HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Kunjungan Di Tengah Rasa Nikmat


__ADS_3

Matahari tergelincir hampir mencapai porosnya di ufuk barat, mobil istana sudah berjejer rapi di depan pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.


Penasihat Jian turun dari mobil meminta kepada penjaga untuk membukakan pintu gerbang, namun sayang ... tak ada satupun penjaga yang bersiaga di tempatnya.


"Kenapa tidak ada satupun penjaga di sini?"


Saat Jian menyentuh jeruji gerbang itu, pintu gerbang tersebut terbuka otomatis.


Wah, tepat seperti apa yang Dante perintahkan kepada Emy tadi.


"Jian, bagaimana?" seru Ratu yang bertanya dari dalam mobil.


"Tidak apa-apa yang mulia, merek menyambut kita dengan baik."


Jian pun segera masuk kembali ke dalam mobil, duduk di samping jok kemudi dan meminta sopir untuk bergegas masuk ke dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alka baru saja selesai mandi, berbalut pakaian kasual dia berdiri menatap tubuh rampingnya di depan cermin.


Dante pun mendekat memeluknya dari belakang, mencium pipinya.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Aku hanya merindukan Mama, sayang..."

__ADS_1


"Memangnya kemana Mama mu?"


Alka menggeleng, "Aku juga tidak tahu ... Mama pergi saat kami masih kecil," Eh? Alka terkejut saat Dante menggendongnya, merebahkannya di atas ranjang.


Dante tak melepaskan pelukannya, kakinya yang berat itu menindih kaki Alka.


"Aku ingin tahu satu hal tentang mu, Alka..."


"Apa itu?"


Dante diam sejenak tetapi bibirnya tak mau diam, masih terus menebar tanda merah di ceruk lehernya.


"Sayang?" tutur Alka dengan lirih.


Sembari menunggu jawaban sang istri, bibir Dante terus menebar tanda merah.


"Jawab Alka!"


"Emh!" Alka mengernyit saat Dante menggigit pundaknya hingga merah.


"Aku tak suka jika kau menyembunyikan sesuatu dariku, kau akan selalu menjadi milik ku Alka! Camkan itu baik-baik."


Kedua telinga Dante mendengar jelas helaan napas Alka, "Hari itu sebenarnya ... Aku melarikan diri di hari pernikahan ku," Alka menoleh ke arah kanan saat Dante menciumi ceruk leher kirinya.


"Hm," masih minta penjelasan.

__ADS_1


"Perusahaan papa mengalami kesusahan akibat inflasi, sementara adikku ... Angela saat itu masih kuliah di luar negeri," Alka kembali menghela napas saat Dante membuka satu persatu kancing bajunya.


Tangannya bergerak cepat menarik tali kecil tipis transparan di pundak Alka. Tubuh indah Alka terekspos sempurna tanpa sehelai benang pun.


"Lalu?"


"Dan papa memaksaku menikah dengan pria tua bernama tuan Danton..." manik biru indahnya berkaca-kaca saat mengingat hari penuh tekanan dari sang Papa.


Dante mulai bersiap.


"Aku benar-benar takut ... aku menyayangi keluarga ku, tetapi aku juga tak bisa mengorbankan diriku. Karana itulah aku kabur dari rumah, hingga akhirnya terjebak hujan dan tiba-tiba saja seorang pria bertopi membekap ku...." Alka meremas seprai saat Dante menyergahnya.


Alka menggigit bibir bawahnya dengan pelan saat merasakan rasa yang menghujam tubuhnya.


Permainan semakin panas, saat Dante benar-benar menikmati permainannya mendadak ia mencebik kesal, merasa kepalanya akan pecah meledak saat mendengar suara ketukan dari luar kamarnya.


"Sayang, ada yang da -" matanya terpejam dengan erat saat Dante memperlakukan nya dengan begitu kasar.


Tangan Alka meremas kuat pada seprai di bawah tubuhnya bahkan sampai sobek.


Saat hampir menuju pelepasan pertama Dante, diapun harus menunda benihnya saat mendengar suara Emy.


"Tuan muda, maaf mengganggu .... di depan ada Ratu Inggris yang berkunjung..."


"Shit!" Dante langsung menarik diri dari kelembutan Alka di tengah kenikmatan yang tercipta, "Awas kalau kau berani keluar dari kamar ini, Alka! Aku tidak akan segan menyakiti mu!"

__ADS_1


__ADS_2