
Lagi-lagi Jack harus kembali di buat geleng-geleng kepala karena ulah dari manusia satu ini.
"Diandra, dia hanya seekor berang-berang kecil. Kenapa harus takut? Dia tidak akan memakan mu." ujar Jack memberitahukan bahwa binatang yang tengah mengejar wanita itu rupanya hanyalah seekor makhluk kecil yang sama sekali tidak berbahaya.
"Benarkah?" Diandra langsung mengintip dari arah balik tubuh Jack, dan melihat jika ternyata omongan vampir itu memang benar.
Di lihatnya kini ada seekor berang-berang kecil yang sedang menatap ke arahnya juga.
"Dimana induknya? Kenapa dia malah mengejarku?" tanya Diandra bingung.
"Entahlah, mungkin dia berpikir jika kaulah induknya. Kalau begitu tidak ada salahnya kau bawa pulang saja, dan angkat dia menjadi anakmu." sahut Jack yang langsung mengambil berang-berang tersebut dan menunjukannya kepada Diandra.
Mungkin saja pada saat Diandra mandi di air terjun tadi, berang-berang tersebut juga berada disana. Sehingga makhluk kecil itu mengikutinya sampai ke tengah hutan.
__ADS_1
"Ayo kita bawa pulang!" pinta Jack, sementara Diandra langsung spontan menerima hewan itu dan kini ia sedang menggendong bayi berang-berang tersebut.
"Jangan gila! Apa kau ingin dia menjadi anak yatim? Kalau aku menjadi ibunya, lalu siapa yang akan menjadi ayahnya?" balas Diandra.
"Siapa lagi kalau bukan aku!" Jack mengatakannya secara terang-terangan sehingga membuat Diandra tak kuasa lagi untuk menahan tawanya.
Dia pun langsung tertawa dengan sangat keras, dan tak lupa untuk mengejar vampir itu.
"Sialan kau!" ketus Diandra sembari meninju bahu Jack. "Sejak kapan kita membuat anak? Hingga akhirnya memiliki seekor bayi yang memiliki banyak kumis." sambungnya lagi yang sampai saat ini masih saja terus-terusan tertawa.
"Inilah akibatnya jika bangsa manusia dan vampir melanggar hukum alam dan kawin dengan seenaknya. Alhasil anak yang di hasilkan pun menjadi seperti berang-berang." sahut Jack yang sengaja bercanda dan membuat lelucon, sehingga membuat tawa gadis itu bertambah semangkin keras dan juga renyah.
"Kau bisa saja Jack! Bukan hanya seperti. Tapi dia memanglah seekor berang-berang!" kata Diandra.
__ADS_1
"Oh ya Jack! Bagaimana jadinya jika manusia dan vampir terikat dengan sebuah hubungan atau menikah? Apakah tidak boleh?" tanya Diandra lagi.
Raut wajahnya yang tadinya begitu sangat gembira telah berubah dengan ekspresi menegangkan dan juga serius.
Diandra benar-benar di buat penasaran dan semoga saja pertanyaan yang selalu terpikirkan di dalam benaknya selama ini bisa di jawab oleh Jack.
"Bukan hanya tidak boleh, tapi sangat tidak di sarankan manusia dan juga vampir menjalin hubungan apalagi sampai menikah. Sudah takdirnya jika vampir dan manusia di ciptakan untuk saling membunuh dan bermusuhan." jawab Jack dengan bersungguh-sungguh.
Kali ini Diandra benar-benar merasa sakit hati dan langsung memalingkan wajahnya agar tidak terus-terusan menatap wajah vampir itu.
Entah mengapa ketika berada di dekat Jack membuat jantungnya langsung berdetak dengan sangat kuat, sekaligus darahnya pun menjadi ikut-ikutan berdesir.
"Oh, baiklah!" kata Diandra yang sudah bersiap ingin pergi.
__ADS_1
Siapa tentunya yang tidak akan patah hati? Ketika cintanya tak terbalas, dan ternyata perasaannya pun tidak di terima oleh kenyataan. Bahkan takdir juga menentangnya, jadi untuk apa masih mempertahaan perasaan tersebut? Lebih baik Diandra memilih untuk mengubur rasa cintanya terhadap Jack. Masih ada untungnya juga wanita itu tidak mengungkapkan perasaannya lebih awal. Karena tidak, dirinya pasti akan merasa sangat malu. Percintaan yang begitu sangat menyakitkan adalah ketika kedua pasangan memiliki perbedaan yang sangat jauh, karena keduanya tidak bisa menyatu dalam sebuah hubungan dan tidak di takdirkan untuk bersama selamanya karena terhalang oleh perbedaan RAS.
Antara Ras Manusia, dan yang Bukan Ras Manusia!!!