
("tap.. tap.. tap..") Injak kaki Kaito dan Ryan.
"Urgh... ha.. ha.. " Ryan merintih kesakitan karena kedua lengan nya patah.
"Ayo jalanlah lebih cepat" Ucap Kaito sembari menodong kepala Ryan.
*****
Sudah 1 jam mereka berjalan menuju arah kota kuvale yang semakin dekat.
"Ha... apakah masih lama sampainya" Keluh Kaito masih sembari menodong kepala Ryan.
"Sabarlah bajingan... tinggal lurus saja..." Ujar Ryan kelelahan.
"Urgh.. " ("Buk!") Ryan terjatuh.
"Hei berdiri! " ucap Kaito namun Ryan masih saja tidak bergerak "Apa dia pingsan" ujarnya, Kaito pun mendekati Ryan dengan hati hati ia menendangnya beberapa kali tapi Ryan tidak memberi respon sama sekali "Yah... menyusahkan sekali... tinggal lurus ya, Baiklah aku akan lanjutkan sendirian tapi sebelum itu..." Ujar Kaito memperhatikan perlengkapan milik Ryan.
Kaito pun mendekati tubuh Ryan yang terjatuh dan menggeledah semua yang dimiliki Ryan, Kaito mengambil beberapa koin yang ada di saku Ryan dan rompi kecil miliknya juga tidak lupa Kaito menggunakan "Steal" ucap Kaito mencuri skill iron fist milik Ryan lalu perlahan berjalan meninggalkan Ryan yang pingsan sembari berkata "Bersyukurlah kau tidak ku bunuh".
"Aku mendapatkan 4 Koin perak dan 7 koin Perunggu tapi aku belum paham nilai mata uang dunia ini, kurasa aku harus bertanya tanya nanti saat sampai di kota" Ujar Kaito sembari meneruskan perjalanannya.
"Hm... pakaian ku kumuh sekali karena terkena hujan dan terlibat perkelahian, baiklah ku tutupi saja dengan rompi kulit ini " Ujar Kaito memakai rompi kulit milik Ryan.
"Apa itu? cukup menyilaukan kurasa itu jalan keluar hutan ini" ucap Kaito melihat secercah cahaya melewati pohon pohon.
Kaito berjalan menuju cahaya itu lalu.
Terlihat sebuah kota yang indah tidak terlalu jauh.
Kaito pun bergegas menuju kota itu dan Kaito sampai ke depan gerbang kota dan mencoba melewati gerbang kota.
"Hei berhenti disana! tunjukan kartu Identitas mu atau tidak kartu guild mu" ucap seorang penjaga gerbang memberhentikan Kaito.
Kaito yang baru sadar bahwa ia tak memiliki kartu Identitas langsung ber alasan "Maafkan aku pak tapi aku kehilangan kartu Identitas ku karena aku baru saja dirampok belum lama ini" Kaito ber alasan.
"Lihatlah dari semua barang ku yang dirampok hanya tersisa beberapa koin ini saja uang ku " Ucap Kaito meyakinkan penjaga dan menunjukan uangnya.
"Terserah apa alasan mu jika tidak memiliki kartu Identitas tidak boleh masuk ke kota" ucap penjaga tersebut.
__ADS_1
"Apakah tidak ada cara lain?.. agar aku boleh masuk" Tanya Kaito pada penjaga.
"Hah... jika kau tidak punya kartu Identitas kemarilah" ucap penjaga itu membawa Kaito ke sebuah pos kecil di balik gerbang.
"Kemari dan kau isi formulir ini lalu kau akan diberikan kartu Identitas sementara" ucap penjaga.
"Baiklah mari lihat formulirnya.. ha..? hm...? " Ujar Kaito dengan bingung.
"Ada apa kenapa kau tidak mengisinya?" Tanya sang penjaga.
"Apa kau tidak bisa membaca? yasudah mau bagaimana lagi memang rata rata penduduk perdesaan tidak dapat membaca" ujar penjaga.
"Maaf aku memang tidak bisa membaca" Kaito ber alasan.
"Hah... kau ini merepotkan saja kemari biar ku tuliskan dan aku akan bertanya yang ada di formulir itu" ucap sang penjaga
"Baiklah terimakasih banyak" ucap Kaito berterimakasih.
"Baiklah... jawab dengan sejujurnya pertanyaan berikut" Ucap penjaga
"Berapa umur mu? " tanya si penjaga dan "17 Tahun " jawab Kaito.
"Job mu? " tanya penjaga " Fighter " jawab Kaito.
"Baiklah lalu.. pekerjaan mu? " tanya penjaga "Sebenernya... aku datang ke kota ini untuk bekerja" jawab Kaito.
"Baiklah tolong tanda tangan disini" ucap penjaga.
"Baik.. " jawab Kaito sembari membuat tanda tangan asal asalan.
"Ini dia kartu Identitas sementara mu" ucap penjaga gerbang memberi sebuah kartu.
"Wah.. terimakasih" ucap Kaito menerima kartu itu.
Lalu Kaito mamasuki kota dengan sedikit bersemangat ia melihat lihat kota yang cukup indah dan juga ada berbagai orang orang, ada yang membawa pedang, menggunakan jubah, membawa tongkat sihir dan juga ada beberapa ras setengah manusia hewan, dan elf.
"Hampir saja... yah wajar saja aku tidak bisa membaca sebab skill trans language ku hanya menerjemahkan semua bahasa dan kata yang ku dengar atau ku ucap" ujar Kaito.
"Baiklah pertama tama aku harus mencari penginapan untuk beristirahat... aku akan bertanya pada orang sekitar saja" ujar Kaito.
"Permisi nyonya aku sedang mencari penginapan apa kau tahu dimana yang murah? " tanya Kaito pada seorang wanita paruh baya.
__ADS_1
"Penginapan ya... oh iya kau hanya perlu belok ke kiri disana ada penginapan yang belum lama baru buka dan kata beberapa orang disana cukup murah" jawab wanita itu.
"Baiklah terimakasih" ucap Kaito lalu berjalan mengikuti petunjuk dari wanita paruh baya tadi.
"Dari petunjuk ibu tadi seharusnya penginapan itu ada disini... hm apakah itu tempatnya" ujar Kaito melihat sebuah rumah bertingkat yang memiliki papan nama dari kayu.
"Mari coba saja.. permisi" Ujar Kaito memasuki rumah itu "Ya siapa disana " jawab seorang nenek "permisi apakah ini penginapan? " tanya Kaito "Ah ya ini adalah penginapan apa kau pelanggan mari masuk" ucap nenek itu.
"Iya aku ingin menyewa kamar selama beberapa hari ke depan" ucap Kaito
"Baiklah harganya mulai dari satu koin perak lima koin perunggu untuk tiga hari sudah termasuk bonus sarapan tiap pagi" ucap sang nenek
"Wah baiklah aku sewa selama tiga hari nek" ucap Kaito senang karena uangnya cukup.
"Baiklah ini kunci kamar mu kamar nomor 4 di atas juga perhitungan hari sewanya dimulai besok karena sekarang hari mulai gelap" ucap nenek memberitahu Kaito kamarnya dan memberitahu waktu sewa.
"Baiklah terimakasih nek... oh ya nek apa kau mau mengajariku bagaimana nilai mata uang? " ucap Kaito dan bertanya.
"Hm..? memangnya kau tidak diajari nilai mata uang oleh orang tua mu?.. baiklah akan kuajari" Jawab nenek.
"Pertama ada koin perunggu yang jika di kumpul hingga 10 nilainya setara dengan 1 koin perak dan 20 koin perak setara dengan 1 koin emas lalu 20 koin emas setara dengan satu koin royal" jelas sang nenek mengajari Kaito.
"Baiklah aku sudah mengerti terimakasih nek" ucap Kaito.
"Sama sama" ucap nenek.
"Oh ya aku baru saja tiba di kota ini dan aku ingin tahu apakah para petualang biasanya memiliki guild? lalu apakah di kota ini ada sebuah guild?" tanya Kaito memastikan cara kerja petualang di dunia ini sama dengan novel yang biasa dibacanya dulu.
"Tentu saja para petualang memiliki guild dan dikota ini ada sebuah guild bernama Sunflorian yang biasanya ramai, banyak petualang yang mengambil permintaan disana" jawab nenek.
"Hm... baiklah terimakasih nek maaf merepotkan" ucap Kaito berterimakasih dan menaiki tangga menuju kamarnya diatas.
("Ckrek") ("Ngek") Kaito membuka kunci kamar dan membuka pintu lalu masuk ke kamar "Kamar ini tidak terlalu besar hanya ada kasur dan meja kecil juga sebuah kursi pantas murah" ujar Kaito "Yah setidaknya akhirnya aku bisa beristirahat sebentar" Ujar Kaito dan berbaring di kasur.
"Hm... kurasa aku harus segera menjadi petualang dan menjadi kuat secepat mungkin" Ujar Kaito berpikir sejenak dan mengingat wajah orang orang kerajaan yang membuangnya dan teman sekelasnya yang sering menghinanya, dengan wajah marah Kaito berkata "Lihat saja nanti akan kuhabisi kalian semua"
"Yah... sudahlah ("kruruk..") ah.. aku lapar tapi aku harus berhemat besok pagi saja aku akan makan sarapan, aku sangat huah... ham.. mengantuk kurasa aku akan tidur cepat" Ujar Kaito kelaparan dan kelelahan.
Tak lama kemudian Kaito tertidur pulas.
Apa yang menanti Kaito dihari esok dan apa saja yang akan terjadi bersambung....
__ADS_1