INSECURE

INSECURE
Obrolan Pagi


__ADS_3

Hangat.


Dengan posisi ternyaman, cewek bergelung selimut itu enggan untuk menampakkan wajah cantiknya. Mumpung ia masih belum masuk Sekolah, maka hari liburnya di buat tidur hingga malam nanti. Saga sedang keluar untuk membeli bubur, karena bahan di kulkas habis, Saga terpaksa keluar untuk membeli bubur jadi. Mey masih enggan untuk bangun, kepalanya lumayan sedikit ringan, tubuhnya pun lumayan sehat dan bisa di buat jalan-jalan.


Namun, sepertinya cahaya matahari terlalu memanjakan cewek pemalas itu. Buktinya, sampai saat ini Mey masih betah di dalam selimut bahkan tak menyadari kedatangan Saga. Cowok itu datang dengan membawa semangkuk bubur ayam dan menaruhnya di atas meja. Saga duduk di pinggiran kasur, menarik selimut tebal itu dan menampakkan wajah suntuk sang pacar.


Saga terkekeh.


Ia menyentuh kening Mey, lumayan hangat. Tubuhnya juga sudah tidak panas lagi, artinya pacarnya sebentar lagi sehat.


"Bangun, gue udah beli'in lo bubur." Saga mencoba mengusik ketenangan Mey, berharap cewek itu mau bangun dan mengisi perutnya. "Jangan tidur mulu, pipi lo udah kek mochi."


"Ish!" Mey mendengus. Mengibaskan selimut itu secara kasar dan berengut sebal.

__ADS_1


"Abis itu tidur lagi." Mey masih ngantuk. Kedua matanya tak bisa di ajak kompromi hanya sekedar makan.


"Gue ngantuk." Ujar Mey malas.


"Habis itu tidur lagi. Makanya cepetan bangun, keburu dingin buburnya." Saga menarik paksa lengan itu dan akhirnya Mey duduk, dengan wajah suntuk dan mata terpejam. "Buka mata lo." Mey membuka matanya. Mata sayunya tak tahan hingga membuat Saga memaki kasar dalam hati.


"Aaaa.." Mey membuka mulutnya, Saga mengerjap. Namun tangannya yang memegang sendok terulur untuk memasukkan bubur itu ke dalam mulut sang pacar. Mey mengunyahnya pelan. "Aaaa."


Lagi, Saga menyuapinya. Saga menggelengkan kepalanya prihatin. Cewek cantik, kaya seperti Mey, kenapa harus di beri kemalasan tingkat akut coba?


"Soalnya gue cantik." Jawab Mey ngawur. Tapi... memanh benar sih, tapi tidak juga. Saganya saja yang bucinnya sudah tingkat dewa. Mey flu saja sudah kelimpungan.


"Mata lo cantik!" Saga menaruh bubur itu. Ia menbersihkan sisa makanan yang ada di bibir pacarnya, lalu mengambil lagi bubur itu. Tiba-tiba Saga teringat sesuatu. "Oh iya? Lo inget cewek yang sama Panji itu gak?"

__ADS_1


Mey menoleh. "Oh... Key maksud lo? Hm, gue inget, kenapa emangnya?"


"Dia pindah ke Sekolah kita. Dia langsung nyari'in lo katanya. Orangnya emang humble sih, pas masuk udah langsung dapet temen." Jelas Saga dengan tangan masih sibuk mengaduk bubur yang tinggal setengah itu. Mey mengingat-ingat percakapannya dengan Key, cewek itu memang gampang sekali akrab.


"Nyari'in gue ya?" Saga mengangguk. "Ya udah, besok gue Sekolah."


Saga mengangkat sebelah alisnya. Tumben? Biasanya jika sudah berhadapan dengan orang baru Mey ogah untuk hanga sekedar akrab. Tapi semenjak dekat sama Key, pacarnya itu memang sudah langsung akur dan jarang sekali saga melihat Mey tertawa lepas seperti kemarin.


Saga mengusap pelan puncak kepala sang pacar, apapun demi kebahagiaan Mey, Saga siap melakukan apa saja asal Mey senang. Sudah lama sekali Mey tidak merasakan bagaimana mempunyai teman yang sebenarnya. Karena terlalu takut akibat trauma di masa lalu, membuatnya harus bersembunyi di balik punggung sang pacar. Saga tidak ingat kapan terakhir kali Mey tertawa seperti ini, namun yang pasti ia akan melakukan apapun untuk kepentingan pujaan hatinya.


"Hm, gak papa, asal lo seneng, gue gak masalah."


part ini terlalu sedikit, gue lagi pusing nyusun kata-kata yang pas buat scene ini. Karena cerita INSECURE ini terlalu ringan dan ngambil dari kegiatan sehari-hari, gue agak bingung. Sorry, karena gue masih belum bisa nulis sesuatu yang bagus bagi kalian.

__ADS_1


Salam dari gue...


__ADS_2