
Namun, Regas tidak tahu harus menggali cacing laut di mana. Untungnya, dia bisa bertanya kepada seorang teman.
Regas segera mengeluarkan ponsel untuk menghubunginya.
Tak lama kemudian, panggilan telepon pun tersambung. Terdengar suara anak muda dari ujung telepon.
“Kenapa kamu telepon malam-malam?”
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin bertanya apakah kamu tahu di mana aku bisa menggali cacing laut?”
“Cacing laut? Kamu ingin menggalinya?”
“Iya, aku lagi ada waktu luang, makanya ingin menikmati hidup.”
“Menikmati hidup? Cacing laut tidak mudah digali. Dataran pasang surut Ancal sana ada banyak cacing laut, tetapi pinggangmu akan sangat sakit kalau ingin melakukannya.”
“Oh, ada di sana ya? Baik, aku mengerti.” Awalnya, Regas ingin menutup panggilan teleponnya, tetapi dia tiba-tiba ingat temannya ini juga suka memancing. Temannya ini tidak punya modal besar, dia hanya menggunakan satu alat pancing saja.
Regas pun memutuskan untuk mengajak temannya karena dia merasa bosan untuk memancing sendiri.
"Andy, belakangan ini aku tinggal di kampung halamanku. Aku sudah dua hari ini memancing di waduk di gunung. Ikan Mas cukup banyak di sana. Mau ikut?"
“Sialan! Kamu juga bisa mancing? Kenapa gak bilang dari awal? Beberapa hari ini aku sering pergi memancing, tetapi tidak mendapatkan apa pun. Aku akan pergi ke sana kalau ada waktu.”
“Baiklah, sepakat.”
Setelah memutuskan teleponnya, Regas awalnya ingin langsung pergi ke waduk. Namun, dia tiba-tiba teringat maling ikan yang muncul kemarin malam.
Setelah ragu-ragu sejenak, dia pulang lebih dulu.
Regas mengeluarkan ikan belang putih dan ikan mas sambil berjalan ke arah halaman depan.
Setelah memperhatikan sekitar dan tidak melihat maling ikan, Regas pun meletakkan ikannya di samping sumur, lalu berjalan pergi.
Setelah dia pergi, kucing itu muncul lagi. Ia berdiri di atas dinding halaman sambil memperhatikan pergerakan sekitar.
Setelah merasakan situasinya sangat aman, kucing itu langsung melompat ke bawah. Ia berlari pergi sambil menggigit Ikan Belang Putih paling besar
__ADS_1
Ketika sampai di tempat yang dirasa aman, kucing itu terus memperhatikan sekitar. Ketika merasa tidak ada bahaya, ia mulai menikmati makanannya sendiri.
Setelah memakan seekor Ikan Belang Putih, dia membersihkan mulutnya dengan lidahnya. Dikarenakan masih belum kenyang, kucing itu berjalan kembali ke pekarangan.
Regas yang kembali ke waduk merasa sedikit bingung karena tidak ada yang memancing di malam hari. Sekarang, matahari masih belum terbenam.
Setelah malam hari, waduk akan menjadi sangat gelap dan dingin, sehingga Regas pun ketakutan.
Regas mulai ragu apakah harus memancing di malam hari. Bagaimanapun, dia sering menonton film horor, sehingga mudah untuk berpikir aneh-aneh di lingkungan seperti ini.
Setelah melihat Buku Ilustrasi Perairan di benaknya, dia akhirnya memutuskan untuk memancing di malam hari.
Regas membuat sarang umpan terlebih dahulu, lalu mengeluarkan bubuk pengusir ular dan menaburkannya di sekitar posisi memancing. Setelah itu, Regas mengeluarkan alat pancing dan mengikatnya ke pelampung bercahaya untuk mulai memancing di malam hari. Regas juga meletakkan lampu kepala di sebelahnya agar bisa digunakan kapan saja.
Umpan pagi tadi sudah mulai mengering. Untuk menghemat uang, dia menuangkan air lagi dan mengaduknya beberapa kali.
Waktu menunjukkan pukul enam sore dan saat inilah ikan keluar untuk mencari makan dan paling aktif.
Setelah melemparkan umpan ke dalam air, seekor ikan mengambil umpannya dalam waktu setengah menit.
Ketika Regas ingin menarik alat pancingnya, sebuah kekuatan yang kuat tiba-tiba menariknya. Tongkat pancing itu mulai bengkok seperti ditarik oleh benda berat. Bagian kepala ujung tongkat pancing mulai terkubur di dalam air.
Regas buru-buru memegang pancing dengan kedua tangan untuk menstabilkannya, tapi dia sangat terkejut.
Kail yang dia gunakan hanya untuk ikan air tawar berukuran kecil dan sedang, beberapa ikan karnivora ganas tidak mau memakan kailnya sama sekali. Walaupun memakannya, mereka dapat kabur dengan mudah. Apa yang terjadi?
Dilihat dari kekuatan tangannya, ikan yang tertangkap seharusnya tidak kecil, tetapi juga tidak terlalu besar.
Hanya saja Regas takut tongkat pancingnya patah. Jadi, dia tidak berani menggunakan terlalu banyak tenaga. Dia mulai menariknya dengan pelan agar bisa menghabiskan tenaga ikan itu.
Memancing ikan mas dan ikan belang putih tidak perlu ditarik sama sekali. Regas bisa langsung mengangkatnya dengan mudah. Namun, ikan mas besar sekitar setengah kilo kemarin itu memang membutuhkan sedikit tenaga.
Setelah lima atau enam menit, ikan itu masih belum dia lepaskan, melainkan ditarik ke permukaan oleh Regas.
“Ini ….” Awalnya, Regas cukup senang ketika melihat ikan sepanjang lebih dari 40 sentimeter itu. Kalau ikan karper tentu saja tidak buruk, tetapi kalau ikan rumput akan semakin baik.
Namun detik berikutnya, ketika Regas melihat mulut besar ikan itu yang milik buaya, Regas pun merasa kecewa.
__ADS_1
Sial, ternyata itu ikan aligator!
Kenapa ada ikan aligator di tempat ini? Siapa bajingan yang melepaskannya?
Regas menunjukkan ekspresi serius. Ini merupakan spesies invasif.
Sekarang, Regas tidak tahu ada berapa ekor ikan aligator di dalam waduk dan sudah dilepaskan berapa lama.
Kalau ikan aligator sudah mulai berkembang biak, itu akan merepotkan karena semua ikan tidak akan bisa bertahan hidup lagi di waduk ini.
Awalnya, Regas tidak peduli apakah ikan itu dilepas atau tidak, dia hanya ingin memastikan tongkat pancingnya tidak patah.
Sekarang, Regas harus mengangkat tangkapan itu karena sudah memastikan bahwa itu adalah ikan aligator.
Regas yang tadinya tidak mengerahkan banyak tenaga, kini menggunakan sedikit tenaga lagi untuk menariknya. ikan aligator dalam kesakitan yang tak tertahankan, ia berjuang keras di permukaan air.
Alat pancingnya mengeluarkan suara dan mulai tidak bisa bertahan.
Setelah melihatnya, Regas terpaksa mengurangi tenaganya untuk melawan ikan aligator itu.
Memancing sangat menguras tenaga, Regas tidak mengetahuinya sebelumnya.
Namun, setelah 3 sampai 4 menit berkutat dengan ikan aligator, Regas baru menyadari bahwa ikan yang dia tangkap sebelumnya terlalu “lembut”.
Walaupun berat ikan aligator ini hanya sekitar 1 sampai 1,5 kilo, Regas tetap membutuhkan waktu yang lama.
Setelah 3 sampai 4 menit kemudian, ikan aligator itu akhirnya kehabisan tenaga dan bisa ditarik ke atas air.
Regas menghembuskan napas dan merasa lega. Dalam sepuluh menit terakhir, seolah-olah dia telah keluar dan berlari sejauh seribu meter, seluruh tubuhnya menghangat, dan dahinya bahkan sedikit berkeringat.
Setelah mendekat dan melihatnya, Regas akhirnya mengerti kenapa ikan aligator tidak bisa dilepas.
Umpan yang dia buat tidak menarik bagi ikan aligator, tetapi sarang yang dia buat menarik banyak ikan, sehingga menarik ikan aligator ini.
Awalnya, satu ekor ikan mas kecil menggigit umpannya, tapi ikan mas itu langsung digigit oleh ikan aligator setelah memberontak dua kali.
Hal ini menyebabkan kail tertelan ke dalam perut Ikan Aligator dan kebetulan mengenai organ dalamnya, sehingga membuatnya tidak dapat memuntahkan kail.
__ADS_1
Tepat ketika Regas berpikir tentang bagaimana membunuh ikan aligator ini, tiba-tiba muncul perubahan baru pada Buku Ilustrasi Perairan di benaknya.