
"Hah!? Job mu itu adalah job menjijikan dan merupakah job rendahan" Teriak Radgast dengan kasar.
"A.. apa" Ucap Kaito dengan kaget.
"Ada apa Radgast kenapa kau berteriak disana!" Tanya pangeran Jason yang kaget saat sedang berbicara pada Shimura.
"Pangeran... entah bagaimana ada seseorang diantara teman teman pahlawan yang memiliki job thief" Jawab Radgast.
"Apa!!! Bagaimana bisa ada thief!" Ujar pangeran Jason dengan kaget.
"Ada apa Jason kenapa kau berteriak, apa ada yang memiliki job hebat lainya" Tanya raja Jacob.
"Tidak ayah... justru entah bagaimana ada yang memiliki job thief" Jawab pangeran Jason.
"Apa! bagaimana bisa ada job thief dari ritual suci pemanggilan pahlawan" Ujar raja Jacob.
"Hah... bagaimana bisa ada job sampah rendahan itu" Ucap raja Locas.
"Mungkin dia tak sengaja terbawa ritual suci" Ucap Radgast.
Para murid yang tadinya sedang antusias dengan status mereka, jadi ikut mendengarkan pembicaraan karena suara ricuh.
"Menjijikan sekali... " Ujar raja Fain.
"Memangnya ada apa dengan job thief !?" Tanya Kaito yang bingung dengan reaksi mereka.
"Thief adalah job rendahan dan menjijikan yang hanya dimiliki bandit, pencuri, dan perampok" jawab Radgast.
"Ta... tapi aku tidak akan melakukan kejahatan aku bukan bandit maupun pencuri" Ucap Kaito.
"Menjijikan sekali melihat thief memohon ditempat suci ini" Ucap salah seorang perempuan muda yang berdiri disamping raja Jacob.
"Putri Diana maafkan aku harus memperlihatkan hal menjijikan ini" Ucap Radgast.
"Hahaha kasihan sekali kau Kaito" Ucap seorang murid sembari tertawa.
"Dia bahkan dibilang menjijikan berkali kali hahahaha" Ucap Akira sembari tertawa.
"Kau dengar itu Kaito kau itu sampah yang di anggap menjijikan hahahaha" Ucap Yunari sembari tertawa.
"Tapi aku benar benar tidak akan melakukan kejahatan, aku akan membantu walau aku tidak terlalu berguna" Ucap Kaito.
"Diam kau! kami tidak membutuhkan bantuan dari orang rendahan sepertimu" Ucap pangeran Jason dengan tegas.
"Kyah... pangeran keren sekali..." Ujar beberapa murid perempuan melihat pangeran yang membentak Kaito.
"Memalukan... jika hal ini diketahui masyarakat... ini akan mencoreng nama baik empat negara besar" Ujar raja Reynald.
"Hmm yah... sebaiknya kita singkirkan saja dia, apa pahlawan dan teman temanya ada yang keberatan" Tanya raja Jacob pada para murid.
"Tidak kami tak keberatan malah mengurangi beban itu lebih baik" Ucap seorang murid.
__ADS_1
"Aku tak keberatan... aku tak peduli..." Ujar beberapa murid.
"Tak mungkin apakah seburuk itu job thief" Tanya Mia.
"Yah... thief biasanya hanya dimiliki oleh orang orang berhati busuk, mereka biasa melakukan kejahatan dan juga sering membunuh orang tak berdosa hanya demi diri sendiri" Jawab Radgast.
"Tapi! bukannya dia bilang dia tak akan melakukannya kenapa tak mencoba percaya padanya" Ucap Touya.
Kaito pun melirik kearah Touya dan Mia yang mencoba membelanya.
"Hm... memang dia berkata demikian namun kenyataanya job selalu menggambarkan sifat atau hati seseorang" Ucap Radgast.
"Tak mungkin..." Ucap Mia dengan wajah pasrah.
Kaito pun menengok kearah Touya namun wajah Touya berkata seakan dia tidak tahu mana yang benar dan salah sembari diam tidak tahu harus berbuat apa.
Kaito pun tenggelam dalam putus asa karena tak ada yang membelanya atau pun menghargainya.
"Cuh... menjijikan cepat usir dia bisa bisa aku muntah karena terlalu lama melihatnya" Ucap putri Diana sembari meludah ke arah Kaito.
Dua prajurit pun mengantar kaito keluar aula sembari kaito menuju keluar aula dia masih dapat merasakan tatapan hina dan jijik dari belakangnya.
"Pergi Kau dari sini, beruntung kau tak dibunuh ditempat" Ucap prajurit sembari meninggalkan kaito didepan pintu aula.
"Sial kenapa... " Ujar Kaito sembari berjalan.
Namun ketika Kaito tengah berjalan tiba tiba muncul lingkaran sihir dibawah kakinya, Kaito pun secara reflek melihat kearah belakangnya.
"Kau adalah aib" Ujar Radgast bersamaan dengan bercahayanya lingkaran sihir yang ada dibawah kaki Kaito.
Kaito pun menghilang bersamaan dengan hilangnya lingkaran sihir itu.
***
Disebuah Hutan muncul lingkaran sihir dan Kaito pun muncul bersamaan dengan lingkaran sihir itu.
Lalu lingkaran sihir itu hancur menjadi debu.
"geh dimana ini... bukankah tadi ada lingkaran aneh itu lalu..." Ujar Kaito.
"hah... dimana ini kenapa banyak sekali pohon apakah ini di hutan... " Ucap Kaito dengan bingung.
Kaito pun langsung tahu dengan situasinya, yah dia dibuang kehutan dan agar tak diketahui masyarakat bahwa ada thief di sana jadi dia dibuang.
"Sial kenapa... kenapa selalu aku!!!" Teriak Kaito dengan kesal.
"Grrr... grr.... " Suara dibalik semak semak di belakang Kaito.
Kaito langsung menengok kearah semak semak itu sembari memperhatikan "Suara apa itu" Ujar Kaito.
"Rawr!!.... " Suara seekor serigala yang melompat keluar dari semak semak sembari berusaha menerkam Kaito.
__ADS_1
"Uwah... " Ujar Kaito sembari secara reflek menghindari terkaman serigala.
"Apa apaan itu... serigala itu bertanduk... " Ujar kaito sembari melihat Serigala itu.
"Roar... "serigala itu pun langsung melompat mencoba menerkam Kaito lagi.
"Agh!!..." Namun Kaito tak sempat menghindar yang membuat serigala itu berhasil menerkam bahu Kaito.
Serigala itu pun mengencangkan gigitanya "agh!... " suara kaito yang bahunya digigit ("Crack..") Suara tulang bahu kaito retak "Arghhh!!!... " teriak kaito menahan sakit.
Kaito pun melirik kesampingnya dan ada sebatang kayu kecil kaito pun mengambil kayu itu dan menusuk punggung serigala itu
"Rawr!!... " Suara serigala itu saat punggungnya tertusuk kayu dan melepas gigitanya.
Kaito pun langsung menendang serigala itu dan buru buru berdiri dan berlari" hah... hah... hah.. hah.. " suara kaito sembari berlari dan bahu kaito terus mengeluarkan darah.
Kaito pun melihat ada semak semak yang cukup besar untuk bersembunyi, ia langsung bersembunyi dibalik semak semak itu.
"agh... sial sakit sekali... " Ujar Kaito sembari memegang bahunya yang terus mengeluarkan darah dengan kesakitan.
"Hah! sial " Ujar kaito dengan tersadar bahwa serigala memilki penciuman yang tajam.
Lalu tiba tiba serigala tadi muncul di depan kaito "Rawr... " Kaito pun bergegas lari lagi namun tanduk serigala itu bercahaya dan menembakan sesuatu yang berbentuk tebasan mengarah ke kaki kanan Kaito yang sedang berlari.
"Arghh" suara kaito terjatuh.
Kaito langsung berusaha berdiri untuk lari namun ada yang aneh ia tak bisa berdiri dan saat ia melihat kebelakang.
Kaki kanan Kaito dari betis hingga kebawah terputus dari tubuhnya sembari mengeluarkan banyak darah.
"Huah!! kakiku... hah.. ha... sial! sial! sial!" teriak Kaito dengan panik saat melihat kakinya putus.
serigala itu pun mendekat ke bagian kaki kaito yang terputus lalu memakannya.
"Hah kakiku... hah... hah.. hah.. hah.. " ujar kaito saat melihat kakinya dimakan dan dengan merayap ditanah menjauhi serigala itu.
Namun karena ia kehabisan banyak darah ia menjadi lemas dan tak mampu bergerak, tenggelam dalam penderitaan dan keputus asaan Kaito berbicara sendiri.
"Kenapa...kenapa harus aku yang selalu mengalami kesialan kenapa!" Ucap Kaito.
"Bukankah dunia itu adil hah... mengapa hanya aku... yang selalu seperti ini..hiks hiks hiks" Ucap kaito sembari mengeluarkan air mata.
"Kenapa... apakah ini akhirnya..." Ucap kaito.
"Seandainya aku bisa merebut yang mereka miliki... mengapa hanya aku yang mendapat penderitaan..." Ucap Kaito sembari memejamkan mata dan menghembuskan nafas terakhir.
***
"Gha! hah... hah.. " Kaito terbangun disebuah tempat dimana semuanya gelap gulita.
"Yo... akhirnga kau bangun" Ucap seseorang didepan kaito dengan tubuh yang terbuat dari asap putih.
__ADS_1
Bersambung....