Ikan Yang Kupancing Bisa Upgrade

Ikan Yang Kupancing Bisa Upgrade
Bab 17 Mengobrol Dengan Wanita Cantik


__ADS_3

Tubuh ikan amur putih yang tersisa dipotong-potong satu per satu oleh Regas, lalu dsusunnya berbentuk lingkaran di atas piring, Setelah itu, Regas memotong beberapa daun bawang dan irisan jahe di atasnya, lalu memasukkan beberapa cabe rawit, kemudian menutupnya untuk mulai dikukus.


Ikannya dipotong-potong menjadi potongan kecil sehingga tidak perlu dikukus sama sekali. Regas hanya perlu menunggu lima menit lagi setelah air mendidih.


Setelah ikan selesai dikukus, nasi pun sudah jadi. Melihat cuaca hari ini bagus, Regas mengeluarkan meja lipat dan membersihkannya, kemudian meletakkannya di halaman depan.


Regas lalu menuangkan kecap ikan ke ikan kukus itu, lalu menyiramnya dengan minyak panas. Setelah itu, hidangan ikan kukus siap untuk disajikan.


Dia mengambil satu mangkok nasi dan ikan, lalu pergi ke halaman depan untuk menikmati makan malamnya.


Setelah mencicipi ikannya, rasanya halus dan empuk serta tidak ada bau amis berlebih. Rasanya benar-benar enak, bahkan tidak kalah dengan rasa ikan bass. Hanya saja tidak ada aroma ikan laut.


Setelah makan dua suap nasi, Regas melihat kucing itu kembali lagi.


Kali ini, dia tidak datang dengan tangan kosong, melainkan menggigit tikus besar seberat 500 gram.


“Apakah masih belum kenyang?” Regas terkejut.


Kemudian, Regas melihat kucing itu datang tidak jauh darinya hanya untuk mendengar suara tulang yang diremukkan dan jeritan tikus sebelum mati.


Setelah beberapa saat, tulang punggung dan tengkorak tikus itu hancur dan tidak dapat melarikan diri, kucing itu mendatangi Regas dengan tikus di mulutnya, meletakkan tikus itu sambil mengeong.


Seolah-olah sedang berkata, “Apakah kamu mau makan?”


Sudut mata Regas berkedut. Dia berusaha tersenyum sambil berkata, “Terima kasih, kamu makan saja. Aku tidak butuh.”


Setelah berbicara, Regas menunjukkan nasi dan ikan di mangkoknya.


Kucing itu sepertinya mengerti apa yang dikatakan oleh Regas. Dia menggigit tikus itu lagi, lalu pergi ke tempat ia makan ikan sebelumnya. Dia mulai menggigit kepala tikus sampai berbunyi.


Regas melihat jelas darah tikus mengalir keluar, lalu kepalanya pelan-pelan dimakan oleh kucing itu.

__ADS_1


Regas tiba-tiba merasa sedikit mual, nafsu makannya yang semula baik tiba-tiba menghilang.


“Astaga!”


Regas terpaksa membawa ikan dan nasi ke dalam rumah untuk makan. Dia tidak ingin melihatnya.


Sayang sekali nafsu makannya hilang. Jadi, Regas tidak makan banyak, ikannya juga tidak habis dia makan.


Regas terpaksa membawa ikan dan nasi kembali ke dapur, menuangkan nasi kembali ke penanak nasi, membungkus ikan dengan bungkus plastik dan memasukkannya ke dalam kulkas.



Setelah bermain sebentar, kucing itu menggigit bangkai tikus dan pergi dari rumah Regas. Kucing itu tidak lagi bersikap waspada pada Regas.


Regas sedikit tidak berdaya, dia membersihkan halaman depan, mandi dan kembali ke kamar tidur untuk terus belajar tentang beberapa ilmu memancing dan metode perawatan alat pancing.


Melalui pengalaman memancing beberapa hari yang lalu, Regas tahu dia harus belajar lebih banyak.


Sebagai seorang pemula, jika dia ingin cepat menjadi profesional, Regas harus bisa menonton dan belajar lebih banyak.


Dengan rasa penasaran, Regas mengeluarkan ponselnya, membuka Youtube dan mencari akun Merysa.


Gambar profilnya adalah seorang wanita cantik yang mengenakan baju renang, dengan riasan tebal dan wajah yang cantik. Namun, dari raut wajahnya masih terlihat bahwa dia adalah Merysa.


Setelah menekannya, Regas menemukan bahwa ada cukup banyak video yang diunggah di dalamnya. Pada dasarnya semuanya adalah video menari.


Ketika mulai menontonnya, Regas melihatnya sampai larut malam.



“Sial! Sudah pukul sepuluh.”

__ADS_1


Keesokan harinya, Regas bangun terlambat.


Regas tidak tahu kapan dia tertidur tadi malam, dia hanya tahu bahwa dia tertidur saat menonton video.


Regas mencari nomor kontak Merysa, lalu mengirim pesan teks: “Aku sudah membantu menaikkan jumlah view di akunmu tadi malam. Jadinya, aku bangun telat pagi ini. Bukankah kamu harus memberikan kompensasi padaku?”


Setelah menunggu satu atau dua menit, tidak ada balasan dari Merysa. Jadi, Regas bangun dan mandi, lalu pergi untuk menggali cacing laut.


Regas tidak memerlukan peralatan khusus untuk menggali cacing laut, cukup cangkul bergagang pendek.


Sudah hampir jam sebelas saat dia sampai di jembatan penyeberangan laut. Jadi, Regas pergi ke restoran cepat saji dan memesan daging rebus untuk makan siang.


Regas melakukan pekerjaan fisik hari ini, jadi dia harus makan daging supaya punya tenaga.


Dia juga pergi membeli sandwich dan sebotol susu kurma untuk persiapan sore hari.


Merysa akhirnya membalas pesan tersebut saat makan siang.


“Maaf, aku tidak mengecek ponselku tadi pagi.”


“Apakah kamu sudah menonton videoku? Bagaimana? Coba kasih komentar.”


"Lalu, kamu ingin kompensasi seperti apa?”


Setelah melihat balasan tiga kali berturut-turut, Regas merasa bahwa wanita itu memiliki kesan baik padanya. Seharusnya Regas pergi ke sana pagi ini. Regas bukan sengaja untuk membiarkannya.


“Bukankah aku ketiduran adalah komentar terbaik untuk videomu?”


“Kalau aku yang menyebutkan kompensasinya, bukankah sangat membosankan? Harusnya kamu yang menyebutkannya.”


Jauh di atas gunung, Merysa yang sedang duduk di sebuah restoran kecil menunggu makanan disajikan pun tersenyum ketika melihat pesan balasan.

__ADS_1


Kalau melihat video sampai ketiduran, bukankah Regas sudah terpesona oleh kecantikannya?


Merysa berusaha berpikir sejenak tentang kompensasinya. Dia lalu membalas pesannya: “Setelah aku pulang, aku akan mentraktirmu makan.”


__ADS_2