
Setelah memancing sebentar, Regas pun mendesak Andy untuk pulang.
“Aku masih mau memancing sebentar lagi,” ucap Andy yang tidak ingin pergi.
Regas tidak ingin membiarkannya. Dia langsung merebut alat pancing Andy sambil berkata, “Aku sudah mengundurkan diri, jadi tidak punya pemasukan per bulan. Jadi, besok aku harus pergi menjual ikannya di pasar sehingga tidak boleh tidur terlalu malam.”
“Kamu sudah mengundurkan diri?” tanya Andy dengan kaget. “Apa rencanamu ke depannya?”
“Sementara belum ada. Aku berencana untuk mencari uang dengan menangkap ikan. Kalau penghasilannya bisa mencukupi kebutuhanku, aku akan mencoba bertahan dulu.”
“Ini ….” Andy juga tidak bisa berkata-kata.
Mencarikan pekerjaan untuknya?
Andy sendiri juga masih bekerja dengan temannya.
Regas berkata, “Besok kita memancing ikan aligator saja. Siapa tahu kita beruntung dan bisa menangkapnya, kan?”
Setelah mendengarnya, Andy sedikit ragu. “Aku sudah mencoba memancingnya selama dua hari, tapi tidak berhasil. Aku juga tidak melihat ada orang yang menangkapnya. Aku mulai curiga bahwa itu adalah acara dari pengelola taman untuk menaikkan pengunjung.”
“Kita lihat saja dulu. Kalau kita tidak jalan-jalan, itu akan menyia-nyiakan ketampananmu.”
“Kamu jujur juga. Tapi, ketampananku memang tidak cocok disimpan di rumah.”
Mereka pun pulang.
Keesokan harinya pukul enam pagi, Regas dibangunkan oleh suara alarm.
Regas sudah lama tidak bangun pagi dan ingin tidur sebentar, tetapi dia berjuang untuk bangun dari tempat tidur karena tahu bahwa dia harus menjual ikan hari ini.
__ADS_1
Dari loteng ke kamar tidur di sisi kiri lantai dua, dia membuka pintu dan masuk. Andy sedang tidur nyenyak sambil memeluk bantalnya.
Setelah berpikir sebentar, Regas memutuskan untuk tidak membangunkannya. Dia akan pergi menjual ikannya dulu.
Regas berkeliling di pasar dan menemukan satu tempat yang menjual ikan air tawar.
“Pak, mau beli ikan mas liar tidak? Aku baru menangkapnya tadi malam.”
Mendengar hal tersebut, penjual ikan langsung tertarik. Setelah sekian lama menjual ikan, biasanya tidak ada yang membawa ikan untuk diual padanya.
"Aku lihat ikannya dulu."
Ikan mas liar dan ikan mas budidaya memiliki perbedaan yang besar, warna ikan mas liar putih dan akan tampak kuning di bawah sinar matahari, punggung lebih tinggi dan lebih aktif.
Ikan mas budidaya memiliki warna lebih gelap, ukurannya gemuk, perutnya besar dan lembek, dan relatif kurang aktif. Sekilas, kita tahu bahwa ikan itu jarang bergerak.
“Aku akan membelinya dengan harga enam puluh ribu per kilo.”
“Aku akan menjualnya dengan harga seratus ribu per kilo. Sekarang, kebanyakan ikan adalah ikan budidaya, jadi ikan liar tidak sulit dijual. Hari ini, aku punya urusan sehingga langsung menjualnya padamu. Kalau tidak, aku bisa menjualnya di luar. Orang-orang pasti akan berebutan walaupun aku menjualnya dengan harga seratus empat puluh ribu per kilo.”
Regas juga tidak basa-basi, dia langsung menyebutkan harga jualnya.
Dia ingin pergi ke kota untuk memancing ikan aligator. Hari ini, dia bersiap menangkap semua ikan aligator itu, sehingga dia tidak ingin menghabiskan waktu di tempat ini.
Sesuai ucapan Regas, ikan mas liar memang tidak sulit dijual.
Lagi pula, ukuran ikan yang ditangkap Regas juga tidak kecil dan masih sangat segar. Satu-satunya hal yang merepotkan adalah dia harus membersihkan ikannya sendiri. Tidak bisa dijual seperti ikan laut.
“Oke, oke. Aku akan membeli semuanya dengan harga seratus ribu per kilo.” Mereka memang harus saling tawar menawar untuk mencapai kesepakatan. Melihat Regas mengerti harga pasaran, ditambah dia masih bisa untung setelah membeli seratus ribu per kilo, penjual ikan itu tidak menawar lagi.
__ADS_1
Ikan Mas liar memang dapat dijual dengan harga seratus empat puluh ribu per kilo. Harga seratus dua puluh ribu per kilo adalah harga umum, setiap daerah memiliki harga yang berbeda.
Melihat penjual ikan itu sepakat dengan cepat, Regas juga tidak menyesal.
Dia memang bisa mendapatkan beberapa puluh ribu lebih tinggi kalau ditawar lagi, tapi Regas harus basa basi terlalu lama. Penjual ikan ini juga bukan wanita cantik, jadi Regas tidak ingin berlama-lama.
Regas mengeluarkan timbangan elektronik yang baru dibelinya. Penjual ikan mengedipkan matanya saat melihat ini, tapi tidak banyak bicara.
Semalam, Andy juga menangkap dua ekor, jadi total ada 29 ekor ikan. Setelah ditimbang, Regas tidak menyangka bisa mencapai berat 9,15 kilogram. Berat rata-rata setiap ikan sekitar 300 gram. Total 915 ribu rupiah.
Namun, Regas mengurangi 15 ribunya dan hanya menerima 900 ribu saja. Regas tidak terlalu memperdebatkan uang kecil itu. Penjual ikan pasti akan menawar untuk beberapa puluh ribu itu, jadi tidak ada gunanya berdebat.
Regas meminta sedikit air bersih untuk membersihkan embernya. Setelah itu, Regas pergi membeli dua bungkus sarapan, kemudian pergi ke toko alat pancing.
“Pak, ada rekomendasi apa untuk pancing lure?”
“Untuk berlaut atau di pinggir pantai saja?”
“Apa bedanya?”
“Tentu saja ada. Kalau untuk ke tengah laut, kamu hanya perlu membeli pancing lure sepanjang 2,1 meter dan 2,4 meter saja. Kalau di pinggir pantai, kamu harus menggunakan 2,7 meter.”
Setelah berpikir sebentar, Regas memutuskan untuk membeli pancing lure 2,4 meter. Regas merasa cukup untuk jangkauan 20 sampai 30 meter.
Kalau ingin melempar dari pinggir pantai, lebih baik dia membeli pancing teleskopik saja.
“Aku pilih yang 2,4 meter saja.”
“Boleh, aku akan merekomendasikan M straight handle pancing lure, cocok untuk pemula. Kekurangannya adalah lemparannya tidak terlalu akurat, sensitivitasnya akan sedikit lebih buruk.”
__ADS_1