan pel🧐cur, dia beranjak dari tempatnya dan hendak memukul namun nahas.


Tinjuan Dante pada kepala kanan Albert membuatnya terkapar pingsan.


"Sampah!" Dante meraih tisu yang ada di atas meja lalu mengelap tangannya, "Dave!" seru Dante.


Pintu pun terbuka, "Yang Mulia?"


"Jebloskan dia di penjara!"

__ADS_1


"Baik!"


__ADS_2