IN ANOTHER WORLD WITHOUT MY EQUIPMENT

IN ANOTHER WORLD WITHOUT MY EQUIPMENT
Hari ini


__ADS_3

Waktu terus berjalan ketika Fido merenungkan masalah tentang Demon lord.Dia akhirnya meninggalkan kamarnya dan pergi menuju ke ruang makan.


Diruang makan terdapat Meylin yang sedang menyiapkan sarapan dan membersihkan meja makan.


“Oh tumben sekali kamu sudah bangun Fido.Ibu baru saja akan pergi membangunkanmu.Karena sarapannya sudah matang,lebih baik kamu segera makan.”


“Emm,Selamat pagi ibu.”


Fido berjalan mendekat sambil mengucek kedua matanya.Setelah itu dia langsung duduk di salah satu kursi di depannya.


“Apa ayah sudah pergi?”Tanya Fido kepada ibunya.


Di saat musim panen seperti ini.Ayahnya selalu berangkat ke ladang pagi-pagi sekali.Sehingga Fido sangat jarang sekali bisa melihatnya.


“Iyah baru saja tadi sebelum kamu datang.”


Meylin kemudian meletakkan semangkuk sup dan sepotong roti untuk Fido.Sup itu masih mengeluarkan asap yang menandakan itu baru saja selesai dibuat.


“Ini dia bagian untukmu.Ngomong-ngomong di mana Lily,aneh sekali dia belum bangun.”


“Dia masih tertidur.Saat aku mengeceknya kepalanya terasa panas,sepertinya dia demam.”


“Demam?Hmm.... .Ini pasti gara-gara kamu.”


“Eeeh... ke-kenapa jadi salahku?”


'Yah itu memang benar sih.'


Fido menyendok sup dan meniupnya kemudiaan memakannya.


“Kamu sendiri kan yang mengatakannya kemarin malam.Mungkin saja Lily terlalu memikirkan perkataanmu itu.”


“Bukan begitu,Dia sebenarnya bermimpi buruk tadi malam. Menurutku itulah penyebabnya.”


“Eh,apa benar?”


“Benar”


“Jadi seperti itu...(*Menghela nafas) Mimpi buruk lagi yah,Kenapa Lily masih saja bermimpi buruk.”


“Entah.”


“Baiklah... ibu akan pergi mengecek keadaannya.Kamu setelah selesai makan jangan lupa melakukan pekerjaanmu yah.”


“Emm..”


Meylin kemudian pergi meninggalkan Fido sendirian.Fido pun melanjutkan menghabiskan sarapannya.


Setelah selesai Fido pergi keluar rumah untuk mengerjakan pekerjaannya.Yaitu memberi makan binatang ternak.Dia pergi ke kandang ternak yang berada di samping rumahnya.


“Baiklah yang terakhir adalah babi kan yah.”


Fido kemudian mengambil pakan dan mengisi tempat makan untuk para babi.


“Woi babi! Makanan kalian udah sampai nih.”


Para babi yang mendengar itu segera keluar dari kandang mereka dan mendekati tempat makan.


“Ngok ngok ngok”Ucap para babi.


Seperti biasa bayarnya pakai kotoran ya bang.


Kira-kira seperti itulah artinya.

__ADS_1


“Tenang saja aku menerima segala jenis cara pembayaran kalian OK.Karena tugas saya disini sudah selesai jadi sampai nanti yah.”


“Ngok ngok”


Aku sangat menantikan daging salah satu dari kalian minggu depan babi.


Gumamnya sambil berjalan keluar melewati pagar kayu yang mengelilingi kandang babi.


Setelah ini aku harus pergi ke peternakan kuda dan sapi yah.Karena kandang mereka ada di tempat yang berbeda.Aku harus berjalan pergi ke sana.Kuda dan sapi itu bukan milik keluargaku ,tapi milik desa.


Ada keluarga tersendiri yang ditugaskan untuk mengurusnya.


Ayahku menyuruhku untuk membantu mengurus peternakan.Aku juga merasa itu bagus untuk pengalamanku.Yah sebenarnya aku harus melakukanya bersama Lily juga.Tapi dia malah demam.


“Dasar Lily kenapa kamu harus demam.Kau harusnya membantuku kan.”


Setelah berjalan cukup lama akhirnya Fido sampai di kandang kuda.Tapi saat masuk kedalam dia tidak melihat siapapun di sana.Dia kemudian berjalan mendekati salah satu kuda yang berwarna hitam.


“Selamat pagi Berlixc apa kamu sehat.”Ucapnya kepada kuda itu.


Kami memiliki lima ekor kuda dan masing masing memiliki nama.Dan Berlixc adalah kuda kesayanganku yah meskipun dia terlihat sedikit menyeramkan.


“Oh,kau sudah sampai Fido.”Ucap seorang pria dewasa dengan gadis kecil disampingnya.


“Selamat pagi paman dan Rine juga selamat pagi.”


“Se-selamat pagi Fido”


Rine, seingat ku usianya sepuluh tahun.Dia adalah seorang pemaloe.Dia sering gugup saat berbicara dengan ku, padahal kami sudah lama saling mengenal.


“Dimana Lily dia tidak ikut?”


“Maaf paman sebenarnya dia saat ini sedang tidur dirumah karena demam.”


“Tidak perlu khawatir Rine itu hanya demam biasa kok.”


“Oh begitu yah.I-itu artinya kita hanya berdua saja hari ini?”Ucap Rine sambil menundukkan kepalanya.


“Tidak.Ada ayah mu kan?”


“Eh,ah ahaha benar juga,yah.”


“Sudah ayo kita mulai.”


Kemudian mereka mulai melakukan berbagai kegiatan untuk beberapa waktu kedepannya.


Sampai pada saat ketika Fido sedang memeras susu dari salah satu sapi.Tiga bocah laki-laki berjalan mendekatinya dari belakang.


“Yoo bos”


“Apa yang sedang kau lakukan,bos”


“Pagi,bos”


Suara ini...Hentikan itu hentikan panggilan seperti itu,sialan.Gumam Fido yang merasa geli dengan sebutan yang ia buat sendiri.


Dia kemudian berbalik melihat kearah mereka bertiga dengan senyum.


“Oh kalian,ada apa?Tidak tunggu aku baru ingat.Apa itu hari ini?”Kemudian dia berdiri setelah melepas sarung tangannya.


“Itu benar,bos apa kau hari ini akan ikut?”


“Yah kurasa.Tapi pertama Aku ingin kalian berhenti memanggilku seperti itu.”

__ADS_1


“Hah kenapa memangnya bos”Mereka bertiga terlihat bingung dengan ucapan Fido.


“Panggil saja aku Fido.Aku tidak ingin terlihat seolah-olah berada diatas kalian.Kita ini teman kan?”


Ars,Nerald dan Abim adalah sehabatku sejak aku kecil.Meskipun aku sering menyuruh-nyuruh mereka dan memperlakukan mereka seperti bawahanku mereka masih mau berteman denganku.Mereka adalah teman yang baik.


“Tapi,kami tidak keberatan dengan itu bos.Iya kan?”Ucap Ars bertanya kepada Narald dan Abim.


“Benar bos.”Mereka berdua mengangguk setuju.


Huh.Fido menghela nafas.


“Jika kalian masih ingin berteman denganku maka jangan memanggilku dengan cara seperti itu.”


“I-itu jahat bos”


“Terserah kalian.Aku akan pulang apa kalian akan ikut denganku?”Ucap Fido sambil berjalan meninggalkan mereka membawa ember berisi susu.


“Tempat berkumpulnya kan memang dirumahmu bos.”


Fido terhenti sejenak.


“Eh?Ah iya juga yah.”


“Anu bos,Aku tidak melihat Lily dimana dia?”


“Fido.Kubilang panggil saja aku Fido kan! Kenapa kalian masih saja memanggilku seperti itu hah!”


“Ba-baik bos eh.Fi-fido...dimana Lily?”


“Bagus.Ayo kita pulang.”


“Anu... pertanyaan ku belum dijawab.”


“Dia ada dirumah”


Setelah mengembalikan ember yang berisi susu Fido kembali kerumahnya.


****


“Hmh”Lily telah terbangun dari tidur panjangnya tapi dia masih terlalu menyukai selimut dan kasurnya.


Kemudian pintu berderit terbuka.Muncul Fido yang telah mandi dan berganti pakaian.Dia kemudian berjalan masuk.


Saat melewati Lily dia menatapnya sebentar.


“Kenapa kau terlihat malu-malu begitu hah.”Ucap Fido kepada Lily yang menyembunyikan separuh wajahnya dalam selimut.


“Berisik”


Fido kemudian berjalan menuju meja diujung ruangan.Dia membuka laci dan mengambil pedang kecil miliknya.


“Aku akan pergi ke hutan, bagaimana denganmu.”


“Tentu saja aku ikut lah”Lily bangun dan membuang selimutnya.


“Aku akan mandi dulu jangan ditinggal yah.”Lily pergi meninggalkan kamar.


“Ditinggal juga tidak masalahkan.”Ucap Fido sambil menarik keluar pedang dari sarungnya.


“Ah... ini hanya pedang murahan.Yah kurasa ini memang cocok untukku.Setidaknya bisa untuk memotong kayu.”


******

__ADS_1


__ADS_2