
"Maafkan aku sayang! Tapi aku juga tidak tau jika boss memintaku untuk masuk malam. Dia mengatakannya barusan, dan mengabari lewat chat." ucap Radix merasa bersalah.
Sesaat Putri langsung terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Baiklah jika itu keinginan boss mu maka lakukan!" balas wanita itu dengan segera.
"Benarkah? Lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Radix merasa khawatir, dan takut jika keluarga nya tidak berani tinggal disini.
"Memangnya kenapa? Ada Santos, Santas dan juga Diandra. Kami pemberani, dan tentunya tidak akan mati meski kau tidak ada di rumah pada malam hari. Ayolah sayang! Jangan cemaskan kami, kau harus terbiasa dengan pekerjaan mu yang baru." jawab Putri dengan bersungguh-sungguh, dan mencoba untuk meyakinkan suaminya jika mereka semua tidak akan apa-apa meskipun di tinggal bekerja oleh Radix pada malam hari.
Setelah memantapkan hati, akhirnya Radix pergi berjalan keluar dari rumah.
Di saat Putri sudah melihat suaminya pergi dengan mengendarai mobilnya. Wanita itu langsung saja menutup pintu utama dan tak lupa untuk menguncinya.
Putri berbalik badan dan melihat anaknya serta juga kedua pelayannya itu tengah menunggu.
"Ayo tunggu apa lagi? Mari kita tidur sekarang! Jangan khawatirkan tuan! Karena dia sudah membawa kunci cadangan." jelas Putri, yang langsung membawa lilinnya naik ke lantai atas dengan di ikuti ketiga orang itu.
Pintu kamar di buka! Dan menampilkan sebuah suasana yang sangat hangat, dan juga hawanya berbeda dari ruangan yang lainnya. Karena memang ruangan di lantai bawah terasa sangat dingin, mungkin karena faktor cuaca di hutan ini yang sangat sering hujan.
"Woah kamar ini cukup bersih! Sayang apa kamu mau tidur disini? Kamarnya sangat bagus dan terawat. Ada jendela besar yang menghadap ke arah luar! Ini akan menjadi kamar mu mulai sekarang." ujar Putri, dan dia langsung menoleh ke arah belakang.
Spontan Diandra langsung melihat ke arah mamanya, sembari memukuli tubuhnya karena ada banyak nyamuk yang ingin mengisap darahnya.
Putri langsung berjalan menghampiri Diandra. "Mama punya lotion nyamuk, kamu bisa memakainya nanti." ujar Putri memberitahu.
"Tidurlah disini, kamu tidak perlu lagi membersihkan kamarnya karena kamar ini sudah sangat bersih. Belum tentu kamar lainnya akan sebersih ini." sambung Putri lagi. Wanita itu sendiri juga tidak paham, kenapa bisa kamar yang satu ini tidak berantakan dan tertata sangat rapi seperti memiliki penghuni.
Padahal sudah jelas-jelas jika rumah ini sudah kosong sejak 10 tahun lalu.
Dan Diandra langsung mengangguk serta sudah bersiap ingin masuk ke dalam kamar itu.
Namun entah mengapa tiba-tiba saja, kakinya menolak untuk masuk, dan malah mundur kebelakang dengan sendirinya.
"Ada apa?" tanya Putri merasa aneh.
"Ibu, sebenarnya ibu sudah tau apa belum? Kalau rumah ini sangat angker. Dan banyak cerita yang bertebaran jika rumah tua di tengah hutan ini memiliki penghuni vampir yang sangat menyeramkan." sambar Santas, sehingga mampu membuat Diandra langsung melotot tak percaya.
__ADS_1
"Benarkah? Apa kalian mempercayainya?" tanya Putri yang beralih memandang ke arah 2 orang pelayan nya itu secara bergantian.
"Kalau aku sih tidak! Aku juga tau tentang cerita itu, tapi semua nya hanya hoax." sambung Putri lagi.
"Diandra sayang! Apa kamu berani tidur sendirian, mungkin kalau kamu takut kamu bisa tidur sama mama malam ini. Mungkin setelah besok listriknya sudah di perbaiki, baru kamu bisa tidur semdirian." ujar Putri yang peka terhadap anaknya.
Dan tau jika Diandra pasti akan takut! Namun gadis itu malah menggeleng dengan cepat.
"Tidak, aku tidur disini saja! Kalau tidur sama mama pasti akan sangat lama. Belum lagi membersihkan kamar, sementara aku sudah sangat mengantuk. Lagi pula tentang cerita vampir itu sepertinya hanya mitos! Bibi Santas terlalu mudah di perdaya dengan berita-berita yang tidak benar." jawab Diandra sembari melirik ke arah Santas.
"Baiklah, kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi mama ya sayang!" pinta Putri yang langsung mencium kening Diandra.
Dan akhirnya wanita itu pergi meninggalkan anaknya, dengan di susul oleh Santas dan juga Santos.
Sementara Diandra sendiri memilih untuk masuk ke dalam kamar itu dengan menggunakan penerangan lilin.
Dia melihat ke arah kasurnya, dan langsung menjatuhkan diri disana.
Karena takut wanita itu bergegas langsung tidur. Namun, meski waktu sudah berlalu cukup lama.
Diandra tak kunjung bisa tidur dan terpaksa membuka matanya hingga pagi hari.
Seperti benda-benda terjatuh, lilinnya yang padam. Serta ada seseorang yang menarik-narik kakinya, namun ketika di lihat sama sekali tidak ada siapapun di kamar ini. Dan hanya dia seorang! Sungguh aneh!
"Diandra, Diandra! Buka sayang pintunya. Apa kamu sudah bangun? Ayo cepat turun, kamu harus mandi di bawah karena di atas tidak ada air. Cepat, katanya hari ini kamu akan masuk kuliah." teriak Putri masih terus menggedor-gedor pintu kamar anaknya. Bertujuan agar Diandra segera bangun!
Padahal anak itu sama sekali tidak tidur hingga sekarang.
Dengan malas Diandra bangun dan menyibakan selimutnya.
Setelah selesai mandi dan juga sarapan. Diandra dan juga Putri pergi ke kampus dengan menggunakan mobil yang sama.
Karena kebetulan Putri juga mengajar sebagai Dosen di Universitas tempat Diandra kuliah.
"Apa papa sudah pulang?" tanya Diandra kepada mamanya.
"Sudah, papamu masih tidur mungkin karena capek." balas Putri.
__ADS_1
Setelah obrolan singkat itu, Diandra langsung terdiam.
Dan suasana di dalam mobil itu menjadi sunyi senyap.
...****************...
Jam istirahat kampus!
Diandra memberanikan diri untuk mendekat pada beberapa teman nya yang terlihat berkumpul.
"Hai, apa aku boleh bergabung?" tanya nya dengan sedikit ragu.
"Boleh, kebetulan namamu siapa? Umur berapa? Dan tinggal dimana?" tanya salah satu dari mereka.
"Oh, namaku Diandra! Umurku 18, dan aku tinggal di Rumah yang ada di tengah hutan. Apa kalian tau rumah besar dan mewah yang ada di tengah hutan Cemara?" tanya Diandra karena cukup ragu apakah teman-temannya itu tau dimana letak rumahnya.
Karena memang rumah yang di tempati oleh keluarga nya sekarang, memang sangat terpencil dan tidak memiliki tetangga. Bahkan Radix bilang, tidak ada perumahan lain selain di kota.
Mereka semua spontan langsung melotot dan berdiri menatap ke arah Diandra dengan tatapan yang aneh.
Siapa yang tidak tau tentang kisah mistis di rumah tua itu? Semua orang di kota pasti sangat mengetahuinya! Dan sangat melekat bagi seluruh masyarakat di sana. Maka dari itu tidak ada orang yang berani melewati rumah tua tersebut, karena takut.
Bahkan semenjak di jual sama sekali tidak ada yang mau membeli nya meski harganya sangat murah. Dan rumah tua itu menjadi terbengkalai selama 10 tahun, dan membuatnya semangkin bertambah seram.
Namun kini wajar saja mereka semua dibuat terkejut, karena keluarga Diandra sangat berani menempati rumah itu dan menjadi penghuni yang baru.
"Apa you bilang? Oh my goodness! You tau gak kalau di rumah itu ada vampirnya! Makanya di jual sama yang punya." ujar salah satu wanita yang memang tau tentang berita vampir di rumah tua itu.
"Iya, kebetulan yang punya juga bossnya papa aku." jawab Diandra dengan jujur.
Kini wanita yang sempat berbicara dengan nya tadi langsung memandang ke arah teman-temannya yang lain. Seperti memberikan sesuatu kode, namun Diandra sama sekali tidak paham dengan maksudnya.
"Gaes! Sepertinya kita gak bisa berteman sama dia! Soalnya dia tinggal di rumah tua yang ada di tengah hutan itu. Gimana kalau misalnya dia di gigit sama vampir menyeramkan itu? Trus dia berubah dan ikut jadi vampir dan kita malah di gigit. Aww, serem! Gak-gak mending gak usah deh deketin dia." ujar wanita itu yang langsung mengajak teman-temannya untuk pergi meninggalkan Diandra.
Dan kini Diandra merasa tak pecaya jika kehadirannya akan di tolak seperti ini. Meski awalnya dia di sambut sangat baik oleh mereka, namun ujung-ujungnya malah di jauhi hanya karena masalah tempat tinggalnya.
__ADS_1
Sungguh tidak masuk akal, pikirnya!