Isekai: My Steal My Way

Isekai: My Steal My Way
Eps. 12.Pertarungan Dibawah Hujan


__ADS_3

("Tap... tap... tap..") Kaito masuk kedalam Goa dengan kelelahan.


"Ha.. ha.. " Nafas Kaito ter engah engah.


"Ternyata goa ini tidak terlalu dalam" ucap Kaito setelah sampai ke dekat ujung goa.


"Permukaan goa ini jelek sekali.. " keluh Kaito.


"Ugh.. punggung ku" ujar Kaito kesakitan sembari duduk perlahan di ujung tembok goa memandangi hujan dari dalam goa.



"Kuharap hujan ini segera reda" ("Ting.. ting.. ting.. ") sesuatu mengelinding dengan pelan di depan Kaito saat sedang berbicara.


" Apa ini?.. " Ucap Kaito sembari mengambil benda yang menggelinding tadi.



"Bukan kah ini.. potion yang biasa ada di game rpg biar ku periksa" Ucap Kaito.


[Status]


[Benda: Potion]


[Jenis: Low]


[Nama: none] °dibuat oleh dokter yang terampil°


[Efek: mengembalikan mana dan magis sebesar 100]


___________________________


"Bukankah ini lebih dari cukup" Ucap Kaito dengan senang dan lelah.


"Sulit sekali membuka penutupnya apa lagi dengan keadaan ku saat ini sangat lelah" Ujar Kaito sembari mencoba membuka penutup potion dengan lengan nya.


Lalu Kaito mencoba menggigit penutup botol itu dan menariknya sekuat tenaga dan ("Plung") penutupnya terbuka " yes akhirnya " ujar Kaito setelah berhasil membukanya.


"Gluk.. gluk.. gluk.. " Kaito langsung meminum low potion.


"Puah.. rasanya sangat aneh pahit, asam, dan manis menjadi satu walau lebih dominan pahitnya" ujar Kaito


Tiba tiba tubuh Kaito samar samar sedikit bercahaya keputihan [Status kembali pulih] Pesan terlintas di dalam kepala Kaito.


"Woah tubuhku terasa jadi sedikit lebih baik, tapi darimana potion itu berasal" ujar Kaito.


Kaito mencoba melihat asal dari arah menggelinding nya potion tadi "Sepertinya dari arah sini tadi" Samar samar karena gelapnya goa Kaito melihat "Hah!.." dengan sedikit terkejut Kaito melihat sebuah jasad yang sudah menjadi tengkorak dengan pakaian yang usang dan koyak, juga tas selempang yang tua.


"Jadi dari sini potion itu... apakah dia korban para orc yang tadi, terimakasih atas potion nya " Ucap Kaito.


(Tap.. tap.. tap..) Suara air hujan ter injak dari arah luar goa.


"Kemari ada goa disini" suara samar samar dari luar goa.


Kaito yang mendengar suara itu pun langsung terkejut " Suara itu" ucap Kaito dan langsung mengarah kan tangan kanan nya ke depan goa ke asal dari suara itu.


"Akhirnya sebuah goa " ucap Ryan yang mencoba masuk ke goa namun ("Swosh") "Agh!.. " peluru angin mengenai bahu kiri Ryan dan terjatuh " Sialan apa itu tadi! " ujar Ryan


[Magis terpakai:20] terlintas di kepala Kaito.


"Ryan ada apa kenapa kau terjatuh!? " ujar Mike dari belakang Ryan.


"Sudah kuduga suara itu kalian" Ucap Kaito keluar dari goa.

__ADS_1


"Kaito! Kau rupanya apa yang terjadi dengan Helia hah!? " Tanya Ryan dengan teriak sembari berdiri perlahan dengan bahu yang berdarah.


"Ah.. wanita itu mungkin dia sudah jadi kotoran salamander" Jawab Kaito.


"Apa kau bilang sialan! " Ujar Ryan dengan marah


"Tega sekali kau dasar bajingan " Ucap Mike mendengar ucapan Kaito.


Kaito dengan perlahan sedikit menjauh dari mereka setapak demi setapak.


"Jangan coba coba lari kau!.. Mike! " Ucap Ryan yang menyadari niat Kaito.


"Baik! Greeahh!.. " ("Swing... ") Teriak Mike menarik pedang besar di punggung nya dan mengarahkan tebasan ke Kaito namun dikarenakan tubuh Mike yang sedikit besar dan pedang yang berat membuat pergerakan Mike tidaklah cepat.


"Sial! " ujar Kaito dan menghindari serangan Mike (" Bam!.. ") pedang Mike menghantam tanah dan Kaito berhasil menghindar karena pergerakan Mike sangat lambat.


Setelah menghindar Kaito langsung menggunakan acid spray (" Sprush") mengarah ke Mike "Argh!.." teriak Mike kesakitan terkena acid spray di wajahnya "Akh!.. mataku!".


[Mana terpakai:20] Terlintas di kepala Kaito.


(" Bam!.. Swing..! Bam!.. Swing!.. Bam!..") Mike membanting dan menebas pedangnya asal asalan karena kesakitan.


"Hentikan Mike suara nya dapat memancing monster sekitar" ucap Ryan menghentikan Mike yang mengamuk kesakitan.


"Bagus " ujar Kaito Yang melihat kesempatan karena Mike tak bisa melihat mau mencoba kabur tapi " Mau kemana kau! " teriak Ryan sembari melayangkan tinju ke wajah Kaito ("Buk!") "Argh" Tinju Ryan tepat mengenai Kaito.


"Sialan.." Ujar Kaito dan membalas beberapa tinju pada Ryan tapi ("Wosh..wosh.. wosh..") semua tinju Kaito dihindari karena Mike adalah petarung yang cukup ahli.


"Makan ini! " Ucap Ryan sembari mengubah lengannya sebelah menjadi Setengah besi dengan skill iron Fist miliknya dan meninju wajah Kaito "Urgh! " Kaito Sedikit terpental.


Lalu Kaito berdiri perlahan dan "Rasakan ini! " Ucap Kaito sembari mengarahkan lengan nya pada Ryan bersiap menggunakan wind bullet tapi "Mike! pengalih!" Teriak Ryan Bersamaan dengan Kaito yang mengarahkan lengannya.


"Divert! " Teriak Mike mengaktifkan skillnya meski ia tak bisa melihat dan kesakitan.


"Hmph... sekarang kau tidak akan bisa melakukan apa pun meski kau memaksa kau hanya akan terpaku pada Mike" Ucap Ryan.


"Sialan.. " Ujar Kaito dengan kesal dan marah.


"Yah sudah sudah aku tidak akan membunuh mu sampai aku tidak membutuhkan mu lagi jadi sabar saja" Ujar Ryan.


"Kau ikut dengan kami ke guild dan mengaku menjadi saksi kematian Helia.. apa kau paham" Ucap Ryan mengancam Kaito.


"Tcuh.." Kaito meludahi Ryan.


"Kau cuma di izinkan menjawab Ya! sialan! " Ucap Ryan memukul Kaito ("buk!") "Urgh" Kaito kesakitan.


"Ryan bantu aku berjalan mata ku yang kanan sepertinya tidak berfungsi lagi" Ujar Mike dan meletakan pedang besarnya begitu saja terjatuh ditanah ("Bam!).


"Uh.. sial mataku perih sekali" Ujar Mike.


Tiba - tiba ("Bum! Bum! Bum!") Terdengar suara berisik dengan cepat mendekati "Suara apa itu? " Ucap Ryan.


Saat Ryan lengah Kaito langsung menendang Ryan yang lewat tepat di depan Kaito yang menghadap ke Mike dari belakang ("Buk!") membuatnya sedikit terdorong "Urgh.. kau! tidak ada kapoknya ya sialan! " Ujar Ryan sembari menoleh ke arah Kaito.


("Bum! Bum! Bum!") Suara itu sudah sangat dekat "Apa apaan... suara itu.. " Ucap Mike sembari melihat ke arah suara itu dan Mike terdiam tak bergerak menyaksikan tepat di hadapannya ada sesosok yang menyebabkan suara berisik itu dan itu adalah Salamander yang mereka temui sebelumnya.


"Suara itu sudah hilang? " Ucap Ryan kembali menoleh ke Mike dan terkejut bukan main dia kembali bertemu dengan monster yang memangsa Helia.


"Mike! menyingkir dari situ! " teriak Ryan menyuruh Mike menghindar namun sudah terlambat lidah salamander itu dengan cepat melilit tubuh Mike "Tidak! tidak! tolong! " teriak Mike dan perlahan masuk ke mulut salamander ("Krauk!.. krauk") suara tubuh Mike yang dikunyah dengan perlahan "Tidak!! Mike! " Teriak Ryan.


Kaito yang akhirnya terbebas dari skill divert milik Mike dan melihat itu langsung mengarahkan tangan nya pada Mike yang terkunyah oleh Salamander dan "Steal! " Ucap Kaito mengaktifkan Steal dan sesaat setelah itu Kaito dapat melihat status Mike untuk memilih sihir ataupun skill yang akan dicuri.


•[Pilih Skill atau pun sihir yang ingin dicuri]•

__ADS_1


[Status]


[Nama:Mike]


[Ras: Manusia]


[Job:Heavy knight]


[Gelar: none]


[Skill:Strength, Divert]


[Unik Skill: none]


[Mana:30/{50}]°Kembali penuh dalam 5 menit°


[Sihir:none]


[Magis:50]


___________________________


"Strength" Ucap Kaito sembari mengklik skill strength di papan status Mike.


Sesaat setelah Kaito mencuri skill Mike, Ryan berlari mendekati salamander yang sedang memangsa Mike menggunakan skill iron Fist nya "Rasakan ini!" Teriak Ryan memukul Salamander itu beberapa kali namun tidak memberi efek pada Salamander yang sibuk mengunyah Mike dan tidak memperdulikan serangan Ryan, Ryan yang sudah melihat banyak darah keluar dari mulut Salamander berputus asa menyerah menyelamatkan Mike dia berlari dengan cepat sembari memegangi bahunya yang terluka berusaha kabur dari Salamander yang sibuk memangsa Mike.


Kaito yang melihat itu langsung lari mengikuti Ryan dari belakang "Bukan kah kau terlalu jahat meninggalkan temanmu begitu saja" Ucap Kaito sembari mengikutinya "Berisik! kau!.. ini semua karena mu! bajingan! " Ujar Ryan dengan marah.


Setelah sekitar 15 menit Ryan kabur dan di ikuti Kaito tiba tiba Ryan terpeleset dan terjatuh ("Dhuak") karena genangan air hujan yang perlahan juga mulai reda "sialan" ucap Ryan.


"Yah... Kau mungkin bisa kabur dari Salamander itu tapi kau tidak bisa kabur dari ku" Ucap Kaito dengan lelah karena berlari mengikuti Ryan.


"Kau bajingan.. " Ucap Ryan.


"Yah.. sudah tenang saja aku tidak akan membunuhmu sampai aku tidak membutuhkanmu lagi" Ucap Kaito menggunakan kalimat yang sama seperti yang digunakan Ryan sebelumnya.


Ryan berdiri dan mencoba memasang kuda kuda bertarung.


"ho.. kau mau bertarung lagi, asal kau tahu aku tahu bahwa mana mu sudah habis" Ucap Kaito melihat Ryan memasang kuda kuda.


"Diam kau sampah! tanpa skill pun aku dapat menghabisi mu" Ucap Ryan membalas perkataan kaito.


"Ya ya ya aku memang sampah dan sampah inilah yang nanti akan menghabisi mu" Jawab Kaito.


Kaito menggunakan skill Strength yang baru saja ia curi tadi dari Mike [Mana terpakai:20 °skill aktif selama 5 menit] terlintas di kepala Kaito.


"Yosh dengan begini aku akan lebih mudah menghajar mu" Ucap Kaito.


Kaito berlari sembari melayangkan tinjunya ke wajah Ryan namun Ryan dapat menghindari itu dan mencoba membalas namun pergerakan Ryan lebih lambat dari sebelumnya dikarenakan dia kelelahan jadi dapat dengan mudah dihindari Kaito dan meninjunya tepat di wajah Ryan beberapa kali ("Buk!") Ryan terdorong oleh tinju Kaito dan mencoba membalas nya dengan tinju lagi tapi Kaito menangkap lengannya yang mengarahkan tinju dan memutar lengan nya "Argh!... " lengan Ryan Patah dan Kaito meninju wajahnya lagi yang membuatnya sempoyongan hampir terjatuh namun Ryan masih mencoba melayangkan tinjunya dengan lengan satunya namun dihindari Kaito dan Kaito meninju lengannya yang berusaha meninjunya dikarenakan skill strength "Urgh! argh! sialan!.... sial!.. " Ujar Ryan kesakitan karena kedua lengan nya patah "Argh... ha... ha... argh.. bajingan.. " Ryan merintih kesakitan dan terjatuh.


("Tik.. tik... tik... ") Hujan mulai berhenti dan langit kembali cerah walau tertutup beberapa pohon.


" Baiklah... berdiri kau pemalas tidak ada kata istirahat untuk mu kalau tidak kepala mu akan hilang loh aku masih bisa menggunakan wind bullet" ucap Kaito mengarahkan jarinya seperti pistol ke kepala Ryan.


Ryan Yang terpaksa dan tidak bisa berkutik pun mengikuti perkataan Kaito dan berdiri.


"Bajingan! keparat!.. " Ujar Ryan yang marah, kesal.


"Sekarang antarkan aku ke arah kota terdekat" Ucap Kaito dan terus menodong kepala Ryan.


Ryan pun mengantarkan Kaito menuju arah kota terdekat yaitu kota kuvale dengan terpaksa.


Apa yang akan terjadi selanjutnya pada Kaito dan apa yang menantinya di kota kuvale nanti?...

__ADS_1


__ADS_2