
Setibanya di California rombongan pun segera turun, beberapa mobil mewah sudah siap menunggu di bandara internasional.
"Hati-hati..." seru Dante seraya mengulurkan tangannya yang kemudian di raih Alka.
Mereka melangkah berdampingan dengan mesra, California, kampung halamannya yang memberikan sejuta kenangan. Taun telah berlalu dan kini Alka kembali dengan calon anak kedua mereka.
Sesampainya di bandara lebih tepatnya di ruang tunggu, "Sayang, aku mau ke toilet dulu..."
"Pergilah, Mark akan mengantarmu..."
"Hm... iya..."
"Mark, ikuti dia..."
Mark mengangguk dan segera mengikuti langkah kaki Alka dari belakang dengan menjaga jarak.
***
Selesai dari toilet Alka pun bergegas kembali, dia keluar dari lorong dan Ops! Tak sengaja bertabrak bahu dari belakang dengan Angela Monarch.
"Maaf-maaf, saya tidak sengaja -"
"Kau ini punya mata atau ti -" Angela terkejut saat menoleh ke samping, matanya memerah menahan amarah, "Dasar jal😡Ng!" teriak Angela membuat orang-orang di sekitar menatap Alka.
__ADS_1
Mark tak terima, "Jaga bicara anda, nona!"
Namun Angela tak peduli, dia mendorong Alka dan hampir jatuh jika saja Mark tak menopang tubuhnya.
"Maafkan saya, nona..." ucap Mark dengan lirih.
"Angela apa yang kau lakukan? Aku kakak perempuan mu, aku bukan wanita seperti apa yang kau sebutkan -"
Alka benar-benar terkejut saat melihat perut Angela yang membesar, bayi di dalam rahimnya milik Danton.
"Aku membenci dirimu, benci! Jika saja kau tidak kabur melarikan diri di hari pernikahan, ini semua tidak akan terjadi padaku!" Angela pun menangis tersedu-sedu, "Kau memang ja😡Lang! Aku akan membawa mu ke hadapannya agar aku bisa menggugurkan bayi sialan ini, lihat saja-"
"Mark!"
Alka mencoba memisahkan tangan Mark dari leher Angela, kasihan wanita itu. Napasnya tersengal.
"Nona tidak memiliki siapapun di tempat ini, bukankah Daniel Monarch telah menghapus nona dari silsilah keluarga?"
Seklera mata Angela hampir memenuhi mata, karena Mark tak kunjung melepaskannya akhirnya Alka pun berlutut di laki Mark.
"Nona!" seru Mark terkejut yang langsung melepaskan Angela dan membiarkannya pergi begitu saja dengan terbatuk-batuk.
Sementara Dante yang sudah menunggu lebih dari dua puluh menit di ruang tunggu, dirinya benar-benar kesal.
__ADS_1
Saat Dante beranjak dari kursi, Alka dan Mark pun muncul, Alka menatap Dante dengan nanar sedih, dia berlari dan menghamburkan diri di pelukan suaminya.
Dia menangis tersedu-sedu.
"Mark?"
Mark mengangguk pelan dan menceritakan semuanya, betapa geramnya Dante. Tangannya sudah terkepal dengan era. Dia marah.
"Tenangkan dirimu, Alka... jangan menangis," seru Dante dengan mengangkat dagu wanita itu, mereka bersitatap, lalu Dante mengusap air mata yang berharga itu.
Selama menikah dengannya ini adalah air mata pertama yang Dante lihat, hatinya sangat sakit saat melihat wanita yang ia cinta di perlakukan seperti ini.
"Jangan menangis lagi, aku melarang mu untuk menangis!"
"Maafkan aku..." ucap Alka dengan lirih, dia merasa dirinya tak di sayang, tetapi yang sebenarnya Dante benar-benar menyayanginya.
***
Rombongan kerjaan pun segera masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju hotel elit berbintang di California.
Tak lama mereka pun sampai, "Ayo," ucap Dante. Setelah check-in mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
Namun tidak dengan Mark, baru saja ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, pintu kamarnya sudah ada yang mengetuk.
__ADS_1