
("Ngek!") Pintu guild terbuka, dan Kaito masuk dan langsung menuju meja resepsionis.
"Permisi, aku ingin mengambil misi permintaan," ucap Kaito sesampai di meja resepsionis. *Kuh, dia petugas resepsionis yang kemarin pagi * batin Kaito melihat petugas resepsionis.
"Untuk party atau solo?" tanya petugas resepsionis dengan nada datar. "Untuk solo " jawab Kaito.
"Saat ini cuma ada 3 misi ini untuk petualang solo pemula seperti mu " ucap petugas resepsionis sambil memberikan 3 buah kertas yang berisi misi permintaan.
"Mencari kucing hilang, kumpulkan 20 jamur gesond, dan membantu pembangunan gereja " Kaito membaca semua misi permintaan solo untuk pemula yang tersedia saat ini.
"Hm..." gumam Kaito dengan bingung, dan tak lama setelah berpikir Kaito akhirnya memutuskan "Baiklah, aku akan mengambil yang ini, kumpulkan 20 jamur gesond " ujar Kaito dengan wajah sedikit bersemangat.
"Baiklah, kau hanya perlu mencarinya di sekitar bagian bawah pohon. Jamur ini biasanya menempel di akar pohon " jelas petugas resepsionis.
"Ya, baiklah " balas Kaito dan langsung pergi meninggalkan guild, berjalan menuju arah gerbang kota timur.
Tak lama berjalan, akhirnya Kaito melewati gerbang kota timur menuju arah hutan yang tidak asing baginya karena dia menghabiskan beberapa hari di hutan itu.
"Akhirnya sampai, aku ingin memeriksa sesuatu " ujar Kaito sesampai di depan hutan dan langsung masuk ke hutan menuju semak-semak yang cukup rimbun.
"Menghilang, kemana perginya si sialan Ryan itu " ujar Kaito dengan bingung setelah mendatangi tempat terakhir dia meninggalkan Ryan.
"Mungkin dia diselamatkan orang lewat " ujar Kaito menyimpulkan.
"Sebaiknya aku fokus saja mengumpulkan jamur gesond. Dari ciri-cirinya yang tertera di kertas permintaan, jamur itu memiliki kepala hijau lonjong dengan totol hitam " ujar Kaito sambil mencari di sekitar bawah pohon.
"Ah, apakah skill appraisal-ku ini dapat aktif terus? Mari coba, aku belum pernah mencobanya. Appraisal!" ujar Kaito dan mengaktifkan skill appraisal pada pohon-pohon sekitarnya.
[Status]
[Jenis: Pohon]
[Nama: Oakwood] °Pohon besar yang dapat dijumpai di hutan manapun°
[Efek: none]
___________________________
[Status]
[Jenis: Buah]
[Nama: Vitisfera] °Buah liar yang sering tumbuh di semak semak°
[Efek: none]
__ADS_1
___________________________
[Status]
[Jenis: Pohon]
[Nama: Oakwood] °Pohon besar yang dapat dijumpai di hutan manapun°
[Efek: none]
___________________________
[Status]
[Jenis: Pohon]
[Nama: Oakwood] °Pohon besar yang dapat dijumpai di hutan manapun°
[Efek: none]
___________________________
"Kuh, mataku terasa sedikit berat, mungkin karena munculnya banyak papan status informasi " ucap Kaito setelah melihat banyak papan status.
"Ketemu!" ujar Kaito melihat salah satu papan status.
[Status]
[Nama: Gesond] °Jamur yang tumbuh pada akar-akar pohon°
[Efek: Menyembuhkan luka gores, menambah mana sebesar 10]
___________________________
"Hm, dengan cara seperti ini, kurasa misi ini akan cepat selesai " ujar Kaito sembari mencabut jamur gesond.
"Wah, ada lagi dua sekaligus " ujar Kaito dengan sedikit semangat mencabut jamur gesond.
Saat Kaito sedang mengumpulkan jamur gesond dengan bantuan skill appraisal, tiba-tiba saja terlihat sesuatu mengintai dengan tatapan haus darah dari semak-semak di belakang Kaito.
"Rrrr..." Terdengar suara raungan dari balik semak-semak itu.
Kaito yang mendengar itu berbalik dan menarik belatinya, bersiap untuk bertarung.
("Dush!") Sesuatu melompat keluar dari balik semak itu. "Apa!" ujar Kaito terdiam sesaat, melihat sesosok yang keluar dari balik semak-semak dengan skill appraisal yang masih aktif.
__ADS_1
[Status]
[Jenis: Monster]
[Ras: Dire wolf]
[Nama: none]
[Gelar: none]
[Skill: none]
[Mana: 20]
[Sihir: Angin{D}]
[Magis: 20]
Tidak lain, itu adalah serigala bertanduk yang terlihat sama dengan serigala yang membunuh Kaito.
Kaito yang melihat itu langsung mengacungkan telunjuknya pada serigala itu "Wind bullet!" ("Swosh!") Kaito menembakan peluru angin ke arah serigala itu.
Serigala yang sadar dengan datangnya serangan berusaha melompat untuk menghindar, tetapi sihir peluru angin itu terlalu cepat dan mengenai paha kaki belakang serigala itu. "Waugh!" serigala itu kesakitan dan terjatuh.
"Rasakan itu, anjing sialan!" ujar Kaito setelah berhasil menembak serigala itu.
Serigala itu berusaha bangun dengan kaki belakangnya yang pincang, tiba-tiba tanduk serigala itu bersinar dan menembakan bilah angin yang berbentuk tebasan.
Namun, sesaat sebelum serangan serigala itu mengenai Kaito "Quick step!" dengan sangat cepat, Kaito menghindari serangan bilah angin itu dan mendekati serigala itu dengan belati yang siap menusuk.
("Jleb!") Serigala itu tertusuk belati Kaito karena tidak sempat bereaksi dengan kecepatan Kaito, lalu serigala itu terjatuh dengan banyak darah bercucuran dari lukanya.
"Rasakan itu, anjing sialan! Bagaimana rasanya berada di ambang kematian tapi tidak mampu melakukan apapun? Apa kau menyukainya, hah! " ujar Kaito dengan amarah yang membara karena mengingat dia pernah mati dengan tersiksa karena serigala yang sama.
"Aku tidak peduli apakah kau anjing yang sama atau bukan dengan yang waktu itu, tapi satu hal yang pasti, di manapun atau kapanpun aku bertemu serigala yang sejenis denganmu, aku akan membunuhmu! " ujar Kaito dengan penuh amarah pada serigala itu yang terbaring sekarat.
"Tcih, tidak ada yang bisa kucuri darinya. Sebaiknya aku kembali mencari jamur saja " ujar Kaito meninggalkan serigala itu yang sedang sekarat agar mati dengan sendirinya secara perlahan.
*****
Setelah sekitar setengah jam, Kaito mengumpulkan jamur gesond.
"Yosh, akhirnya sudah terkumpul 20 buah. Huft... ternyata cukup sulit mencarinya " ujar Kaito setelah mengumpulkan 20 jamur gesond.
"Sebaiknya aku langsung kembali saja ke guild " ujar Kaito yang langsung kembali ke guild untuk menyerahkan jamur gesond.
__ADS_1
Kaito pun kembali menuju guild di kota.
Bersambung...