Isekai: My Steal My Way

Isekai: My Steal My Way
Eps. 18.Aku Bukan Orang Yang Seperti Itu


__ADS_3

Pagi pun tiba Kaito terbangun dengan sinar matahari yang masuk lewat sela jendela.


"Sialan aku tidak bisa tidur dengan nyenyak" keluh Kaito dengan wajah kesal.


"Apa apaan orang dikamar sebelah ku ini berisik sekali tadi malam erangan dan nafas berat terdengar begitu jelas semalam, mungkin karena tembok disini tipis dan terbuat dari kayu" ucap Kaito dengan jengkel.


"Sebagai remaja puber tidak mungkin aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, sialan menggangu tidurku saja " ujar Kaito beranjak bangun dari kasurnya lalu keluar dari kamar dan menuruni tangga.


"Kau sudah bangun ya ini sarapan mu " ucap nenek memberi bubur kentang pada Kaito seperti kemarin.


"Iya terimakasih nek" ucap Kaito.


"Maaf ya semalam cukup berisik" ucap nenek merasa tak enak pada Kaito "Ah tak apa apa nek" jawab Kaito dengan lembut.


"Dia adalah putra tunggal pemilik perusahaan Lauffray jadi aku takut menegurnya" jelas nenek pada Kaito.


"Tak apa nek memang lebih baik tidak usah ditegur dari pada terkena masalah " balas Kaito.


"Tapi kenapa dia tidak turun? " tanya Kaito "Dia sudah pergi lebih dulu tadi " jawab nenek


"Dia hanya menginap sehari karena dia melakukan perjalanan itu yang dia katakan" jelas nenek pada Kaito "Ouh.. " ujar Kaito.


"Ya tidak kusangka anak dari pemilik salah satu perusahaan terbesar di ibu kota akan menginap di tempat seperti ini bersama dengan teman wanitanya " ujar nenek.


*Hm.. jadi Lauffray itu perusahaan besar dan... teman wanita pantas saja semalam cukup berisik* batin Kaito.


"Mereka bilang mencari tempat penginapan yang sepi jadi mereka menyewa disini" jelas nenek.


"Jadi begitu... " ujar Kaito menanggapi nenek.

__ADS_1


Lalu Kaito memakan sarapannya dengan lahap.


Lalu setelah Kaito sarapan ia bertanya pada nenek "Nek apa kau tahu dimana toko perlengkapan untuk petualang"


"Toko perlengkapan untuk petualang kebetulan tidak jauh dari sini keluar dari penginapan kau hanya perlu belok kiri lalu lurus saja dan belok kiri lagi " jawab nenek.


"Baiklah terimakasih nek " ucap Kaito sembari keluar dari penginapan dan menuju toko perlengkapan.


Baru saja sekitar 5 menit Kaito berjalan. Kaito melihat beberapa orang yang dicambuk dan sedang mengangkut kotak kayu yang cukup besar keatas kereta kuda beberapa diantaranya ada wanita elf dan mereka semua mengenakan pakaian dari kain lusuh.


"Apa apaan itu " ujar Kaito memerhatikan "Apa kau lihat lihat! " teriak pria botak dengan cambuk di genggamannya menghampiri Kaito "Apa kau punya masalah hah!?" bentak pria itu pada Kaito.


"Tidak tapi kenapa kau mencambuk orang seperti itu? " tanya Kaito "Apa yang kau ucapkan hah? mereka itu budak ku! terserah bagaimana aku mau memperlakukan mereka! " jelas pria itu sembari membentak.


"Ah... maaf maaf aku tidak tau itu " ucap Kaito meminta maaf lalu "Hm! menggganggu saja" ujar pria itu dan kembali memerintah budak nya untuk mengangkut kotak kayu.


"Budak ya... jika aku adalah toko utama dalam cerita isekai klise, pada umum nya pasti akan membeli budak lalu memperlakukan mereka dengan manusiawi yang membuat hati si budak luluh" ujar Kaito memperhatikan budak budak itu termasuk si elf wanita.


Sekitar 10 menit sudah Kaito munuju toko perlengkapan.


"Kurasa itu tokonya " ujar Kaito yang melihat bangunan dengan papan kayu yang memiliki gambar ukiran pedang dan perisai.


("Ngek... ") "Permisi " Kaito membuka pintu dan masuk ke toko.


"Selamat datang " ucap seorang pria bertubuh pendek dan memiliki tubuh kekar.


*Apa ini yang namanya dwarf? tapi kenapa raja dwarf yang pada saat itu tidak sependek ini? * batin Kaito dengan bingung mengingat raja dwarf yang ia temui saat pertama kali kedunia ini.


"Ada yang bisa ku bantu? " ucap dwarf pemilik toko.

__ADS_1


"Ya aku membutuhkan perlengkapan petualang untuk pemula " ucap Kaito sedikit bersemangat.


"Ho.. pemula ya hm... bagaimana dengan pedang ini " ucap dwarf pemilik toko menunjukan pedang.


"Wah.. berapa harganya " tanya Kaito dengan bersemangat "Harganya hanya 8 koin perak bagaimana murah bukan " ucap dwarf pemilik toko.


"Ugh... apa tidak ada yang lebih murah " tanya Kaito setelah terkejut mengetahui harga pedang yang cukup mahal, karena Kaito hanya punya 18 koin perak dan 2 koin perunggu itu juga harus dipakai untuk kebutuhan yang lain.


"Ha.. cari saja di kotak disana, semua yang disana hanya berharga 4 perak" ucap dwarf pemilik toko menunjuk ke sebuah kotak sesudah menghela nafas karena sedikit kecewa.


"Baiklah hm... " ujar Kaito melihat lihat senjata yang ada didalam Kotak.


*Sialan setelah kuperiksa dengan Appraisal tidak ada senjata yang bagus, semuanya biasa saja malah ada yang berkarat* batin Kaito memeriksa senjata di kotak.


"Hm... kurasa aku akan ambil ini saja " ujar Kaito mengambil sebuah belati *Ya kurasa aku memang lebih cocok dengan belati " batin Kaito.



"Ah iya apa kau juga punya rompi kulit yang murah " ucap Kaito.


"Iya ada ini harganya 5 koin perak " ucap Dwarf pemilik toko memberi sebuah rompi kulit yang tidak terlalu tebal.


"Baiklah aku ambil ini juga " ucap Kaito mengambil rompi kulit itu.


"Ini uang nya " ucap Kaito memberi 4 koin perak "Ya terimakasih... " balas pemilik toko dengan datar.


("Ngek... ") Kaito membuka pintu dan keluar dari toko dengan menggunakan rompi kulit baru dan dengan belati di pinggangnya.


"Yosh.. kurasa aku sudah siap untuk misi permintaan solo pertama ku lalu... kurasa aku akan meninggalkan kota ini " ujar Kaito sembari berjalan ke arah guild dan berpikir tindakan yang harus ia ambil ke depannya

__ADS_1


Misi permintan solo seperti apa kira kira yang akan Kaito ambil? tunggu saja di episode selanjutnya.


Bersambung.....


__ADS_2