
Kisah pangeran William masih berlanjut, di dalam bath up Dante yang sedang menggosok punggung Alka pun kembali ia mendongeng sesuai permintaan sang istri, entah mengapa Alka sangat suka mendengar kisah mereka.
Dante mencium tengkuk Alka seraya meremas pucuk kembar di depan sana, "Alka?"
"Iya, mana lanjutan kisahnya? Aku ingin dengar sayang..."
"Setelah ini kau harus membayar biaya ku untuk mendongeng, dengan tubuhmu..."
"Engh..." lirih Alka mengerang, "Sayang, kita sudah lima kali melakukannya, besok lagi ya?"
Dante terkekeh, "Kau kira bisa menolak dan lari dari dekapan ku?" sentuhan bibir Dante di punggung Alka membuat kulitnya meremang.
Satu tarikan Dante membuat punggung Alka mepet sempurna di dada bidangnya.
"Tentu saja aku membencinya Alka, aku merasa hidupku sudah tak berwarna lagi ... saat itu aku merasa semuanya telah berakhir, untuk apa lagi aku bertahan di kerjaan jika tidak ada Vanessa?"
Alka diam menyimak, sesekali dia menerima ciuman di pipinya.
"Saat itu aku merasa kacau dan lebih baik aku pergi saja dari tempat itu, jika aku di nobatkan menjadi raja maka itu artinya aku harus membawanya menjadi ratu."
Jemari Alka dan Dante saling meremas hangat di dalam wanginya air itu.
"Aku putus asa, dan memilih untuk keluar dari istana, tentu saja hal itu menjadi perdebatan panas para petinggi di istana."
"Dan kau menjadi seorang businessman?"
"Hm," Dante mengangguk dan kembali mencium pundak Alka, "Jika saat itu aku tidak merasakan kekecewaan dan sakit hati apakah kau pikir kita bisa bertemu? Meskipun pertemuan kita begitu ekstrim," Dante tertawa.
__ADS_1
Membuat wajah Alka merona merah, "A- aku ... "
"Masih segar di ingatanku betapa takutnya dirimu padaku saat malam di ranjang itu," tangan Dante merayap ke sana kemari.
"Sayang tolong kondisikan tanganmu itu!" protes Alka.
"Alka?"
"Iya, suamiku?"
"Aku bukan pria yang romantis seperti lelaki di luar sana, mereka bisa mengatakan tentang cinta hingga ribuan kali, jika kau mengharapkan itu dariku ... maka kau sudah salah orang."
Dante turun dari bath up dengan menggendong Alka, mereka menuju shower untuk membilas tubuh.
Perlahan Dante menurunkannya, membuat tubuh mereka saling bersihadap.
Dante tersenyum samar saat melihat rona merah di wajah Alka yang tertunduk, dia membelai wajah Alka yang basah akibat guyuran air shower.
Wajah mereka saling bersitatap hingga akhirnya bibir mereka menyatu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiba waktunya untuk makan malam, ratu dan Jian juga ikut makan bersama mereka.
Sepertinya ratu sangat betah di rumah ini, apa lagi El yang tiada hentinya mendong.
Ratu menyayangi El, dia bahkan rela berbagi makanan di mana saat di istana hal itu sangatlah tidak sopan.
__ADS_1
Usai makan malam ratu mengajak Dante untuk berbincang, begitupun juga dengan Alka.
Sepertinya ini akan menjadi perbincangan yang sangat serius.
Di ruangan baca tepatnya, ada empat orang di sana, ratu, Jian, Alka dan suaminya.
"Apa yang ingin Mama bicarakan?" seru Dante yang sedang merangkul pundak Alka di atas sofa itu.
"Mama ingin kita membicarakannya dengan serius, Willi, Alka..."
Tatapan ratu tak seteduh lagi, membuat Alka sedikit takut.
"Katakan!" ucap Dante.
"Mama ingin membawa El untuk tinggal di istana dan mendapatkan pendidikan layaknya keluarga bangsawan!" suara itu terdengar tegas tak mau di bantah.
Selama ini Dante memang bermaksud untuk memasukkan El ke sekolah elit, tetapi tak menyangka jika ratu sendirilah yang menawarkan diri.
Alka pun gelisah, namun aura yang menekan dari Dante membuatnya bungkam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dari bab 52 - Belanja Baju - sampai bab ini adalah akhir dari kisah satu hari mereka, wah panjang juga ya perjalanan babnya haha...
Cerita ini perlahan memasuki konflik ya wkkwkw...
panjang banget sih perjalanan novelnya haha, belum lagi keluarganya Alka di California wkwkkw... 🤭
__ADS_1
Kalian jangan bosan ya baca cerita dari novel HMMB, 🥰