
Karena Lily ?
Aku sedikit bertanya tanya pada awalnya.
“Itu...begitu ya, ini pasti berkaitan dengan masa lalumu.”Ucapku.
Aku mengerti, di kehidupan sebelumnya dia telah melakukan kesalahan yang menyebabkan terjadinya Badai iblis ,mungkin?.
Aku masih tidak tahu yang sebenarnya terjadi sampai dia bercerita.
“Um,Badai iblis mulai terjadi dari seratus tahun yang lalu.Dan aku juga mati sekitar seratus tahun lalu.Itu mulai terjadi setelah kematianku.”
“Tunggu,dari mana kamu mengetahui kapan mulai terjadinya Badai iblis,jika itu terjadi setelah kamu mati?.”
Aku sendiri tidak tahu kapan Badai iblis itu mulai terjadi.
“Kamu tahu kan aku sering pergi ke kota bersama ayah.Saat itulah aku pergi ke perpustakaan kota lalu aku membaca beberapa buku sejarah yang ada disana.”
“Ahh..., Seperti itu yah.”
Aku tidak pernah berpikir kesana sama sekali.
“Begitulah.
Ngomong-ngomong kakak.Aku haus.”Ucapnya.
Dia mendongak ke atas melihat wajahku.
Apa ini,Apa dia ingin aku mengambilkannya air?
“Kamu bisa minum air jika pergi ke ruang makan loh.”
“Ambilkan”
“Kenapa sih ,apa kamu takut?Kamu sudah berumur lebih dari tujuh belas tahun kan.”
“Dimana salahnya,disana gelap tau.”
Hanya karena gelap?
“Kamu kan bisa menggunakan sihir cahaya?”
“Ambilkan atau aku tidak akan melanjutkan ceritanya.”
Bagaimana dia tau aku tidak akan menolak tawarannya itu.
“Tch,Baiklah minggir dulu sana.”Ucapku dengan nada yang tidak semangat dan kemudian menyentuh kedua pundak Lily.
Setelah Lily pindah dari pangkuanku.Aku kemudian turun dari kasur keluar dari kamar dan berjalan menuju ke ruang makan.
Aku dengan cepat kembali lagi sambil membawa gelas berisi air.Aku melihat dia masih terbangun dan duduk diatas kasur.
“Nih”
__ADS_1
Ucapku sambil menyerahkan gelas yang kupegang.
“Makasih”
Lily kemudian meminumnya dengan cepat tanpa jeda.
Aku yang melihatnya sambil berdiri sedikit terkejut.Aku sendiri jadi ikut merasa haus.
“Nih ku kembalikan.”Ucapnya sambil menyodorkan gelasnya.
Yasudah lah
Aku pun menaruh gelas kosong itu diatas meja.
“Nah lanjutkan ceritanya.”Ucapku yang kemudian kembali duduk di atas kasur.
Tapi tiba-tiba Lily menerkamku dengan pelukannya.
“Ke-kenapa?”Ucapku yang sedikit terkejut.
“Tidak papa.Akan kulanjutkan.
Aku akan menjelaskan tentang peringkat guild petualangan.”
“Kalau itu kamu tidak perlu menjelaskannya,aku sudah mengetahui itu dari kak Eric.Dan juga itu mudah sekali dimengerti.Dari peringkat terbawah E lalu naik keatas menjadi D lalu C lalu B lalu A lalu S lalu yang tertinggi SSS dan peringkat yang paling spesial yaitu Pahlawan.Hanya seperti itu saja kan...”Awalnya aku ingin berhenti disitu tapi aku menyadari sesuatu.
“Uwooh .... tunggu sebentar,apa mungkin kamu dulu itu peringkat pahlawan?”
“Jadi begitu kah.Aku tidak terlalu heran sih kalau kamu itu pahlawan tapi tetap saja itu terdengar hebat.”
Gelar Pahlawan adalah gelar yang diberikan kepada orang-orang yang diakui dan bisa menggunakan senjata para Pahlawan.
Hanya ada tujuh orang dengan gelar pahlawan sesuai dengan jumlah senjata pahlawan di dunia ini.Empat dari ras manusia dan tiga dari masing-masing ras penguasa lainya.Ras Ibis sendiri tidak memiliki senjata pahlawan.
Aku sebenarnya tidak tahu pasti dari mana senjata itu,tapi menurut legenda yang kudengar itu adalah barang pemberian dari para dewa.
“Ngomong-omong senjata apa yang dulu kamu pakai?”
“Kubilang dengarkan aku dulu kan.Akan aku ceritakan sampai kamu tidak akan bertanya lagi.”
“Ini adalah ceritaku yang hidup sekitar seratus tahun yang lalu.
Aku adalah anak dari salah satu Baron dari Kerajaan Belfast,salah satu kerajaan besar dari ras manusia.Aku tidak ingin memberitahu namaku tapi kamu bisa menganggapnya sebagai Lily seperti yang sekarang.
Singkat cerita aku menjalani pengukuran tingkat kekuatan sihir di umur tujuh tahun.
Kenapa di umur tujuh tahun?
Itu karena kekuatan sihir belum bisa diukur jika belum sampai pada umur tersebut.
Ketika keluarga ku mengetahui tingkat kekuatan sihirku berada di tingkat Tinggi mereka terlihat sangat bahagia.Itu karena kebanyakan orang di keluarga kami hanya bertingkat Menengah saja.
Karena aku terlahir dengan tingkat kekuatan sihir Tinggi.Aku dianggap sebagai anugerah bagi keluargaku dan sering dibangga-banggakan.”
__ADS_1
“Kurasa itu tidak ada bedanya dengan keadaan sekarang.Dan lagi kamu juga punya kakak laki-laki kan.”
Aku ingat dia mengatakan itu sebelumnya.
“Yah aku rasa itu memang benar.Tentang kakakku yang dulu, dia mati karena sesuatu hal yang terjadi padanya.Itu hanya kenangan buruk yang ingin aku lupakan dan aku tidak ingin membahasnya.Tidak masalah kan?”
“Kalau kamu berkata seperti itu maka aku tidak akan memaksa.Aku tidak masalah dengan itu.Ceritakan saja apa yang ingin kamu ceritakan.”
“Terima kasih karena sudah mau mengerti.Kalau begitu akan aku lanjutkan.
Sejak saat itu aku menjalani hari-hari ku dengan belajar sihir.Tidak disangka ternyata aku begitu mahir dalam menggunakan sihir dan memanfaatkan tingkat kekuatan sihirku.
Karena itu ayahku mendaftarkan ku di akademi sihir terbaik di Kerajaan Belfast.Tentu saja aku diterima karena kamampuanku itu.”
“Itu ... di umur berapa?”
“Ah.Maaf, pada saat itu aku sudah berumur sepuluh tahun.”
Masuk akademi di umur sepuluh tahun.aku sudah dua belas tahun sih.Ini karena aku bukan keturunan bangsawan jadi Aku tidak bersekolah.Kami juga tidak punya uang untuk itu.Kecuali jika aku memiliki bakat.
Tidak mungkin itu tetap tidak akan berubah.
“Aku menjalani kehidupan di akademi itu selama 5 tahun.Disana aku mempelajari banyak hal tentang sihir dan sejarah dunia ras-ras lain juga dan ada banyak lagi.”
“Namanya juga akademi aku sudah mengerti kalau kamu belajar banyak hal dari sana.Pasti kamu juga punya banyak teman kan,apa ada orang yang kamu sukai disana?”tanyaku.
“Itu tidak benar aku hanyalah seorang penyendiri aku tidak punya teman disana.”Ucap Lily yang terdengar murung.
Hah? dia ini ... apa dia menjalani kehidupan sekolahnya sebagai seorang penyendiri.
“Ah ... benar juga kamu ini kan maniak buku.Maaf aku seharusnya tidak menanyakan itu.”
Apa yang kupikirkan adalah dia mungkin menghabiskan waktunya dengan membaca buku di perpustakaan sekolah.
“Apa itu maniak?apa maksudmu sejenis kesukaan terhadap buku?”
“Seperti itulah.Itu tidak terlalu penting lanjutkan saja cerita mu.”
“Seperti yang kukatakan tadi aku disana sampai berumur lima belas tahun.Setelah lulus aku tidak kembali ke rumah tapi aku memutuskan untuk menjadi seorang petualang.”
“Lima belas yah kalau begitu kapan kamu mencapai peringkat pahlawan?”
Di mengatakan bahwa dia mati di umur tujuh belas tahun.Kalau begitu berapa lama dia menyandang peringkat pahlawan.
“Saat aku mendaftar di guild aku langsung mendapatkan peringkat A dan setelah berpetualang selama setahun peringkat ku naik menjadi peringkat SSS.
Dan pada saat itu ada salah satu senjata dari pahlawan sedang kosong aku mencoba mengikuti ujiannya dan mendapatkan pengakuan dari senjata pahlawan itu.Sejak saat itulah aku mendapatkan peringkat pahlawan.”
“Itu artinya enam belas tahun kan.Dan kamu mati di umur tujuh belas tahun.”
Artinya dia hanya menjadi pahlawan selama setahun dan setelah itu mati.
...****************...
__ADS_1