
Pesta yang terjadwal pun tengah berlangsung,
Alka terlihat menyendiri. Dia merindukan El, sosok kecil yang periang mendadak berubah drastis. Dingin.
"Apa yang kau lamun kan?" seru Dante seraya memeluknya dari belakang, mencium pipi kanan Alka lalu mendaratkan dagu di pundak sang istri.
"Aku merindukan El, sayang..."
"Dan aku sudah memperingati mu, Alka! Itu semua sudah menjadi bagian dari takdir hidupmu," lalu Dante membalikan tubuh Alka agar bisa saling bersitatap, tangannya bergerak menjapit dagu Alka, "Menikah denganku adalah suatu ketentuan yang harus kau terima ... apapun konsekuensinya!" manik itu menatap tegas pada wajah manis Alka dan berakhir dengan kecupan hangat di bibir.
"Semua sudah menunggumu, ayo!" lanjut Dante.
Suasana pesta benar-benar ramai, tetapi Alka tak melihat putranya.
Di tempat lain El sedang di jaga oleh beberapa pengawal di perpustakaan, dia tengah belajar. Dan dia suka itu, entah sejak kapan.
Pesta masquerade yang di suguhkan dengan sajian musik klasik ala kerajaan, "Nona?"
"Hm?" Alka menoleh ke sebelah kiri, saat ini Dante sedang berada di meja seberang sana untuk mengambil minuman, "Iya?" lanjutnya.
__ADS_1
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda," senyum penuh makna, "Nona Alka Monarch!"
Deg!
Siapa pria asing di hadapannya ini? Wajah Alka berubah pias, "Apakah ratu sudah mengetahui jati diri mu yang sebenarnya?" dia semakin mendekat membuat Alka panik, "Jangan berteriak!" sebuah belati menekan perutnya, bibir Alka bergetar.
"Setiap titik di istana ini telah di pasangi bom, ambil ini dan larutkan kedalam minuman William!"
"Apa yang kau inginkan?" tanya Alka dengan gemetar panas dingin.
"Setelah itu, ikutlah dengan kami... maka tak satupun keluarga kerajaan yang akan terancam, termasuk putramu... aku tahu dia saat ini sedang berada di dalam perpustakaan, kan?"
"Kalian pengecut!"
"Benar," pria itu menyeringai, semakin menekan belati di sisi perut Alka, "Aku ingin tahu mengapa kakek tua itu sangat menginginkanmu!"
Deg!
"Cepat! Waktu yang tersisa hanya lima menit tiga puluh detik, nona Alka..." seringainya di akhiri dengan pertunjukan timer di tangannya.
***
Resah sudah pasti, Alka tengah bermain dengan waktu. Waktu adalah pedang, tiga menit berlalu maka tak ada lagi alasan untuk menolak.
Alka mendekat ke arah Dante, "Sayang?"
__ADS_1
"Alka? Ada apa?" sesuatu tak beres, Dante bisa melihat itu di manik Alka.
"Aku mau minum di gelas yang sama dengan mu... boleh, kan?"
"Kenapa bertanya seperti itu? Minum saja."
Dante memberikan gelasnya membiarkan sang istri ikut meneguk minuman itu di tempat yang sama, berbagi bibir untuk yang terakhir kalinya.
Habis ia minum, Alka mengambil minuman yang baru, memasukan bubuk larut itu kedalamnya dengan cepat saat Dante sedang sibuk menerima ucapan selamat atas kembalinya dirinya ke istana ini.
"Sayang?" bisik Alka lirih menarik ujung lengan jasnya, "Sayang!"
Perhatian Dante teralihkan, "Alka ada apa denganmu?"
"Minum, aku sudah meneguknya."
"Tunggu sebentar, aku masih berbincang dengan para tamu."
"Selamat malam pangeran William?" pria itu melempar senyuman khas mata sipit, lesung Pipit di bawah bibirnya, lalu menatap Alka dengan tak biasa. Dia pria yang sama, lalu menaikan satu alisnya, serius.
Memerintahkan Alka untuk memberikan minuman itu kepada Dante.
Waktumu tidak banyak, nona Alka!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Slow up ya, sambil nunggu kontrak turun🤗