IN ANOTHER WORLD WITHOUT MY EQUIPMENT

IN ANOTHER WORLD WITHOUT MY EQUIPMENT
Prolog


__ADS_3

Dahulu kala ada seorang pria yang berhasil mendapatkan keabadian. Namun ternyata, keabadian bukanlah hal yang cukup bagus. Ia sering dihantui oleh perasaan bosan di sepanjang hidupnya.


Meskipun begitu, dia tidak pernah menyerah seperti mencari cara agar dia bisa mati ataupun berharap matanya tidak terbuka terbuka di hari esok.


Dia hanya menjalani kehidupan seperti biasa, karena dia tahu Itu adalah tanggung jawabnya, untuk terus hidup dan menjaga ketujuh Roh Element yang ada didalam tubuh abadinya itu.


Suatu hari, pria itu datang ke tempat tinggal sahabatnya. Dia merasa harus menemuinya sekaligus melihat perkembangan dunia yang sedang diawasi oleh sahabatnya itu.


Mungkin aku bisa menghilangkan kejenuhanku dengan bertemu dengannya. Itulah yang dipikirkan oleh si pria abadi saat dalam perjalanan menemui sahabatnya.


<«|»>


“Ada banyak hal yang telah terjadi, tapi ... benar yah, sudah cukup lama kita tidak berbicara seperti ini. Ini terasa menyenangkan,” ucap si pria abadi. Dia memakai jubah berwarna hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Dia duduk di atas kursi yang terlalu besar baginya. Bahkan itu bisa dibilang sangat besar karena memang bukan dibuat untuk manusia.


“Ya, terakhir kali aku berbicara denganmu adalah seratus lima belas tahun yang lalu, kukira? Yah, benar aku masih bisa mengingatnya dengan jelas.”


Makhluk besi yang duduk didepannya adalah seorang Robot raksasa. Dia merupakan sahabat si pria abadi. Suaranya sebenarnya sangat keras, namun itu terdengar normal bagi si pria abadi, karena alat di telinganya itu.


“Aku sudah cukup bosan melihat hal-hal yang ada di dunia ini kau tahu? Itu sebabnya aku datang kesini. Aku bertanya-tanya apakah ada hal baru yang telah kamu temukan?”

__ADS_1


“Hmm ... Sebenarnya, aku berhasil menciptakan portal baru beberapa tahun yang lalu.” Mahluk besi itu sebenarnya sedikit ragu untuk menceritakannya. Tapi dia tetap menceritakannya, karena dia adalah sahabat yang sangat ia hormati.


“Portal baru?” Pria itu terkejut. Mata merahnya melebar karena dia merasa senang. Wajahnya terlihat begitu tampan dan sangat muda meskipun dia telah berusia ribuan tahun.


“Yeah ... Tapi itu belum sempurna, ada bagian khusus yang masih perlu disempurnakan lagi. Itu juga sedikit berbeda dengan yang pertama,” jawab mahluk besi itu.


“Benarkah? Memangnya baru berapa persen?”


“Sekitar 80%. Tapi aku yakin, setelah selesai, kualitasnya tidak akan kalah dengan yang pertama!”


makhluk itu mengangkat dan mengepalkan jari-jemari besinya, dia sangat percaya diri akan ciptaanya itu.


“Begitu, ya!? Aku ingin tahu dunia seperti apa yang ada di sana. Apa aku boleh mencobanya sekarang?” Pria itu terlihat sangat tertarik dengan portal tersebut, ia bahkan sampai tidak peduli dengan kata 'Belum sempurna'.


“Tentu saja. Tapi ... kau tahu kan, resikonya tinggi karena ini belum 100%. Ada juga beberapa bagian yang sedikit khusus. Akan lebih baik kalau kau mau menunggu sampai benar-benar sempurna dan aman. Dan lagi, kau juga harus meminta izin dengan dia. Dia pasti ingin ikut kemanapun kau pergi, bukan? Akan menjadi masalah besar jika kau meninggalkannya sendirian.”


“Yahh ... Aku tahu itu,” ucap pria itu dengan lesu, kemudian dia menghela nafas panjang.


“Oh, ya, Aneh sekali dia tidak menempel padamu. Di mana dia?”


“Aku menyuruhnya untuk menunggu di rumah kali ini. Kita tidak harus selalu bersama, kau tahu?”

__ADS_1


“Hahaha... Begitu, yah?”


Mereka melanjutkan dengan membicarakan hal-hal yang lain selama beberapa waktu ke depan.


Sampai sekitar dua jam setelah pertemuan yang sebenarnya belum selesai itu. Karena ada keadaan mendesak yang harus ditangani oleh si mahluk besi, itu membuat si Pria abadi harus menunggu untuk waktu yang cukup lama, dan itu membuatnya bosan.


Kemudian karena hal tersebut, sesuatu yang buruk pun terjadi. Sangat buruk!


Lokasinya adalah di ruangan tempat portal yang disebutkan tadi terletak. Sebenarnya sudah tidak ada ruang di sana, temboknya sudah hancur. Semua yang ada di sana benar-benar berantakan. Mesin-mesin yang terbakar dan puing-puing besi tersebar di sembarang tempat.


Sirine darurat yang berbunyi sangat keras dan kaki besi para penjaga yang datang berlarian membuat tempat itu menjadi sangat berisik.


Semua kekacauan ini disebabkan oleh ledakan portal. Atau mungkin lebih tepatnya, itu disebabkan oleh si pria abadi.


Dia telah menggunakan portal tanpa sepengetahuan sahabatnya. Dia telah berhasil mengaktifkan portal itu dan masuk kedalamnya, namun tak lama setelah ia masuk, portal itu meledak dan menghancurkan seluruh ruangan tersebut.


Portal itu sekarang telah hancur, namun pria itu telah berhasil masuk ke dalamnya.


Apakah pria itu baik-baik saja? Mungkin dia selamat.


Tapi, apa benar begitu? Bagaimana jika dia...... mati?

__ADS_1


⟨«∅»⟩


__ADS_2