
Sebuah gagang pedang keluar dari lingkaran dimensi yang muncul di dadaku.
“Ini,seperti yang ku duga.”Ucapku sambil tersenyum.
Aku segera menyentuhnya dan mencoba untuk menariknya.
“Keras...ugh”
Aku menghela nafas.
Ternyata cukup sulit untuk ditarik,mungkin butuh lebih banyak tenaga.Aku mencobanya lagi dengan memusatkan seluruh kekuatan ku pada tanganku.
“Ayolahhgh...”
Dengan nafas yang kutahan aku mencoba menariknya sekuat mungkin.Dan pedang itu bergerak perlahan sampai aku berhasil menariknya keluar.
“Bisa juga ternyata~uwoahh.....”
Brugh
Aku langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh.Berat pedangnya bukanlah hal yang bisa aku kendalikan.
“Aduh....Tubuh ini benar-benar lemah.”Ucapku sambil mengusap bagian belakang yang menumpu saat aku terjatuh.Untung saja aku tidak terluka oleh pedang yang terjatuh.
Pedang itu berwarna merah tercampur hitam di beberapa titik.Merupakan tipe pedang besar dan aku bisa merasakan aura yang dipancarkan sangat kuat.Pedang ini mungkin termasuk kedalam peringkat sepuluh senjata terkuat milikku.
Aku menyentuh pedang itu dan mencoba mengangkatnya lagi.
“Uahh,gila,ini,benar-benar beraaaaat huh ...huh ...Atau aku yang terlalu lemah yah,haha.”
Aku menyerah dan kembali duduk dengan nafas terengah-engah.
Seperti yang kuduga aku tidak bisa mengangkatnya,tanganku bahkan sampai gemetaran.
“Seingatku dulu tidak seberat ini.Payah sekali kalau mengangkat pedang saja tidak kuat.huh.”
Aku ingat saat pertama kali aku mendapatkan pedang ini.Tubuhku yang dulu bisa dengan mudah mengangkatnya,bahkan dengan satu tangan.
“Tapi aku tidak boleh menyerah kan!?”
Aku menyentuh gagang pedang itu dengan kedua tanganku.Dan menyeretnya sambil berlari kearah salah satu pohon di depanku.
Horaah!!
Saat sudah dekat aku bergerak memutar tubuhku dan menebas batang pohon itu sekuat mungkin.
Shing kretek kretek
Pohon itu tumbang dengan hanya satu tebasan sempurna.
Duar
“Lumayan juga ternyata huh... pedang ini cukup hebat.huh...huh...”
Dengan nafas terengah-engah aku menaruh pedang ke tanah.Melihat kedua tanganku yang gemetaran itu aku kemudian berpikir.
“Hmm ...aku memang harus memperkuat tubuh ini.Setidaknya sampai aku bisa menggunakan pedang ini.”
“Baiklah,untuk sekarang aku menyimpannya kembali.”Ucapku sambil melihat kearah pedang yang tergeletak di depanku itu.
Bisa menjadi masalah jika ada orang lain yang tau tentang pedang ini.Pasti akan menjadi pertanyaan,dari mana aku mendapatkan sesuatu yang luar biasa seperti ini.Karena aku bukanlah seorang bangsawan.
Dan karena aku masih anak-anak pasti orangtuaku yang akan mendapatkan masalah.Ini harus tetap menjadi rahasia untuk diriku sendiri.
Aku menyentuh pedang itu, memfokuskan pikiranku untuk memasukkannya kembali ke dalam tubuhku.Lalu beberapa saat kemudian pedang itu menghilang.
__ADS_1
Aku memastikan bahwa aku bisa memanggilnya lagi jadi aku mencobanya.Dan ternyata aku bisa memanggilnya secara langsung ke tanganku,ini menjadi lebih mudah.Kemudian aku mengulanginya beberapa kali sampai terbiasa.
“Huh capek.Tapi benar-benar tidak disangka yah.Ternyata masih ada senjata yang tertinggal.Yah walaupun bukan yang terbaik dan aku bahkan tidak bisa mengingat namanya.
Entah kenapa kepalaku ini kesulitan dalam mengingat nama dari kehidupan masa laluku.”
Bagaimana kalau aku namai sendiri saja ya.Agak aneh kalau tidak ada namanya.
Emmm...apa yah nama yang cocok.
Aku memikirkannya beberapa saat dengan mata terpejam.
“Spirit Sword yah,kurasa cocok.Itu saja deh daripada tidak punya nama.”
Pembaruan untuk perlengkapan.Aku telah mempunyai senjata dan namanya adalah Spirit Sword.
Aku kemudian berdiri dan melihat sekeliling.
“Baiklah,aku harus kembali ke rumah”
Hari sudah hampir gelap,jadi aku memutuskan untuk pulang.
***
Saat aku sampai di rumah,aku melihat ayahku yang sedang berdiri di depan pintu.Kurasa aku tahu apa yang sedang dia lakukan.Itu adalah menungguku.
“Pulang juga kamu.Dari mana saja kamu?”
Batas waktu untuk aku pergi bermain adalah sebelum matahari terbenam aku harus sudah berada di rumah.Jika aku belum dirumah maka ayahku sendiri yang akan pergi mencariku.
“Aku sudah pulang.Maaf hah..hah..,aku hah..capek hah...”
Aku duduk di tanah didepannya dengan nafasku yang terengah-engah.Alasannya adalah karena aku mulai berlari secepat yang ku bisa saat aku mengingat batasan waktu itu.
“Seseorang mengatakan bahwa dia melihatmu pergi kehutan bagian timur.Apa yang kau lakukan?,apa kau lupa apa yang aku katakan padamu!”
“Haduh, sudahlah cepat masuk sana.Jangan lupa mandi juga.”Saat dia memperhatikanku dia terlihat lebih tenang.
“Baik, terima kasih”Ucapku sambil berjalan masuk ke dalam rumah dan pergi ke ruang makan untuk meminum air.
Sekitar empat tahun yang lalu aku pernah tersesat di hutan sedirian.Dan disana aku bertemu dengan seorang iblis.Para warga desa mencariku tapi sayangnya aku sudah terluka parah dan hampir mati saat mereka menemukanku.
Kakekku menggunakan sihir penyembuhan untuk menyelamatkanku,tapi sihirnya tidak cukup kuat karena lukaku yang begitu parah.
Saat itulah sebuah keajaiban datang kepadaku, ternyata ada seseorang yang memiliki sihir penyembuhan yang sangat kuat didesaku saat itu.Berkat dirinya nyawaku terselamatkan dan aku bisa tetap hidup hingga saat ini.
glek glek.
“Huah, nikmat nya.”
Setelah meminum air tubuhku terasa segar kembali.
“Dasar, darimana aja coba,baru pulang sekarang.”Seorang anak perempuan dengan rambut lurus sampai bahu yang berwarna coklat sedang melipat tangannya didepan dadanya yang rata.Dia adalah adikku Lily.
Apa ini apa dia sedang meniru ayah.
“Kamu....,siapa?”Aku mengucapkan sedikit lelucon untuknya.
“Hah?!”
Dia terlihat sangat kaget.
“Sepertinya aku pernah melihatmu,tapi dimana yah.”Aku memegang daguku dan mencoba untuk terlihat serius.
“A-apasih,kau gila yah!”
__ADS_1
“Dan juga apa yang sedang kau lakukan dirumahku.”
“Ibuuu kakak udah gila nih”
“Fido....,jangan bertengkar.”Terdengar suara ibuku dari dapur.
“Iyaa...”
Dasar, jangan bawa-bawa ibu dong.
Aku kemudian menaruh gelas yang kupegang dan berjalan meninggalkannya.
“Ma-mau kemana kamu?”
“Mandi,kamu mau ikut?”
“Jijik”
Aku sedikit tersenyum lalu kemudian lanjut berjalan.
Reaksinya selalu berlebihan tapi aku tidak membencinya aku justru merasa lebih dekat dengannya.
****
Setelah mandi dan berganti pakaian aku pergi ke kamarku.Saat aku membuka pintu aku melihat Lily sedang membaca sebuah buku diatas kasurnya.
Sebenarnya aku berbagi kamar dengan adikku,sudah seperti ini sejak lama.Kasurnya disebelah kiri dan milikku disebelah kanan jika dilihat dari pintu kamar.
“Wahai adikku Lily apa yang sedang engkau lakukan?”
“Berisik,kau bisa melihatnya bukan,dan juga kita tidak saling mengenal.”Ucapnya dengan nada datar.
Sepertinya dia sedang marah padaku,hanya karena lelucon yang tadi.
“Yah aku hanya ingin bertanya”
Aku kemudian masuk dan menutup pintu.Karena rambutku masih sedikit basah aku membuka jendela kamar dan berdiri disana.Aku mengintip keluar jendela,hari sudah terlihat gelap.Dan terlihat bulan sempurna diatas langit.
Akupun berbalik dan melihat Lily yang sedang duduk diatas kasurnya sambil membaca buku,dia juga melihat kearahku beberapa kali.
Rakyat jelata jarang ada yang bisa membaca dan menulis,tapi keluargaku berbeda.Ayah dan ibuku bisa membaca dan menulis jadi mereka mengajarkanya kepada kami.
“Lily”
“Apa”
Dia menjawab ku tanpa melihat kearah ku.
Aku menyadari ada sesuatu yang aneh tentang Lily.Dia sangat pintar dan cepat mengerti apa yang diajarkan oleh ayah dan ibu.Aku bahkan selalu kalah dan sering dibandingkan denganya.Dia juga kadang bersikap sangat dewasa.Apa yang selalu dia minta dihari ulang tahunnya adalah sebuah buku.Dia juga pandai mengerjakan pekerjaan rumah dan membantu ibu.
Dan yang paling aneh,dia adalah orang yang pernah menyelamatkan hidupku saat aku hampir mati karena diserang iblis.Dia adalah anak dengan kekuatan sihir yang luar biasa.
Sebelumnya aku tidak menyadari ini tapi ...
Apakah dia anak ajaib?atau anak jenius?atau mungkin dia adalah....
“Naa Lily, sebenarnya... pertanyaan ku saat diruang makan tadi bukan lelucon”
“Apasih,kamu aneh”Ucapnya dengan nada datar.
Awalnya dia tidak terlalu perduli dan terus membaca buku.Tapi beberapa saat kemudian dia sadar dan berhenti membaca bukunya lalu melihat kearah ku.
“Biar kutanyakan sekali lagi,Kau itu siapa sebenarnya?”
Angin berhembus dari jendela saat aku mengatakan itu.
__ADS_1
...****************...