
“Biar kutanyakan sekali lagi,kau itu siapa?”
Aku sedang berdiri menghadap Lily.Melihat ke matanya dengan tatapan serius.Angin dingin yang berhembus dari jendela kamar membuat rambutku bergoyang.
“A-apa maksudmu,apa aku melakukan sesuatu yang salah?”Ucapanya terdengar sedikit gugup dan takut.Matanya mengalihkan pandangannya dariku saat dia melihat mataku.
“Apa pertanyaanku kurang jelas?.Kau itu terlalu hebat untuk seorang anak berusia 8 tahun.Apa kau pikir aku tidak menyadarinya.Sekarang katakan padaku siapa kau sebenarnya Lily.”Aku memperjelas apa yang ingin kuketahui, yaitu identitas Lily yang sebenarnya.
“Aku tidak mengerti maksudmu,sudah jelas aku adikmu Lily,apa yang salah,kau aneh.”Dia masih mengelak dari pertanyaanku.
“Jadi kau tidak mau mengatakannya?”Aku kemudian berjalan perlahan kearah Lily yang sedang duduk di kasurnya.
“Apa,apa yang akan kau lakukan?”Lily meletakan buku yang dia pegang dan berdiri lalu melangkah mundur.
Lalu tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seorang wanita cantik berambut coklat lurus panjang yang diikat muncul.
“Apa yang sedang kalian lakukan?.Cepat keluar,kita akan makan malam.”Dia berjalan masuk sambil memegangi kedua pinggangnya.Dia adalah ibuku namanya Mely Nicolas.
“Ah maaf,aku berniat membaca sebentar tapi malah keterusan.”Lily yang mengatakan itu kemudian dengan cepat berjalan keluar dari kamar.
“Fido juga apa yang sedang kau lakukan ayo cepat.”Ibuku berjalan meninggalkanku.
“Ah iya,aku hanya menikmati angin malam sebentar”
Ya sudahlah, lagipula dia tidak akan bisa lari dari pertanyaan itu.
Aku kemudian berjalan mengikutinya.
***
Diruang makan aku duduk disamping Lily berhadapan dengan kedua orang tuaku dan kekekku berada ditengah kami.Hanya ada kami dirumah ini sisanya sudah mati atau memang tidak ada sejak awal.
Aku melihat kearah Lily yang duduk disebelah ku.Matanya melihat kebawah dan tidak memperhatikan sekitarnya sama sekali.
__ADS_1
“Kenapa Lily apa ada sesuatu?”Yang bertanya adalah ayah.
“Eh,tidak tidak ada apa-apa.”Dia sedikit kaget kemudian menggelengkan tangan dan kepalanya.
“Kalau begitu mari kita makan”Kata ibuku sambil menepuk kedua tangannya.
“““Selamat makan”””Kami mengucapkannya secara bersamaan.
Makan yah....
Di depanku ada mangkuk yang berisi sup,ada roti dan telur.Aku menyendok sup dengan sendok yang terbuat dari kayu.Rasa supnya tidak terlalu buruk,mungkin karena lidahku sudah terbiasa dengan masakan ibuku.Ini mengingatkanku kepada dia yang selalu membuatkanku makanan di duniaku yang sebelumnya.Kami sebenarnya tidak perlu makan dan tidak merasa lapar tapi aku masih memiliki keinginan untuk makan makanan yang enak.Jadi dia selalu membuatkanku makanan.Tapi dia juga melarangku memakan masakan orang lain.
Aku melanjutkan memakan makananku lalu melihat kearah Lily.Aku sedikit kaget melihat makanannya yang hampir habis.
Eh,dia ini,bukankah itu terlalu cepat.
“Aku sudah selesai, terimakasih atas makanannya.Aku mau kembali ke kamar untuk melanjutkan membaca buku.”
“Tidak, maaf aku hanya penasaran dengan kelanjutan dari buku yang kubaca tadi”Dia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar.
Padahal makananku saja belum habis setengahnya.Bagaimana cara dia makan secepat itu?
Aku melanjutkan makan dengan sedikit lebih cepat agar bisa berbicara dengan Lily.
“Fido,apa kau tahu sesuatu,ada apa dengan Lily dia seperti sedang menghawatirkan sesuatu”Ibuku bertanya kepadaku.
“Yaah, sebenarnya mungkin ini karena aku menanyakan sesuatu yang aneh.”Aku menjawabnya dengan ekspresi seperti sedang mengingat sesuatu.
“Sesuatu yang aneh?apa itu,jelaskan Fido”Kata ayahku yang terlihat curiga.
“Aku bertanya padanya,'kenapa kau bisa menggunakan sihir sedangkan aku tidak bisa ,kenapa kau selalu lebih baik dariku,aku merasa tidak berguna sebagai seorang kakak,aku ingin membencimu tapi entah kenapa aku tidak bisa melakukannya', begitu kataku.”Meskipun apa yang kukatakan berbeda dengan Kenyataannya tapi intinya adalah sama.
“Haah,kukira apa ternyata hanya itu?”kata ibuku yang menghela nafasnya sambil menyentuh dahinya, kemudian ia melanjutkan “Kamu harus minta maaf loh,dia itu spesial soalnya dan apa kamu tidak ingat pernah diselamatkan olehnya.”
__ADS_1
“Apa maksudnya 'spesial'.Memang benar Bukankah aneh,dari yang kutahu hanya para bangsawan yang bisa menggunakan sihir,tapi kenapa kakek dan Lily bisa menggunakannya?”Aku kemudian mengalihkan pandangan ke kakek.Kakek ku yang sejak tadi diam sambil makan dan mendengarkan terlihat biasa saja dan tersenyum padaku.
“Sebenarnya....ibu juga bisa menggunakan sihir.”Tiba-tiba ibuku mengatakan itu sambil mengangkat tangannya.
“Eh,ibu?”Aku langsung mengalihkan pandangan ke ibuku.“Apa maksudnya?”Aku benar-benar kaget,aku belum pernah melihat ibuku menggunakan sihir sekalipun.
“Iyah,tapi... sihirnya terlalu lemah karena itu ibu tidak pernah menggunakannya.Iyakan ayah”Ibuku melihat ke ayahku dan meminta persetujuannya.
“Yahh begitulah”Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya lalu melihat kearah kakek.
“Hehehe biar aku jelaskan,mungkin sudah saatnya Fido mengetahuinya.”Kakekku akhirnya bicara.Aku dan ibuku lalu melihat kearah kakek.
“Akan aku jelaskan secara singkat.Dulunya aku adalah seorang bangsawan,tapi ada suatu masalah yang membuatku harus meninggalkan kebangsawananku.Setelah menjadi rakyat jelata aku datang ke desa ini dan menikah dengan nenekmu dan memiliki seorang anak yaitu ibumu.”Wajah kakekku terlihat bahagia saat mengingat masa lalunya.Sepertinya dia tidak memiliki penyesalan meskipun harus melepas kebangsawanannya.Masalah apa yang dia hadapi dimasa lalunya kurasa aku tidak perlu tahu terlalu jauh.
Begitu ya, sepertinya aku ini lumayan beruntung terlahir disini.
“Ternyata begitu ya.Jadi apa mungkin aku juga bisa menggunakan sihir?”Aku ingin tahu,mungkin saja aku punya kekuatan sihir yang kuat seperti adikku.
“Tentang itu kakek tidak tahu, sebenarnya semua orang bisa menggunakan sihir,yang berbeda hanyalah seberapa kuat sihir yang dimiliki seseorang.Keturunan seorang bangsawan biasanya memiliki kekuatan sihir yang kuat.Kamu harus menggunakan batu sihir jika ingin mengetahui seberapa kuat sihirmu dan elemen apa saja yang kamu miliki.’’Jelas kakekku.
“Begitu ya, terimakasih kakek atas penjelasannya.Aku benar-benar terkejut ternyata kakek dulu adalah seorang bangsawan.Itu artinya aku juga punya darah keturunan bangsawan.”
Aku sebenarnya tidak terlalu terkejut,semua itu sudah ada dalam perkiraan ku saat aku ingat bahwa kakekku bisa menggunakan sihir.
“Tapi ingat Fido,sekarang kamu bukanlah bangsawan.Kamu hanyalah orang biasa sama seperti orang-orang di desa ini.Cerita ini hanya keluarga kita yang boleh mengetahuinya.”Kata ibuku.
Memang benar aku tidak pernah mendengar yang seperti ini.Saat ini aku hanya ingin hidup tenang sebagai orang biasa.Tapi aku juga butuh kekuatan untuk melindungi orang-orang di sekitarku bukan?.
“Tentu saja aku mengerti.Oh iya dimana aku bisa menggunakan batu sihir?Aku ingin tahu seberapa kuat sihirku.”
“Di kota ada loh.Kalau ingin pergi ke sana berarti kau harus membatu ayah menjual hasil panen kita.”Kata ayahku.Dia terlihat sedikit bersemangat.
...***...
__ADS_1