Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)

Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)
NAMUN SEKARANG


__ADS_3

Namun sekarang semenjak bersama Diandra barulah Jack memberanikan diri untuk menelusuri tempat agar dapat menemukan keindahannya.


"Pemandangan dari atas sangat keren! Jack kemarilah, dan lihat!" ucap Diandra. Dengan spontan vampir itu langsung datang dan kini sudah berdiri di sampingnya.


Jack hanya tersenyum. "Ada sebuah tempat yang bahkan lebih indah dari ini. Tapi tempatnya sangat jauh, dan aku tidak bisa membawamu kesana." ujar Jack sambil menghela nafas.


Keduanya saling bersitatap dan memandang dengan tatapan mata yang sangat lekat.


"Kenapa? Tolonglah bawa aku kesana, kita bisa pergi pada pukul 7 sore, dan kita pasti akan sempat pulang sebelum matahari kembali terbit." pendapat Diandra, namun dengan cepat Jack menolaknya dengan sebuah gelengan kepala.


"Bukan waktu yang ku takutkan! Tapi resikonya! Lokasinya ada di desa tempat biasa aku memburu susu sapi murni. Tapi sayangnya disana terdapat banyak sekali pemburu vampir, aku tidak mau nantinya kau akan di tangkap oleh mereka." ujar Jack menjelaskan.


"Ta-tapi_" protes Diandra, namun beberapa detik kemudian. "Baiklah! Jika memang itu demi keamananku, lalu bagaimana dengan kau sendiri? Setiap malam kau pergi kesana! Tapi buktinya dirimu masih hidup sampai saat ini." ucap Diandra lagi.


"Jika hanya membawa tubuhku sendiri akan sangat mudah bersembunyi ataupun menghindari tembakan dari mereka. Tapi jika membawamu, tentu akan sangat sulit! Itu yang akan khawatirkan jika membawamu kesana." jawab Jack dengan jelas.


Dan barulah kini Diandra paham, lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah depan.


Pada saat Diandra tengah asyik melihat pemandangan kota dari atas bukit, namun Jack lebih memilih untuk menikmati ke arah objek lain dengan memandang ke arah wajah Diandra.


Karena penerangan dari sinar bulan, dapat membuat wajah gadis itu bercahaya dengan sangat terang.


Hingga tanpa sadar Jack langsung mengembangkan sebuah senyuman pada bibirnya.


"Ikutlah denganku!" pinta Jack yang setelah itu langsung pergi berlalu, dengan di ikuti dari arah belakang oleh Diandra.


Keduanya berjalan menyusuri hutan bukit lereng. Karena sinar bulan purnama itu, membuat jalanan hutan menjadi tidak gelap, dan masih bisa di lihat dengan mata telanjang manusia.


Berbeda dengan vampir yang memang memiliki pengelihatan sangat tajam pada malam hari. Meskipun gelap, namun bagi mereka akan tetap terang dan juga objeknya akan terlihat dengan sangat jelas.

__ADS_1


Tiba-tiba saja sebuah kucing liar keluar dari semak-semak! Membuat Diandra langsung kaget.


"Akhhh!" jerit gadis itu dengan histeris, dan langsung berlindung di belakang tubuh Jack, dan tak lupa pula untuk memeluknya dengan sangat erat.


Namun kucing liar itu malah mengeluarkan suaranya serta menampakan gigi taringnya juga. Jack yang tidak mau kalah pun langsung ikut melakukan hal yang sama, sehingga membuat kucing tersebut langsung berlari karena ketakutan.


"Diandra!" seru Jack karena gadis itu masih terus memeluk tubuhnya dengan sangat erat padahal kucing liar itu sudah pergi.


Hingga pada akhirnya panggilan yang kedua barulah membuat Diandra mau melepaskan pelukannya dari tubuh Jack.


"Kau tidak apa-apa? Apa kau mengantuk dan tertidur tadi?" tanya Jack merasa sangat khawatir.


"Ah, tidak apa-apa! Aku baik, dan hanya khilaf tadi." balas Diandra dengan cepat dan langsung pergi duluan meninggalkan Jack.


Keduanya masih melanjutkan perjalanan, hingga akhirnya mereka pun tiba di sebuah tempat air terjun yang sangat indah.


"Oh my God!" seru Diandra yang merasa sangat senang sekaligus kagum ketika melihat betapa indahnya lokasi air terjun ini.


Di bawah bulan purnama yang begitu sangat terang, menjadi saksi atas kedua makhluk manusia dan juga vampir itu kini tengah menghabiskan waktu bersama di sebuah air terjun yang ada di atas bukit dan juga di tengah-tengah hutan.


Air yang sangat dingin terasa begitu menembus kulit, di tambah dengan air mengalir yang menyentuh kulit kaki Diandra membuat gadis itu langsung merinding ketika merasakan sensasinya.


Wanita itu kembali mendatangi Jack yang saat ini sedang berdiri di sebuah batu yang sangat besar dan yang paling besar di antara batu-batu lainnya.


"Come on Jack! Apa kau tidak ingin main air?" tanya Diandra dengan begitu antusiasnya.


"Tidak!" jawabnya dengan singkat.


"Baiklah, kalau begitu tetaplah berada disana!"

__ADS_1


Diandra sudah ingin kembali melangkah, namun sebelum itu Jack malah menahan pergelangan tangan nya.


"Berhati-hatilah! Jangan sampai terpeleset apalagi sampai terbentur oleh batu! Itu sangat berbahaya!" ujar Jack memberikan pesan agar Diandra tidak ceroboh.


"Iya aku tahu!" balas wanita itu dengan cepat, karena tidak sabaran dan ingin agar Jack mau melepaskan tangannya dengan segera.


"Karena aku tidak ingin kehilangan mu!" lirihnya secara bersamaan dengan melepas tangan gadis itu.


Jack hanya bisa tersenyum kecil, disaat melihat Diandra yang sudah pergi. Mungkin perkataannya tadi sama sekali tidak di dengar olehnya. Karena memang suara air yang jatuh dari atas begitu sangat kuat dan juga deras.


Setelah selesai bermain dengan air, Diandra sudah kembali datang kepada Jack dengan keadaan tubuh yang basah.


Tidak heran dengan kelakuan wanita itu yang pastinya akan sangat rugi jika seandainya tidak mandi ataupun membasahi tubuhnya.


"Kau, kenapa bisa sampai sebasah ini?" tanya Jack merasa sangat heran, ketika melihat seluruh baju serta rambut Diandra yang sudah basah semua.


"Tidak apa-apa! Aku mandi tadi, air nya sangat sejuk dan aku sampai kedinginan. Baru kali ini aku merasakan layaknya seperti bidadari yang mandi di alam bebas dan di bawah bulan purnama. Jack itu sangat luar biasa! Terimakasih karena sudah membawaku kesini." ucap Diandra berkata dengan sangat tulus.


Sesaat Jack hanya tersenyum singkat, lalu menjawab.


"Padahal aku membawamu kesini bukan untuk menyuruhmu mandi. Aku ingin menunjukan betapa indahnya alam jika seandainya manusia tidak serakah dan menghancurkan mereka hanya demi kepentingan pribadi." ucap nya menerangkan tentang apa tujuan dirinya yang sebenarnya agar membawa Diandra kesini.


Tapi sepertinya gadis itu sangat tertarik ingin mandi, jadi Jack pun tidak bisa melarangnya.


"Lihat air terjun ini! Belum ada manusia yang mengetahui keberadaan nya, jadi dia masih aman dan juga sangat bersih terjaga." sambung Jack lagi.


"Ya kau benar Jack! Sepertinya setelah aku mandi disitu maka air terjun nya menjadi tidak terjaga lagi, dan telah ternodai." ungkap Diandra secara asal.


Sehingga membuat Jack sampai geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Pada saat vampir itu memilih untuk berjalan duluan, lagi-lagi Diandra terus mengagetkannya dengan berteriak.


"Akhhhhh!" Wanita itu langsung berlari disaat ada binatang kecil berwarna hitam yang mengejarnya.


__ADS_2