
"Itu... akhirnya sebuah goa dan... itu babi?" Ujar Kaito sembari mengintip dari semak semak.
"Mengapa mereka dapat berdiri seperti manusia dan juga salah satu dari mereka membawa sesuatu seperti palu dari kayu" Ujar Kaito dengan bingung sembari mengintip.
"Mereka mereka ada 3 ekor" Ujar Kaito sembari mengintip.
"Appraisal" Ucap Kaito dengan pelan agar tidak diketahuan.
[Status]
[Jenis:Monster]
[Ras:Orc]
[Nama:none]
[Gelar:none]
[Skill:none]
[Mana:30]
[Sihir:none]
[Magis:none]
___________________________
[Status]
[Jenis:Monster]
[Ras:Orc]
[Nama:none]
[Gelar:none]
[Skill:none]
[Mana:30]
[Sihir:none]
[Magis:none]
__ADS_1
___________________________
[Status]
[Jenis:Monster]
[Ras:Orc]
[Nama:none]
[Gelar:none]
[Skill:none]
[Mana:30]
[Sihir:none]
[Magis:none]
___________________________
"Hoo... Jadi seperti ini orc yang asli, biasanya aku hanya melihatnya dari game atau membacanya dinovel" Ujar Kaito sembari melihat status para orc.
"Hm... Kemampuan mereka biasa biasa saja" Ujar Kaito setelah melihat status para orc itu.
"Untung saja aku masih memiliki belati bekas goblin ini" Ucap Kaito sembari menggenggam belati di tangan kirinya.
"Yosh aku akan mencoba sesuatu" Ujar Kaito dengan ide yang terpintas dikepalanya sembari tersenyum kecil.
Kaito pun mengangkat dan meluruskan tangan kanannya mengarah kepada salah satu kepala orc dengan menunjuk menggunakan jari telunjuknya.
"Kuharap ini berhasil.... wind bullet" Ucap Kaito.
("Swosh.... ") Sebuah bola kecil yang terbentuk dari pusaran angin seperti sebuah peluru keluar dari jari telunjuk Kaito dan melesat mengarah ke kepala orc.
[Magis terpakai: 20] Terlintas didalam kepala Kaito.
("Dar!...") Kepala orc tersebut tertembak dan tertembus "oik!..." Suara dari dua orc yang tersisa sembari terkejut melihat kepala teman mereka berlubang dan mengeluarkan darah sembari terjatuh.
"Itu berhasil sekarang tinggal dua orc lagi" Ujar Kaito setelah berhasil menumbangkan satu orc.
Baru saja Kaito hendak mengarahkan jarinya kepada para orc lagi, namun salah satu dari orc tersebut menyadari keberadaan Kaito dan orc tersebut berlari mengarah ke Kaito.
"Sial ketahuan!" Ucap Kaito dengan panik.
"Baiklah akan kuladeni kalian!" Ujar Kaito sembari melompat dari semak semak sembari mengarahkan tangan kanannya pada orc yang berlari menuju kepadanya.
__ADS_1
"Rasakan ini" Ujar Kaito mengaktifkan acid spray yang mengarah kapada orc didepannya.
[Mana terpakai: 20] Melintas dipikiran kaito
"Oik!!" Teriak orc dengan kesakitan karena wajahnya terkena cairan asam.
"Hyakh!.." Ujar Kaito sembari mengarahkan belati goblin dengan tangan kirinya ("Swing") menusuk dada orc yang sedang kesakitan terkena cairan asam "Oik!!" teriak orc dan terjatuh.
"Oink" Teriak orc yang tersisa sembari mendekati kaito dan mengayunkan palunya pada kaito.
"Ah, sial" Ujar Kaito dengan berusaha menghindari palu orc namun ia tak sempat yang mengakibatkan punggungnya terkena hantaman palu "Akhh!" yang membuatnya sedikit terdorong.
"Cuh sial" Ucap Kaito yang langsung berbalik setelah diserang dari belakang sembari meludah darah.
"Oik!!.." Teriak orc yang membawa palu dengan murka.
Kaito pun melempar belatinya dengan keras ke arah orc itu ("Swish") "Berisik kau!.. dasar babi!!" Teriak Kaito.
("Ting..") Belati yang dilempar oleh Kaito ditangkis oleh orc dengan menggunakan palunya, namun pada saat yang sama kaito mengangkat tangan kanannya dan menunjuk dengan jari telunjuknya "Mati kau!.." Ujar Kaito seketika ("Swosh") sebuah bola angin kecil yang terbentuk dari pusaran angin melesat ke arah kepala orc tersebut.
[Magis terpakai: 20] Terlintas didalam kepala Kaito.
("Dar!..") Tepat mengenai kepala orc dan membuat orc tersebut terjatuh dan tewas.
"Ha... Ha.. Ha.." Nafas Kaito terengah engah.
("Tik..") Tetesan hujan mengenai kepala Kaito ("Tik.. Tik.. Tik..") dan semakin banyak.
"Ha.. ha.. aku harus cepat masuk goa" Ujar Kaito dengan kelelahan dan memasuki goa karena hujan mulai turun.
*****
Beralih ke Ryan dan Mike yang masih mencari cari Kaito.
"Ha!!.. Kemana si sialan itu!, sudah dari tadi kita mencarinya namun dia tak terlihat sama sekali" Ujar Ryan yang kesal tak dapat menemukan Kaito.
"Jangan terlalu berisik Ryan bisa bisa kau memancing monster" Ucap Mike.
("Tik.. tik tik tik..") Tetesan hujan mulai turun perlahan.
"Tidak sudah hujan bagaimana sekarang kita menemukannya" Keluh Mike.
"Sialan..." Ujar Ryan.
"Baiklah kita cari tempat berteduh dulu" Ucap Ryan "Ayo cepat sebelum hujannya semakin besar" Ujar Ryan sembari berlari dan di ikuti Mike.
Bagaimana nasib Kaito di goa sembari kelelahan dan apakah Mike dan Ryan dapat menemukan Kaito?...
__ADS_1
Bersambung......