
Malam hari pun tiba sesuai dengan apa yang di amanat kan Dante tadi siang, malam ini dr.Chaterine Mike baru saja sampai di kediaman tuan muda.
Mike hanya seorang diri tanpa membawa asistennya, begitu keluar dari mobil Mike pun bergegas masuk ke dalam rumah.
Dua penjaga di depan itu menghentikan langkah kakinya, "Maaf Nona, tolong sebutkan nama dan tujuan anda datang ke rumah ini."
"Namaku Chaterine Mike, panggil saja aku ... Mike, Tuan muda Dante memintaku untuk datang kemari."
"Baiklah, silakan masuk Nona... maaf sudah bersikap tidak sopan," keduanya mengangguk lalu membukakan pintu rumah.
"Tak apa, santai saja..." Mike pun membalas anggukan kepala mereka, dan lekas masuk ke dalam rumah.
"Wah, rumahnya besar sekali... aku bahkan tidak tahu jika Tuan muda telah menikah."
"Selamat malam Nona?" seru Emy yang mendekat ke arahnya, "Tuan muda sudah menunggu Nona di dalam..." imbuh Emy seraya menunjuk tangga yang mengarah di lantai dua itu.
"Ah iya aku mengerti, terima kasih sudah menyambut ku..."
__ADS_1
Mike pun bergegas menapaki anak tangga itu satu persatu, menuju kamar utama.
"Mewah sekali rumah ini," tutur Mike dengan lirih sembari mengetukkan satu kakinya di lantai karena letih, "Mungkin ini kamarnya," saat Mike baru saja mau mengetuk daun pintunya, dirinya di buat terkejut saat Dante membuka pintu kamarnya dengan timing yang pas.
"Tu- tuan muda?" oh... astaga, mengagetkan ku saja, 🥴
"Masuklah, aku sudah menunggu mu sejak tadi.
Di atas ranjang itu sudah ada Alka yang mengenakan piyama biru berbahan tisu, rambutnya di kuncir satu.
Apakah dia istri tuan muda? Wah ... manis sekali... gumam Mike dengan takjub. "Selamat malam, Nona."
"Selamat malam, dokter..."
Jantung Alka semakin berdegup kencang, jika malam ini ia ketahuan telah mengkonsumsi pil KB, dirinya hanya bisa pasrah dan banyak berdoa saja.
Mike mengangguk, dan segera membuka tas medisnya untuk memakai sarung tangan medis putih, lalu mengeluarkan peralatan pendukung untuk pemeriksaan ini.
Wajah Alka berubah mewah, dia malu.
"Nona, tolong kerja samanya," imbuh Mike dengan ramah dan sopan.
__ADS_1
Ragu-ragu Alka membaringkan tubuhnya, namun Mike sekali lagi memohon kerjasama yang baik.
"Nona tidak perlu malu, saya sudah terbiasa memeriksa pasien yang seperti ini Nona," senyum hangatnya berhasil meyakinkan Alka.
Alka pun mengangguk, dan melepaskan cd nya dengan perlahan.
Lalu membuka kedua kakinya selebar pinggul, Mike yang sudah memakai masker dan sarung tangan itu pun bergegas mengambil alat yang begitu kecil dan tipis, "Nona, cobalah untuk rileks... tarik napas yang dalam dari hidung dan keluarkan dari mulut."
Alka mengikuti instruksi itu berulang kali, tiga detik kemudian Mike memasukkannya ke dalam kelembutan Alka, "Emh!" Alka mengernyit rasanya seperti di sengat semut merah.
"Tidak apa-apa Nona, santai saja... ini tidak akan lama."
Rasanya benar-benar asing, Alka meremas kuat seprai hingga ia berkeringat.
Benda itu serasa bertahan selama setengah jam di dalam rahimnya, padahal sebenarnya hanya tiga menit saja.
Mungkin karena ini adalah pemeriksaan pertama kalinya.
"Selesai..." imbuh Mike dengan senyumannya, lalu dia beralih mengambil alas hitam datar, menuangkan cairan yang berasal dari rahim Alka, kemudian menaruhnya di mikroskop medis.
Wajah Alka mendadak pucat, Dante bisa melihat kegelisahannya.
__ADS_1
Sejenak Mike memeriksa cairan itu, "Apa ini?" Mike mengerutkan keningnya, "Tuan, ada sesuatu yang menjadi penghalang pembuahan antara spe -"
"Dokter!" seru Alka panik, dia menggeleng pelan dengan napasnya yang serasa tinggal sejengkal.