Istri Tuan Alexander

Istri Tuan Alexander
Bab 25


__ADS_3

Tak ada yang harus disesali dari masa yang telah berlalu. Semua orang bisa menyadari kesalahannya dan berubah menjadi lebih baik. Meskipun dulu Murel sangat jahat, tetapi tidak untuk sekarang yang telah insaf. Dan kini wanita wanita itu menyadari semua kesalahan yang telah dia lakukan selama ini, termasuk menyekap Alexander karena telah memutuskan pertentangannya dengan Neila.


"Nisha, maafkan aku yang telah banyak salah padamu. Bahkan aku sama sekali tidak peduli denganmu saat kamu terpuruk karena kehilangan Alexander saat itu. Maafkan aku yang tidak pernah menjengukmu. Aku tidak memintamu untuk mengakuiku sebagai ibumu, yang penting aku bisa dipertemukan pada cucuku," ucap Murel dengan mengiba.


Hati lembut Nisha mulai terketuk saat ibu mertuanya meminta maaf padanya. Tanpa meminta maaf pun, Nisha sudah memaafkan ibu mertuanya. Dan tak semestinya ibu mertuanya meminta maaf padanya.


"Ibu jangan meminta maaf dan merasa bersalah pada Nisha. Nisha tidak pernah mempersembahkan tentang itu. Nisha telah ikhlas menjalani takdir yang Allah berikan pada Nisha, meskipun sebenarnya pernikahan Nisha dengan Alexander tak pernah terbayangkan sebelumnya. Nisha tidak akan pernah melarang ibu untuk menemui Alsha, karena bagaimanapun Alsha adalah cucu ibu. Kapanpun ibu mau menjenguk Alsha, pintu rumah selalu terbuka, Bu," jelas Nisha panjang lebar.


Tak terasa air mata Murel jatuh begitu saja. Sungguh dirinya merasa terharu dengan ketulusan Nisha yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Murel mengira jika Nisha juga akan ketus kepadanya, seperti ketiga anaknya. Namun, ternyata dugaannya salah.


"Nisha, terima kasih telah menerima ibu. Alexander sungguh beruntung bisa memilikimu. Ibu yakin pilihan dia sudah tepat untuk menikahimu."


Karena tujuan Danar datang untuk menghibur Alsha, terpaksa Danar meninggalkan ibunya ada Nisha di ruang tamu, karena Danar ingin ke kamar Alsha.


Meskipun Danar bukan ayah kandungnya, tetapi Alsha akan sedikit menurut dengan apa yang dikatakan oleh Danar.


Ketukan pintu membuat Alsha yang sedang berbaring ditempat tidur langsung menarik selimutnya untuk berpura-pura tidur.


"Assalamualaikum gadis om yang paling cantik? Lihat, uncle bawa apa?" Danar melangkah pelan untuk menghampiri tempat tidur Alsha.


Mendengar suara Danar, Alsha yang semula menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut seketika langsung menyibakkan selimutnya.


"Uncel!" teriak Alsha dengan wajah berbinarnya. "Uncel bawa apa?"

__ADS_1


Danar langsung memberikan sebuah paper bag kepada Alsha.


"Wah ... es krim," ujar Alsha dengan girang.


"Stttt! Jangan keras-keras nanti mama kamu mendengar dan uncel kena marah."


Alsha langsung menutup mulut dengan telapak tangannya. "Ups. Sorry!"


Meskipun Danar bukanlah ayah kandung Alsha tetapi dia bisa mengerti dan memahami bagaimana watak Alsha, karena sejak kecil Danar telah berada disamping Alsha, sehingga Danar tahu bagaimana untuk mengatasi Alsha.


"Kamu megapa mengurung diri di kamar? Apakah ada teman yang menjahatimu lagi?" tanya Danar dengan kepura-puraannya.


Tiba-tiba bibir Alsha langsung mengerucut dan meletakkan es krim yang baru saja masuk kedalam mulutnya.


Helaan napas panjang keluar begitu saja dari mulut Danar. Dia bisa merasakan perasaan Alsha yang sedang kecewa. Namun, karena tugasnya adalah untuk membujuk dan menyakinkan Alsha, Danar mencoba untuk mengesampingkan perasaan sendiri.


"Mungkin saja pekerjaan papa belum selesai jadi papa belum bisa pulang. Bukankah papa pergi untuk bekerja? Sama halnya dengan Alsha yang ke sekolah dan diberikan tugas oleh Miss. Bukankah kalau belum selesai belum boleh pulang. Nah .... begitu juga dengan papa Alsha yang sedang bekerja. Kalau belum selesai belum bisa pulang. Jadi Alsha enggak boleh marah sama papa." Danar mencoba untuk memberikan pengertian kepada Alsha.


"Benarkah seperti itu?" tanya Alsha meyakinkan.


"Iya, dong. Masa gak percaya sama Uncel? Kan Uncel adalah bos di kantor, jadi Uncel bisa tahu, mengapa papa Alsha belum bisa pulang. Tapi percayalah, jika pekerjaan papa Alsha udah selesai dia pasti pulang. Bukan dia sudah berjanji pada akan segera pulang?"


Kepala Alsha mengangguk dengan pelan. Kini gadis kecil itu percaya dengan ucapan Danar dan seketika melupakan rasa kecewanya pada papanya.

__ADS_1


"Nah ... sekarang Uncel punya sebuah kejutan untuk Alsha. Ikut Uncel keluar ya. Dibawah sana ada Oma-nya Alsha. Alsha belum pernah bertemu dengan Oma kan?"


"Oma?" cicit Alsha.


"Iya. Dia adalah mamanya Uncel dan juga mamanya papa kamu. Dia sangat merindukanmu, tapi karena dia sakit, jadi dia baru bisa datang sekarang untuk menjenguk kamu. Ya udah, ayok turun!"


Dengan patuh Alsha langsung mengikuti Danar untuk keluar dari kamar untuk menemui wanita yang tak lain adalah Oma-nya.


Murel yang menunggu di ruang tamu rasanya sudah tidak sabar menunggu kedatangan Alsha yang sedang di bujuk keluar oleh Danar. Matanya terus menatap kearah tangga saat mendengar derap langkah menuruni anak tangga. Sungguh rasanya sudah tidak sabar untuk melihat cucunya.


"Itu Alsha, Bu." ucap Nisha pada ibu mertuanya.


"Alsha? Apakah kamu sengaja menggabungkan nama Alexander dan juga namamu?" tanya Ibu mertuanya.


Bibir Nisha terangkat tipis. Sungguh tebakan yang tidak salah lagi. Nisha memang sengaja menggabungkan nama Alexander dengan Nisha hingga menjadi sebuah nama Alsha.


"Iya, Bu. Alsha memang Nisha ambil dari nama depan Alexander dan juga nama terakhir Nisha," terang Nisha.


"Nama yang bagus. Ibu sangat suka. Astaga .... mengapa wajah anakmu begitu mirip dengan Alexander?" Murel merasa sangat terkejut saat melihat wajah Alsha yang sangat mirip dengan Aleksander.


"Ya, mau bagaimana lagi, Bu. Alexander adalah ayahnya. Mungkin saat berada didalam kandungan, Alsha berpikir jika dia mirip dengan mamanya, dia tidak wkan diakui anak oleh papanya, sehingga dia memilih untuk mirip dengan papanya agar bisa diakui anak oleh papanya," jelas Nisha dengan helaan napas panjang.


Nisha sendiri merasa tidak sanggup jika harus mengenang kisah masa lalunya dengan Alexander yang begitu memilukan.

__ADS_1


...####...


__ADS_2