HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE

HOT MOTHER & MR.BILLIONAIRE
Kekecewaan Dante


__ADS_3

Dante menaikkan satu alisnya dengan wajah begitu datar, dia menghela napasnya dengan kasar.


"dr.Chaterine ... keluarlah, terima kasih untuk bantuan mu,".Dante beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Alka yang panik.


"Baik Tuan," seru Mike seraya membereskan peralatan medisnya, Mike tidak ingin memikirkan seperti apa amarah Dante setelah ini.


Pintu kamar pun tertutup rapat, Alka yang berdiri dengan resah di sisi ranjang, tangan kirinya terkepal di atas dada.


"Su- suamiku?"


Dante diam dengan langkahnya yang semakin mendekat, mengikis habis jarak dua tubuh itu.


Srak!


"Emh!" Alka memejamkan kedua matanya dengan erat saat Dante dengan begitu mudahnya merobek piyamanya, terbelah dua dengan garis robekan yang tak beraturan.


Satu tarikan tangan Dante membuat Alka terjerembab jatuh di bawah tubuh kekarnya. Jantung Alka berdebar semakin kuat.


"Suamiku ... aku -"


"Ssssstttt!!!" telunjuk Dante menempel sempurna di bibir Alka, "Kau sudah mempersiapkan jawaban dari semua ini, hm?" Dante masih mencoba untuk menahan emosi, perlahan ia membuka bajunya.

__ADS_1



Slerek...


Lalu terdengar suara rel seleting celana Dante yang baru saja ia buka.


Otot tubuhnya begitu kekar, membuat Alka menelan kuat.


Dia hanya diam saja dan pasrah saat Dante membuka kedua kakinya.


"Emh!" susah payah Alka mengatur napasnya, sakit sekali cara Dante menyatukan tubuh mereka.


Sergahan Dante yang sekuat itu membuat punggung Alka menekuk 25° meninggalkan seprai.


Dante dengan cepat menekuk kedua tangan Alka di atas kepalanya, dan kembali menyiksa Alka dengan sergahan yang begitu menyiksa.


Bibir tipisnya di lahap dengan begitu rakus, Dante sudah tak ingin menahan diri lagi. Malam ini adalah permainan sx sebenarnya, jika sebelumnya dia masih mengontrol dirinya kerena Dante menginginkan kehamilan Alka, tapi tidak dengan sekarang.


Semua karena Alka yang menginginkannya, puas di bibir kini Dante menjalari ceruk lehernya mengigit tiap kecupan hingga luka, begitu pun juga pundak dan sekitar dadanya yang luka, perih.


"Sakit..." hanya erangan kesakitan dari mulut Alka, tak ada erangan nikmat yang meluncur dari sana.

__ADS_1


Terlebih lagi saat Dante melahap segala kelembutannya di bawah sana, "Suamiku..."


"Kau benar-benar menganggap ku sebagai suami mu?" Dante menyeringai lalu dia tertawa, betapa kecewanya Dante.


"Ah!" erangan terakhir Alka saat Dante menarik diri dan membuang bibit benihnya di atas seprai.


Napas Alka begitu tersengal, Dante diam saja dan segera memakai pakaiannya lalu pergi meninggalkan Alka di kamar.


Brak!


Alka terlonjak kaget saat Dante membanting nya dengan keras, Alka kembali menangis saat melihat benih sebanyak itu terbuang di atas seprai, tepat d bawah tubuhnya.


"Maafkan aku, Dante..." Alka sesegukan, "Seandainya saja dirimu yang ada di posisiku ... bagaimana sakit yang ku alami, aku sangat takut Dante..."


Alka mengusap air matanya, lalu berusaha sekuat tenaga untuk turun dari ranjang, meraih kimono dan segera membersihkan diri di bath room.


"Emh... " perih, semua luka bekas gigitan Dante menyebabkan bercak darah di sebagian tubuhnya keluar.


Terlebih saat terkena air, "Perih sekali..." namun Alka tetap harus membersihkan tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Usai mandi Alka kembali memakai piyama sutranya, dia duduk di tepi ranjang sembari menatap pintu kamar. Berharap Dante akan masuk dan membelainya, menciuminya, dan kembali melakukan pergumulan panas itu.


Sekarang Alka sangat menginginkannya. Dan, malam ini dirinya sama sekali tidak meminum pil KB nya, dia berhenti sejak tadi sore.


__ADS_2