Ikan Yang Kupancing Bisa Upgrade

Ikan Yang Kupancing Bisa Upgrade
Bab 7 Naik Level Dengan Cepat


__ADS_3

Regas berjalan di sekitar area batu karang, tapi tidak menemukan ikan, kepiting laut dan yang lain. Namun, siput laut dan tiram kecil cukup banyak.


Hari ini, dia berencana untuk mengambil lebih banyak siput laut dan menjualnya di dermaga sekitar pukul lima sore.


Sebagai negara kepulauan, pasti sangat banyak nelayan di sekitar tempat ini.


Sekarang, sumber daya lepas pantai lebih sedikit. Para nelayan yang punya modal akan bekerja sama untuk membeli kapal dan pergi melaut. Para nelayan yang kekurangan akan pergi ke lepas pantai dengan kapal tua untuk mendapatkan beberapa tangkapan bagus.


Sejak pembukaan jembatan lintas laut, orang-orang di perkotaan sering berkendara ke dermaga ini untuk menunggu kapal nelayan kembali ke pelabuhan dan membeli tangkapan laut yang segar.


Hal ini menyebabkan harga beberapa tangkapan laut di dermaga terus naik, bahkan dua kali lipat dari harga di pasar.


Sehingga pendapatan tahunan nelayan pun meningkat drastis. Umumnya, seorang nelayan bisa mendapatkan ratusan juta per tahun. Hanya saja, nelayan merupakan profesi yang melelahkan, sehingga kebanyakan anak muda tidak sanggup melakukannya.


Namun, hal itu adalah kabar baik bagi Regas. Paling tidak, dia tidak perlu khawatir dengan penjualan hasil tangkapannya.


Dia memegang ember sambil mencari dan memungut, tak berapa lama pinggang Regas mulai terasa pegal.


Regas menegakkan tubuh dan memukul pinggangnya, dia merasa lebih baik.


Memancing bisa menjadi hobi dan menangkap binatang air di pinggir pantai bisa menjadi olahraga.


Setelah memungut siput laut selama setengah jam, Regas mendapatkan sekitar puluhan ekor. Dia pun memeriksa panel data.


Reishia clavigera , nama lain siput laut (Level 2)


Exp : 13/30


Ukuran +2%

__ADS_1


Tingkat Kelezatan +2%


Persentase Penangkapan +2%


Persentase penangkapan dan ukuran tampak menarik. Bukankah itu artinya Regas bisa mendapatkan siput laut yang lebih besar ketika berjalan di pinggir pantai.


Masa tenang setelah air surut sekitar dua jam, yaitu ketika hampir pukul tiga, air laut mulai naik.


Regas terpaksa bergerak ke arah pantai, dia harus naik ke darat sebelum pukul setengah empat.


Ketika memungutnya, Regas tidak memedulikan ukuran kecil atau besar. Namun kalau mau dijual, dia harus melepaskan beberapa siput laut seukuran kuku kecil.


Sambil memegang segelintir siput laut kecil di tangannya, Regas mulai penasaran. Apakah dia bisa melepaskan semua siput laut kecil ini kemudian menangkapnya lagi? Kalau begitu, apakah poin expnya akan terus bertambah dengan cepat?


Oleh karena itu, Regas mencari satu lubang yang mudah dikenali, kemudian melepaskan siput laut ke dalamnya.


Setelah itu, Regas mengambil satu lagi dan melemparkannya ke dalam ember. Tentu saja, poin expnya tidak berubah.


Kalau begitu, Regas tidak bisa melepaskan ikan di waduk sesuka hati ke depannya. Dia harus melepaskannya di tempat yang lebih jauh.


Regas mengemudikan mobil ke sisi jalan di atas dermaga, lalu memarkirkannya. Setelah itu, dia berjalan ke dermaga sambil membawa ember.


Dermaga di sini sangat kecil dan ada dua jalan untuk turun.


Salah satunya adalah anak tangga yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, sedangkan yang lainnya bisa dilewati mobil.


Namun, banyak orang yang datang untuk membeli makanan laut, sehingga pasti sangat ramai. Orang yang tahu pasti akan berjalan kaki.


Regas mengambil jalan pintas dan berjalan sekitar sepuluh menit sebelum tiba di dermaga. Dermaga sangat ramai, dan beberapa perahu sudah kembali.

__ADS_1


Setelah membawa ember turun, beberapa orang segera datang melihat isi embernya.


“Halo, siput laut ini kamu tangkap sendiri, ya? Mau dijual tidak?”


“Itu saja?”


Melihat beberapa orang yang mendekat, Regas pun mengeluarkan siput lautnya sambil berkata, “Aku mengambilnya dari pinggir pantai. Ukurannya cukup besar dan kurang lebih sekitar satu kilo lebih. Aku jual seratus dua puluh ribu saja. Siapa yang mau bisa langsung ambil.”


“Seratus dua puluh ribu? seratus ribu saja, aku akan membelinya.” Mendengar harganya yang murah, seorang wanita paruh baya langsung memeriksa siputnya sambil menawarnya.


Melihat orang itu mengenakan dompet pinggang, Regas tahu bahwa orang itu pasti penjual ikan.


Jika wanita itu membeli dari Regas, dia bisa menjualnya seharga 140 ribu per kilo. Lalu, total siput laut di dalam ember tidak hanya satu kilo. Sepertinya wanita itu bisa untung sekitar dua puluh ribu sampai empat puluh ribu.


Ada seorang pria di sekitarnya yang merupakan pembeli langsung. Mendengar Regas ingin menjual dengan harga seratus dua puluh ribu, dia langsung berkata, “Aku akan membelinya dengan harga seratus dua puluh ribu. Aku akan transfer sekarang juga.”


Pria itu mengeluarkan ponsel dan segera ingin membelinya.


“Seratus dua puluh ribu aku juga mau.”


Melihat ada yang ingin merebutnya, wanita itu juga panik. Dia tidak lagi menawar dan segera mengeluarkan uang dari dompetnya.


“Bu, bapak ini hanya ingin makan sendiri. Aku juga hanya punya satu kilo siput laut, kamu tidak akan untung besar. Jangan rebut lagi.”


Regas mendorong uang yang diberikan wanita itu, kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menerima uang dari pria itu.


“Baiklah!” Wanita itu juga tidak berdebat lagi karena dia hanya bisa untung beberapa puluh ribu saja. Dia pun tersenyum sambil berjalan pergi untuk menunggu hasil tangkapan orang lain.


Setelah membayarnya, pria itu mencari satu kantong plastik, kemudian menuangkannya ke dalam kantong itu.

__ADS_1


Regas lalu membawa ember kosong dan pergi dari tempat ini. Dia mampir ke toko alat pancing untuk membeli beberapa barang.


Di perjalanan, dia menyadari banyak cacing laut di tempat ini, jadi dia ingin mencoba menangkapnya.


__ADS_2