Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)

Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)
BAYI BERANG-BERANG


__ADS_3

Bayi berang-berang itu memilih untuk sibuk dengan dedauan dan bermain sendiri. Seolah dia paham bahwa manusia dan juga vampir itu sedang ingin berdua saja dan berbicara empat mata.👀


"Benarkah? Jadi kau menitipkan ciuman pertamamu kepadaku? Lalu kapan kau akan mengambilnya kembali?" tanya Jack sambil menatap lekat wajah Diandra.


Sementara Diandra yang terlanjur di buat salah tingkah karena tatapan tajam itu. Langsung saja mengalihkan perhatiannya ke arah lain dan mencoba untuk tetap tenang, seolah bahwa dia tidak mengetahui jika Jack sedang memandang ke arahnya.


"Em, mungkin setelah aku lulus kuliah nanti. Karena dengan begitu aku bisa lepas dari gangguan lelaki beruang itu."


"Lelaki beruang?" tanya Jack sambil tertawa ringan, bisa-bisanya Dindra menyebut seorang manusia dengan sebutan beruang.


Sungguh di luar nalar, pikir Jack!


"Ya kau tau kan kalau beruang itu adalau hewan yang beringas dan berbadan besar? Seperti itulah bentukan Daniel, sangat menyeramkan." jawab Diandra sembari bergidik ngeri.


Dia benar-benar merasa tidak paham kenapa para anak-anak kampus menjadikan pria itu sebagai idola. Memandang wajahnya saja sudah ingin membuat Diandra muak dan ingin muntah.


Entahlah karena mungkin selera orang itu berbeda-beda!


Jack hanya tersenyum dan tanpa membuang waktu langsung saja ia membawa Diandra dan juga anak berang-berang itu terbang menuju ke rumah mereka.

__ADS_1


...****************...


Beberapa hari kemudian.


Diandra langsung berpamitan kepada ayahnya untuk pergi ke kampus. Hari ini Putri tidak mengajar, jadi terpaksa ia harus pergi dengan mengendarai mobil sendirian.


Setelah sampai di kampus wanita itu langsung di sambut oleh tatapan para anak-anak kampus yang terlihat tidak senang kepadanya.


Membuat Diandra sendiri menjadi betanya-tanya, karena dirinya merasa tidak memiliki kesalahan apapun.


"Mereka itu kenapa ya?" ucapnya di dalam hati, sehingga memilih untuk terus melangkah tanpa memperdulikan tatapan tajam yang di berikan oleh mereka semua.


Beruntung karena Diandra tidak buang air kecil, jika tidak mungkin hari ini akan menjadi hari yang sangat sial karena perbuatan tidak senonoh yang di lakukan oleh Daniel dan juga teman-temannya.


"Daniel, apa yang sedang kau lakukan?" bentak Diandra yang langsung saja mendorong tubuh pria itu sehingga membuat nya menjadi jatuh, dengan kepala yang membentur tembok.


Pria itu hanya bisa meringis sembari mengumpat katas kasar yang terdengar tidak jelas.


"Kalian dasar bajingan dan bodoh! Apa yang kalian lakukan? Lihat pintu kamar mandinya jadi rusak karena kelakuan kamu semua." ucap Diandra berbicara dengan nada yang tinggi, akibat terlanjur di buat sangat geram dan juga marah.

__ADS_1


Tangannya kini langsung mengepal, dan memperhatikan Daniel yang kini sedang mencoba untuk bangkit.


Tanpa berbasa-basi Diandra pun langsung memukul wajah pria itu dengan sangat kuat, sehingga membuat Daniel harus kembali jatuh untuk yang kedua kalinya.


Rasanya bahkan wanita itu belum puas untuk membalas kelakuan biadab mereka. Dan Diandra memilih untuk segera pergi menuju ke ruangan Dosennya untuk melaporkan tentang kejadian ini.


Namun naas, sayangnya pihak kampus sama sekali tidak respect kepadanya. Dan malah menyalahkan Diandra atas kejadian yang terjadi.


Sungguh benar-benar membuat kemarah nya semangkin bertambah besar, Diandra lantas langsung menggebrak meja nya dengan sangat kuat akibat terlanjur di buat kecewa dengan omongan sang dosen yang malah seenaknya saja menuduh dirinya sebagai pelaku. Padahal sudah jelas-jelas jika dia adalah korban disini. Dan hampir saja di lecehkan oleh Daniel, yang masuk secara paksa ke dalam kamar mandi, dengan posisi dia yang sedang berada di dalamnya.


"Apa-apaan kalian? Kenapa malah menyalahkan ku?" ucap Diandra dengan nada tinggi.


Sementara kedua dosen itu hanya terlihat berbisik seolah meragukan tentang omongan Diandra.


Akibat terlanjur muak karena di abaikan, dan sekaligus kesabarannya yang sudah hampir habis. Akhirnya Diandra memutuskan untuk kembali berbicara, namun sayangnya dosen tersebut sudah memotong pembicaraannya terlebih dahulu.


"Melihat sikap mu yang sama sekali tidak punya sopan santun. Membuat kami yakin jika laporan yang di berikan oleh Daniel memang benar adanya." ucap Dosen tersebut.


Sehingga membuat Diandra lantas bertanya-tanya. Laporan apa yang di maksud? Dia benar-benar sama sekali tidak paham dengan semua ini.

__ADS_1


"Cepat katakan! Jangan membuang-buang waktu ku. Dasar payah! Kalian sudah menuduh ku yang tidak-tidak, dan sekarang kalian ingin mengatakan apalagi?" tantang Diandra tanpa merasa takut sedikit pun.


__ADS_2