
“Baik, sampai ketemu malam nanti.”
Selesai menelepon, Regas melihat jam dengan ekspresi gembira. Sepuluh menit lagi, dia bisa pulang kerja. Oleh karena itu, Regas mulai membereskan barang-barangnya untuk bersiap pulang.
Pada saat itu, seorang pria paruh baya yang merupakan atasan Regas datang menghampirinya dengan sebuah dokumen.
Dia melemparkan dokumen itu ke atas meja, lalu berkata, “Kamu harus lembur malam ini untuk mengubah proposalnya. Klien sedang buru-buru.”
Regas tidak bisa berkata-kata.
Regas yang sudah berusia 28 tahun dan sebentar lagi akan memasuki usia 30 tahun tampak sangat kesulitan.
Kenapa orang ini memberikan dokumennya saat dia mau pulang? Menyebalkan!
“Pak Michael, suruh orang yang mengerjakan proposal ini untuk mengubahnya. Aku ada kencan buta malam ini.”
Michael sedikit tertegun, dia lalu berkata, “Aku memintamu mengerjakannya karena percaya dengan kemampuanmu. Ini juga waktunya kamu menunjukkan kemampuanmu. Proyek ini sangat penting. Kalau klien puas, aku akan memberimu bonus.”
“Kamu sudah bekerja selama bertahun-tahun di perusahaan ini, kemampuanmu juga sudah cukup. Tahun depan, aku akan mempromosikanmu. Wanita zaman sekarang sangat realistis. Apakah kamu masih perlu kencan buta sampai saat itu?”
“Kerjakan proposal ini dengan baik. Jangan mengecewakanku.”
“Aku ….” Ketika Regas ingin menjelaskan, Michael justru tidak memberikan kesempatan. Dia langsung berbalik dan kembali ke ruangannya.
Melihat proposal ini, Regas ingin sekali melemparkannya ke wajah Michael dan mengundurkan diri.
Sayangnya, sulit untuk mencari pekerjaan sekarang. Dia juga bukan anak orang kaya. Jadi, Regas terpaksa mengeluarkan ponsel untuk menjelaskan kepada pasangan kencan butanya bahwa dia harus lembur.
Sampai pukul sepuluh malam, Regas baru selesai mengerjakan proposal itu.
Dia meregangkan tubuhnya, lalu menyadari bahwa hanya dia yang tersisa di kantor. Setelah mengutuk Michael dalam hati, Regas bersiap-siap untuk pulang.
Ketika mengambil ponsel, dia melihat pesan yang dikirim oleh pasangan kencan butanya. Regas terkejut ketika melihat isi pesannya.
“Aku ingin mencari seseorang yang bisa menemaniku. Kamu sering lembur, ya?”
“Kalau begitu, kamu juga tidak bisa menemaniku walaupun kita pacaran. Kamu bukan orang yang aku inginkan, kita sudahi saja ….”
__ADS_1
Setelah meletakkan ponselnya, Regas duduk di kursi dan bengong untuk waktu yang lama.
Dia tidak sedih karena wanita itu menolaknya. Lagi pula, mereka hanya pernah melihat foto masing-masing, lalu mengobrol di chat dan tidak pernah bertemu.
Regas hanya berpikir, apakah kehidupan seperti ini yang dia inginkan?
Gaji perbulan hanya beberapa juta, dia juga sering lembur tanpa dibayar.
Dia putus dengan pacarnya karena pekerjaan.
Sudah tiga orang calon pasangan kencan butanya kabur karena pekerjaan.
Regas tiba-tiba merasa bahwa kehidupan seperti ini sangat tidak berarti. Sayangnya, demi hidup, demi uang, dia harus bersabar.
Sambil mengusap wajahnya, dia menarik napas dalam-dalam. Setelah menenangkan diri, Regas memutuskan untuk bersantai di pinggir pantai.
Meski sudah cukup larut, Regas perlu melampiaskan semua emosi negatif di hatinya saat ini.
Tempat yang dikunjungi Regas sebenarnya adalah kampung halamannya.
Kampung halamannya ada di sebuah pulau kecil, di selatan Provinsi Purlingo.
Tahun lalu, Regas membeli mobil agar lebih mudah untuk pulang ke kampung halamannya.
Lagi pula, tempat itu adalah sebuah pulau. Regas bisa memancing dengan perahu, menangkap ikan, pergi memancing, berkemah, dan lain-lain. Semua itu adalah hal-hal yang tidak akan pernah membuat pria bosan.
Sekitar satu jam kemudian, setelah melewati jembatan penyeberangan laut yang menghubungkan pulau dengan kota, Regas akhirnya sampai di pantai yang sering dia datangi.
Dalam kondisi normal, jika terjadi air surut pada pukul sebelas malam, sesekali kita dapat melihat satu atau dua pelaut.
Namun, hari ini kerumunan orang memadati pantai dan memungut sesuatu. Hal itu membuat Regas tercengang. Apa yang terjadi?
Setelah sampai di pantai, Regas mencium bau laut. Di bawah cahaya senter nelayan di sebelahnya, Regas melihat banyak sekali udang mantis di pinggir pantai.
Wah! Pantas saja pantai begitu ramai, siapa yang tidak suka mendapatkan udang?
Tak hanya itu, para penjual ikan pun tertarik untuk datang dan berdagang langsung di sana.
__ADS_1
Tanpa berkata apa-apa, Regas segera melaju kembali ke rumah tuanya, dia berlari masuk dan mengeluarkan semua ember yang ada di rumah, lalu bergegas kembali ke pantai untuk mengumpulkan udang.
Ketika Regas baru saja mengambil udang mantis hidup dengan panjang lima belas sentimeter, tiba-tiba muncul panel data di benaknya.
Buku Ilustrasi Perairan (Level 0)
Exp : (1/50)
Alat penangkapan yang didapatkan : Tangan, alat pancing.
Level binatang air paling tinggi adalah level 50
Jenis binatang air : udang ronggeng
Kemampuan khusus : Tidak ada
Regas mengedipkan matanya. Apakah ini kemampuan ajaib?
Regas mencoba menekan udang ronggeng, lalu panel data pun berubah.
udang ronggeng, nama lain udang mantis (Level 0)
Exp : 1/10
Ukuran +0%
Tingkat Kelezatan +0%
Persentase Penangkapan +0%
Kemunculan panel data ini membuat Regas mulai sedikit mengerti.
Poin exp pada Buku Ilustrasi Perairan mungkin berhubungan dengan jumlah jenis yang terbuka. Regas mungkin akan tahu setelah menangkap binatang yang lain.
Panel “udang ronggeng” sepertinya bisa naik level setelah menangkap udang mantis.
Naik level akan menambah poin atribut. Hanya saja, Regas baru tahu efek peningkatan atribut setelah naik level.
__ADS_1
Melihat udang mantis yang memenuhi seluruh pantai, Regas pun tertawa. Dia tidak perlu takut untuk naik level, bukan?