Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)

Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)
TERLIHAT SATU ORANG


__ADS_3

Terlihat satu orang keluarga sedang sibuk mengangkut barang-barang mereka untuk di masukan ke dalam mobil box.


Setelah selesai Santos selaku orang kepercayaan Radix langsung saja mengajak istrinya untuk segera pergi.


"Ayo kita duluan, nanti tuan akan menyusul kita!" kata Santos berbicara kepada Santas.


Keduanya langsung pergi dengan menggunakan mobil box untuk membawa seluruh barang-barang, menuju ke rumah tuan mereka yang baru.


Santas dan Santos adalah pelayan setia keluarga Mahardika sejak dulu. Sudah 15 tahun keduanya mengabdi kepada keluarga Radix.


Namun sayangnya meskipun Santas dan Santos sudah lama menikah. Namun mereka tidak bisa di karuniai anak, karena Dokter telah lebih dulu mengangkat rahim Santas karena penyakit kista yang di derita oleh wanita itu.


Maka jangan heran jika Santas dan juga Santos sangatlah menyayangi Diandra. Dan mereka berdua sudah menganggap Diandra seperti anak mereka sendiri.


Diandra Mahardika! Adalah gadis berusia 18 tahun, dan merupakan anak satu-satunya, Radix Mahardika dan juga Putri Mahardika.


"Sayang ayo cepat! Paman Santos dan Bibi Santos sudah pergi duluan. Kita harus segera menyusul!" teriak Radix, dan tak lama kemudian keluarlah Diandra dari dalam rumahnya dengan membawa tas di punggungnya.


Hingga akhirnya keluarga itu langsung pergi dengan mengendarai mobil pribadi, hendak menuju ke suatu tempat.


Hari ini keluarga Mahardika akan pindah rumah, karena kebetulan Radix telah di pindahkan oleh bossnya ke perusahaan utama. Karena sebelumnya pria itu memang hanya bekerja di perusahaan kantor cabang hanya sebagai karyawan biasa.


Dan kini Radix mendapatkan sebuah kesempatan besar untuk bisa menjadi manager di perusahaan utama, namun perusahaan tempat Radix bekerja sangat jauh. Maka dari itu ia terpaksa harus membawa keluarganya ikut keluar kota!


Mobil yang di kendarai oleh Mahardika beserta mobil Santos yang ada di depan, tengah melintasi jalanan hutan yang sangat sunyi.


Banyak pepohonan rimbun dan juga besar yang mengililingi jalanan itu.


Sehingga membuat bulu kuduk Diandra langsung berdiri dengan sendirinya akibat hawa yang tak biasa, sekaligus juga dengan udara yang cukup dingin.


Putri yang peka langsung saja menoleh ke belakang untuk melihat keadaan anaknya.


"Apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Putri, dan dia langsung melemparkan satu buah bantal ke arah belakang.


"Tidurlah nak, besok pagi kamu harus kuliah." sambung wanita itu lagi.


Diandra langsung memejamkan matanya, dan mencoba untuk tidur.

__ADS_1


Tak terasa perjalanan mereka yang cukup panjang kini telah usai.


Akhirnya mobil mereka telah sampai di depan sebuah rumah mewah dan juga besar namun terlihat sedikit usang dan juga gelap.


Karena memang rumah ini adalah rumah tua, milik bossnya Radix yang sengaja di beli oleh pria itu karena harganya yang murah.


Putri sampai di buat terheran-heran, ketika melihat bentukan rumah yang tengah ada di hadapannya ini.


"Sayang! Kau membeli rumah sebesar ini dengan harga yang segitu miring? Apa boss mu itu tidak salah?" tanya Putri masih kurang yakin.


Sementara Radix hanya bisa tersenyum, dan memandang sekilas ke arah istrinya.


"Biarkan saja! Sekalipun dia salah dia juga tidak akan rugi. Uang nya sangat banyak!" jawab pria itu, yang langsung mencium kening Putri.


"Apa kau senang?" tanya Radix lagi, dan Putri hanya bisa mengangguk serta tersenyum.


"Sangat senang!" jawab Putri akhirnya.


Kini Radix pun mulai menurunkan satu-persatu barang-barang mereka untuk segera di bawa masuk.


"Dari mana kau tau kalau di rumah ini ada vampir? Jangan-jangan kau adalah salah satunya!" tebak Santos pula secara asal.


Sehingga membuat istrinya itu spontan langsung memukul pundaknya dengan sedikit kuat. Dan mampu membuat Santos sendiri menjadi kesakitan.


"Dasar dodol! Kau tidak lihat di internet, berita tentang rumah ini sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Memang nya siapa yang tidak tau?" protes Santas merasa sangat kesal sekaligus marah.


"Itu ibu, buktinya dia tidak tau! Dan malah senang ketika tinggal disini." jawab Santos dengan cepat.


"Santos!!! Jangan cepika-cepiki disitu! Ayo cepat bantu aku memasukan barang-barang kita ke dalam rumah. Kau lihat hari sudah hampir malam!" tegur Radix sehingga membuat Santos langsung terkejut, dan spontan menjawab! "Ba-baik tuanku!"


Singkat cerita!


Kini mereka semua sudah berada di dalam rumah.


Sangat gelap, dan suasana horornya sangatlah terasa dan mampu membuat mereka semua langsung merinding.


Namun tidak dengan Radix dan juga Putri.

__ADS_1


Mereka malah merasa sangat senang, dan tidak takut sama sekali.


"Baiklah, sehabis pulang kerja! Besok kita akan membersihkannya bersama-sama. Untuk sekarang mungkin kita hanya bisa membersihkan sebagian saja dan akan menggunakan lilin sebagai penerang." ucap Putri dengan memandang bergantian ke arah Santas dan juga Santos.


"Ya, ibu benar! Karena besok orang yang akan memperbaiki listriknya  baru bisa datang. Maka dari itu sebagai pencahayaan sementara, kita semua hanya bisa menggunakan lilin saja." sambar Radix juga.


Sementara Diandra hanya bisa terdiam dan mendengarkan omongan kedua orang tuanya, dengan sesekali melihat ke arah sekelilingnya yang sudah mulai menggelap, karena hari yang sudah malam.


Radix dan juga Putri, mulai melangkahkan kaki pergi meninggalkan ruangan utama.


Sementara Diandra tidak menyadari akan hal itu, dan malah fokus memandang ke arah pintu utama yang terlihat sedang bergerak kesana dan kemari seperti ada angin yang meniupnya.


Padahal sama sekali tidak ada angin yang berhembus, sehingga mampu membuat Diandra semangkin tambah penasaran.


Dan tiba-tiba saja!


"Heh!" Teguran dari Santas mampu membuat Diandra langsung terlonjak kaget dan spontan memegangi dadanya yang kini tengah berdetak tak karuan.


"Bibi!" rengeknya merasa kesal.


"Kamu sih, ngapain masih disitu? Ayo kita pergi!" ajak Santas, dan keduanya kini langsung berjalan menyusul Radix dan juga Putri.


Mereka semua sedang berada di meja makan!


Putri memegang meja makannya, dan ternyata sangat berdebu dan dia langsung tersenyum.


"Kita akan makan malam disini! Tapi sebelum itu aku, Diandra dan Santas akan membersihkannya terlebih dahulu." ucap Putri.


Hingga akhirnya mereka bertiga langsung bersiap-siap untuk membersihkan meja makan beserta dengan menyiapkan makan malam nya juga.


Setelah melewati acara makan malam bersama. Tiba-tiba saja! Pengakuan dari Radix langsung mengagetkan mereka semua.


Pria itu berkata jika mulai sekarang dia akan bekerja pada malam hari. Sehingga membuat Putri langsung terkejut, padahal dia pikir jika suaminya akan masuk kantor seperti biasanya, yaitu pada pagi hari.


Namun ternyata berbeda!


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2