IN ANOTHER WORLD WITHOUT MY EQUIPMENT

IN ANOTHER WORLD WITHOUT MY EQUIPMENT
Bertemunya dua reinkarnator


__ADS_3

Setelah selesai makan malam dan membicarakan tentang pergi ke kota bersama ayahku.Aku kembali ke kamarku.


Aku mengatakan kepada mereka bahwa aku akan meminta maaf kepada Lily,tapi tentu saja aku tidak perlu melakukankanya.


Baiklah,apa kira-kira yang sedang dia lakukan.


Ketika aku membuka pintu kamar aku melihat Lily sedang membaca buku diatas kasurnya seperti yang dia lakukan sebelumnya.Tapi kali ini ekspresi di wajahnya sedikit murung.


“Tidak ku sangka kau benar-benar membaca buku.Kupikir kau akan melakukan sesuatu seperti berpura-pura tidur.”Kataku sambil menutup pintu kamar.


Dia sama sekali tidak memperhatikanku dan tetap membaca bukunya seolah-olah aku tidak ada.


Disaat seperti ini kau biasanya mengatakan 'jangan mengganggu orang yang sedang membaca' seperti itu kan.


Tapi itu tidak mungkin karena aku yang membuat suasana seperti ini.


Aku kemudian berjalan kearahnya dan duduk di samping kirinya.Jarak antara kami hanya sekitar satu inci.tapi dia masih tidak memperdulikanku.


Aku mendekatkan tubuh bagian atasku.


“Bagaimana,apa kau sudah memikirkan jawaban untuk pertanyaanku.”Aku membisikkan itu dengan nada yang lembut ke telinganya.Dia sedikit gemetar tapi tetap berpura-pura tidak memperhatikanku.


Aku kemudian menjauh dan menunggu beberapa saat disampingnya sambil menatap wajah manisnya yang sedang gugup.Lalu kemudian dia berbicara


“A-anu,tidak bisakah kau tidak melakukan hal seperti itu.”Katanya dengan sedikit gugup dan dengan nada yang rendah.


“Itu sudah jelas bukan,aku sangatlah penasaran dengan jawabanmu, kau tau”Aku membisikkan kata lagi ke telinganya.


Dia lalu mendorong dadaku menjauh tanpa melihat kearah ku sama sekali.kemudian dia menutup bukunya, memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.


“Naa,aku ingin tahu siapa yang sudah menyuruhmu menanyakan hal itu?,hari ini kau sedikit aneh.Apa terjadi sesuatu padamu?”


Dia mengatakan itu sambil melihat kearah ku dengan wajah seriusnya.


Sepertinya dia sudah memikirkan pertanyaan itu untuk menghindari pertanyaanku.Tapi aku tidak akan membiarkannya.


“Jangan mengalihkan pembicaraan.Kau hanya harus menjawab pertanyaanku saja.”Aku mendesaknya agar tidak menjauh dari pertanyaanku.


“Sama saja bukan?Kau hanya harus menjawab pertanyaanku.Hari ini kau terlihat berbeda dan sedikit menakutkan.Apa yang sebenarnya terjadi padamu?”Dia masih ingin membuatku menjawab pertanyaannya.


“Tidak ada apa-apa tentangku.Kurasa aku masih seperti biasanya.Semakin dewasa manusia maka mereka akan semakin berubah.Begitu juga dengan aku”

__ADS_1


“Kalau begitu aku juga sama,tidak ada apa-apa tentangku tidak ada yang aneh,jadi kau tidak perlu menanyakan hal seperti itu bukan.”


Sial dia hanya akan membalikkan pernyataan yang kukatakan.


Aku kemudian mendekat padanya dan meraih kedua bahunya lalu mendorongnya sedikit kebelakang sampai ia terjatuh diatas bantalnya.


“Eh!”


Lily yang kaget tidak menyangka aku akan melakukan hal seperti itu,dia hanya bisa pasrah.


“Katakan padaku Lily,siapa kau sebenarnya?”


Kataku sambil menatap matanya dengan tajam.


“Ha-lepaskan,aku sudah bilang kan kalau aku tidak mengerti apa yang kau maksud. ....jangan tanyakan hal seperti itu.” Dia menggeliat untuk melepaskan diri, mengalihkan pandangannya ke samping.Matanya terlihat takut dan sedikit berair.


Aku kemudian melepaskan pundaknya dan mundur sedikit.Aku tidak menyangka hal seperti itu bisa membuatnya menangis.Itu artinya kemungkinan Lily adalah 'dia' kurasa sudah tidak ada lagi.


'Dia' yang sudah berpengalaman tidak mungkin takut hanya karena hal seperti itu.


“Huuh,maaf,kurasa aku sedikit berlebihan.”Aku kembali duduk dan melihat kearah yang lain.


Lily yang kembali tenang lalu bangkit dan duduk sambil mengusap setetes air yang keluar dari matanya.


“Maaf,aku hanya merasa iri denganmu.Kau yang memiliki sihir yang hebat dan pandai dalam segala hal membuatku merasa tidak berguna sebagai seorang kakak.”


Sebenarnya aku memiliki perasaan seperti itu sebelum mendapatkan ingatanku.Tapi perasaan seperti itu sekarang sudah tidak ada lagi.


“Bukankah kakek sudah menceritakan padamu tentang kenapa aku bisa menggunakan sihir.Dan aku tidak ingin sombong tapi aku rasa aku ini pintar.Bukankah kau seharusnya bangga sebagai seorang kakak.”


Spertinya dia sudah mengetahui terlebih dahulu tentang cerita kakek yang dulunya seorang bangsawan.Jadi dia terlihat tidak terlalu terkejut.


“Begitu yah, mungkin kau benar.”


Aku memutuskan untuk mengiyakannya,karena kurasa tidak perlu lagi mencari tahu tentang masa lalunya.Yahh meskipun aku sedikit penasaran,kuharap itu tidak akan menjadi masalah dimasa depan.


“Kalau begitu,katakan kalau kau tidak akan pernah bertanya hal seperti itu lagi padaku.”Dia melihat kearah ku mengatakan itu dengan wajah yang terlihat senang.untuk memastikan bahwa aku tidak akan mengorek lagi tentang siapakah dia sebenarnya.


“Akan kukatakan padamu kalau aku tau kau adalah seorang reinkarnator.”


Kupikir tidak perlu lagi kusembunyikan jadi kukatakan saja langsung padanya.Mungkin akan menjadi menarik untuk melihat ekspresinya.

__ADS_1


“Eh. ....a-apa maksudmu”Dia terkejut dengan perkataanku dan ekspresinya berubah menjadi sedikit bermasalah.


“Sudahlah tidak perlu lagi kau sembunyikan.Tapi tenang saja aku tidak akan memberitahukan hal ini kepada orang lain.”Aku kemudian turun dari kasurnya dan berniat pergi ke kasurku sendiri.Tapi dia dengan cepat meraih tangan kiriku.


“Tunggu-tunggu,tunggu jelaskan padaku apa maksudmu.”teriaknya dengan wajah yang terlihat khawatir dan panik.


“Kubilang tenang saja aku tidak akan membocorkanya pada orang lain.”Kataku dengan sedikit senyum diwajahku dan berusaha melepas genggamannya dengan tangan kanan.


“Tidak tidak tidak kalau begitu katakan padaku darimana kau mengetahuinya sejauh mana kau tahu!.”Katanya dengan nada yang sedikit keras dan menarik tanganku.


“Apa kau pikir aku tidak menyadarinya, setelah bertahun-tahun hidup bersama denganmu.”Aku melepaskan diri dengan paksa dan berjalan ke kasurku.


Aku menjatuhkan diri ke kasur dengan posisi tengkurap.Entah kenapa tubuhku terasa sangat lelah apalagi dibagian kakiku terasa sedikit sakit.


“Bangun kakak,jika kau tidak ingin terluka!”Lily mengatakan itu sudah berada disampingku.


Terluka?


Aku kemudian membalikan wajahku dan melihat Lily dengan sihir api ditangannya.


Oi oi curang bawa-bawa sihir.


”Sayang sekali aku tidak takut padamu.Kau yang akan terkena masalah jika menggunakannya padaku”Aku kemudian kembali mengubur wajahku kedalam bantal.


“Benar-benar kugunakan loh,kalau kau tidak bangun bersiaplah untuk terluka.Aku akan menghitungnya dalam tiga...”


“dua...”


“satu... .Bangun oi,kenapa kamu ga bangun, bodoh!!”Dia memukul kepalaku dengan bukunya.


plak plak plak.


“Baiklah,aku bangun.kau terlalu berisik”Aku bangkit dan melihat Lily dengan wajahnya yang terlihat marah.


Meskipun aku sudah tau dia tidak akan pernah menyerang ku dengan sihirnya.Kurasa aku harus memberikan penjelasan padanya.


“Baiklah jelaskan padaku bagaimana kau tahu tentang reinkarnasi”


“Aku sebenarnya juga seorang reinkarnator.”


“Hah”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2