
Mobil putih keluaran terbaru itu berhenti tepat di depanku. Jendela depannya perlahan terbuka. Seorang Wanita Paruh baya tersenyum menyapaku. Wanita yang umurnya sekitar 50tahun ini, gayanya masih seperti anak muda. Dengan riasan tipis, dipadukan lipstick warna nude menambah kesan keanggunan di wajahnya. Sedikit sekali terlihat keriput-keriput diwajahnya, dan itu pun hanya dapat terlihat dari dekat. Jika dari kejauhan wanita ini memiliki wajah yang lebih muda dari umurnya.
Tanpa dikomando aku langsung masuk kedalam mobilnya. Wangi parfum mahal langsung tercium begitu aku duduk di sampingnya. Interior mobil di dominasi oleh warna hitam dan putih, tak lupa tas branded kesayangan sudah duduk manis di jok belakang. Kacamata hitam branded pun masih setia di atas kepalanya.
Aku menyimpan tasku di jok belakang, sangat berbanding terbalik dengan tas di sampingnya. Aku mengulurkan tangan, dan mencium tangannya penuh santun.
"Ibu sendirian saja? Ibu sehat?" Aku membuka percakapan.
Ibu tersenyum dan memcubit hidungku. "Ibu sehat, kamu yang sibuk apa kabar? Sampai ga bisa nemenin Ibu untuk sebentar saja." Tambahnya.
"Maafkan Laras bu, sebentar lagi kan mau ujian proposal, jadi Laras harus fokus."
"Iyaa, tapi kan biasanya weekend kamu sempat mengunjungi Ibu Ras."
"Iya bu, tapi akhir-akhir ini Oky juga sibuk ngurusin sanggarnya. Jadi aku gabisa kemana-mana. Trus ditambah nyari bahan juga buat Tugas Akhir."
"Yauda, sebagai gantinya hari ini kamu temenin kemanapun Ibu pergi. Dan....... Kamu harus nginep di rumah ibu satu malam."
"Iyaaa.. iyaaa.. hari ini Laras jadi bodyguard Ibu deh." Jawabku sambil tersenyum. Kebetulan hari besok aku free, sekalian mau lihat-lihat sanggar Oky yang katanya dekat rumah Ibu.
Hal yang pertama dilakukan, mobil berhenti di sebuah klinik kecantikan. Hmm, aku yang sebenarnya kurang suka dengan tempat seperti ini menurut saja mengikuti Ibu dari belakang.
Sampai di meja resepsionis, ibu memesan berbagai macam tratment, dari ujung rambut sampai kaki.
__ADS_1
"Laras kamu mau yang mana?" Tanyanya.
Aku melihat-lihat brosur yang dipengang Ibu, "ini aja bu." Kataku sambil memilih body message dan mandi susu. "Ah lumayan, aku bisa tidur sambil menikmati pijatan-pijatan lembut, menghilangkan streesku." Pikirku.
Akhirnya, kami masuk ke ruangan yang berbeda. Aku hanya memakai kain yang dililit ditubuhku.. selanjutnya aku berbaring dengan posisi tengkurap. Terbayang kenangan tiga tahun lalu, saat aku bertemu pertama kali dengan Ibu.
Siang itu langit cerah berwarna biru, aku turun dari mobil jeep hitam kesayangan Oky. Aku ragu melihat rumah yang begitu megah di depanku. Oky memarkir mobil disamping rumah tersebut, dan menghampiriku.
"Kenpa bengong, yuu masuk!" Ajaknya.
"Aku malu sama Ibu kamu." Ucapku.
"Ga usah malu Ibu pasti suka sama kamu."
"Ibuuuuu.. Ibuuuu..!" Teriak Oky.
Seorang wanita usia 50an, berjalan menghampiri kami.
"Sudah pulang? Aduuh siapa ini?" Ucapnya begitu di depan kami.
Dengan sopan aku langsung menghampirinya "Siang Tante!" Sapaku.
"Ini Laras Bu, ehmmm calon mantu ibu." Jawab Oky sambil tertawa. Aku tersipu malu, terasa panas muka ini dan aku yakin pasti mukaku sudah memerah.
__ADS_1
"Calon mantu Ibu cantik yaa.! Sini-sini hari ini Ibu sudah masak banyak makanan." Goda Ibu sambil mengajak kami ke ruang makan.
Aku semakin tersipu mendengar perkataan Ibu. Dan kami menurut mengikuti Ibu dari belakang.
"Laras, duduk sini dekat Ibu!" Ajaknya.
"Makasih Tante.!" Jawabku sambil duduk di samping nya.
"Aduuhh, jangan panggil Tante dong rasanya Ibu terlalu muda untuk sebutan itu. Panggil saja Ibu."
"Baiklah tan, eh Bu."
"Nah kan kalo gitu kedengarannya lebih akrab nya."
Oky tersenyum melihat kami berdua mengobrol dengan akrab. Sejak pertemuan pertama itu, kami sering pergi bareng, biasanya setiap weekend aku berkunjung ke rumah Ibu.
"Mbaak.. Mbaakk..!" Suara pelayan di situ membangunkan tidurku. Ahh rupanya selama dipijat aku tertidur, mungkin saking keenakannya.
Aku tersenyum melihat pelayan yang bersiri di sampingku.
"Mbaak, sekarang boleh duduk. Saya mau merendam kaki dan memijat bagian jari."
Aku hanya menurut saja sambil menikmati setiap pijatan pelayan tersebut. Setelah selesai, aku diatahkan menuju bathub di ruang sebelah, aku merendam tubuhku di dalam air yang sudah di campur susu. Wangi susu langsung tercium begitu aku masuk ke dalamnya, memberikan sensasi yang begitu santai.
__ADS_1
Selesai dari tempat kecantikan, Ibu mengajakku mampir di butik langganannya untuk mengambil baju. Setelah itu kami makan di restoran yang menyediakan makanan korea. Sepanjang perjalanan pulang Ibu banyak bercerita tentang semua yang dilaluinya selama tidak bertemu aku.