Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)

Jack Vs Diandra (Misteri Vampir Di Rumah Tua)
BENARKAH? SEPERTINYA KELUARGA MU ITU LEBIH PERCAYA DENGAN DUKUN


__ADS_3

"Benarkah? Sepertinya keluarga mu itu lebih percaya dengan dukun dari pada anaknya sendiri. Lagi pula belum tentu ramalan itu akan terjadi." kata Diandra memberikan pendapat.


"Aku tidak tau!" balas Jack.


Diandra hanya bisa m3nghela nafas panjang, dan beralih pandangan ke arah depan.


Keduanya duduk terpaku dengan mulut yang membisu. Tidak ada yang ingin berbicara di antara mereka, sehingga suasana begitu sangat sunyi dan tenang.


Suasana tengah malam, mungkin hanya Diandra seorang yang masih belum tidur dan memilih untuk begadang bersama dengan Jack.


"Apa kau tidak mengantuk?" tanya Jack yang tiba-tiba saja membuka suaranya.


"Tidak! Aku masih ingin mendengar cerita tentangmu, sepertinya aku terlanjur nyaman. Karena kisahmu begitu menyenangkan, dan kau adalah sosok vampir pertama yang baru aku temui dalam seumur hidup." jawab Diandra berkata dengan jujur.


Meski pun awalnya ia sempat tidak percaya dengan certa tahayul itu, tapi nyatanya sosok monster penghisap darah itu memang nyata, dan benar-benar ada.


"Jangan! Ku harap kau jangan sampai bertemu dengan keluarga sebangsa ku." ujar Jack, karena takut jika Diandra akan menjadi korban keganasan mereka.


Apalagi darah milik Diandra begitu sangat harum dan juga manis, sudah pasti akan menjadi incaran para makhluk vampir jika sampai Diandra bertemu dengan salah satunya.


"Kenapa?" tanya wanita itu merasa bingung.


"Karena mereka tidak sama seperti ku! Sudah ku katakan jika aku adalah vampir yang memiliki kelainan. Perlu kau ketahui, bahwa musuh terbesar para vampir adalah bangsa manusia." jawab Jack dengan bersungguh-sungguh.


Sehingga membuat Diandra langsung mengangguk paham.


"Memangnya kalau boleh tau, sebenarnya kelainanmu itu terletak dimana? Aku tidak melihat ada hal yang aneh pada dirimu. Penampilanmu sudah sempurna dan seperti vampir. Apa jangan-jangan tubuh mu yang cacat dan tidak memiliki tangan?" tebak Diandra yang langsung memeriksa tangan Jack, karena dari awal ia memang tidak melihat adanya kedua tangan vampir itu.


Dan ternyata tangan Jack ada, hanya saja bersembunyi di balik jubah hitam panjang yang tengah di kenakan nya saat ini.


Setelah memastikan, Diandra pun langsung menatap kedua bola mata Jack.

__ADS_1


"Tangan mu ada, dan ternyata sedang bersembunyi." ucapnya dengan wajah yang polos.


"Kelainanku bukan terletak pada anggota tubuhku. Aku memiliki kelainan karena aku tidak suka meminum darah manusia sebagaimana vampir pada umumnya. Aku lebih suka meminum susu sapi murni dari pada, menghisap darah makhluk hidup lain."


Jawaban dari Jack benar-benar di luar ekspetasi Diandra. Dan wanita itu benar-benar tidak dapat menahan tawanya lagi, sehingga membuat Jack langsung merasa malu, namun dia harus terpaksa memberitahukan tentang hal itu agar Diandra mengetahui bahwa dirinya adalah sesosok vampir yang baik dan bukan penghisap darah.


Semua itu rela ia lakukan supaya Diandra mau berteman dengannya, sekaligus tidak akan menjauhinya setelah ini. Karena Jack berfikir jika nantinya Diandra akan takut kepadanya, karena dia adalah seorang monster.


Tapi nyatanya tidak, bahkan Diandra sempat meminta maaf kepada Jack karena sudah menertawainya.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja kelepasan. Aku tidak berniat menyinggungmu, tapi kelainan mu itu sangat lucu. Vampir minum darah itu pasti sangat menyeramkan, tetapi vampir meminum susu itu malah membuatku semangkin gemas kepadamu. Sudah seperti bayi saja!" ucap Diandra masih dengan tawa di bibirnya, dan langsung mencubit kuat kedua pipi Jack dengan sedikit kuat.


Sehingga membuat Jack sendiri merasa tidak percaya jika Diandra akan melakukan hal ini kepadanya.


Bahkan wanita itu juga tidak segan untuk memeluk tubuh vampir itu, karena sudah terlanjur nyaman di buatnya.


"Bertemanlah denganku, karena aku sangat menyukaimu. Baru kali ini aku bisa nyaman dengan seorang laki-laki, karena biasanya aku tidak pernah dekat dengan mereka." ucap Diandra yang masih belum mau melepaskan pelukannya dari tubuh Jack.


Bangsa vampir memang memiliki ciri khas tersendiri, dan pemikat yang mampu membuat siapapun akan tekagum-kagum. Tapi tidak dengan kebiasaan mereka yang suka meminum darah manusia.


Mungkin Diandra adalah manusia paling beruntung di dunia ini, karena bisa bertemu dengan Jack. Seorang vampir yang 10 tahun belakangan ini merasa sangat kesepian, dan juga memiliki wajah dan rupa yang tidak manusiawi.


Lagi-lagi kejutan yang di berikan oleh Diandra mampu membuat Jack merasa jika Diandra adalah wanita yang memang di takdirkan untuk bertemu dengannya dan menemaninya selama ia hidup di dunia ini.


Pada saat ini Jack baru saja tersenyum ketika hatinya merasa senang setelah Diandra mengajaknya untuk berteman. Tentu dengan senang hati dia akan menerima tawaran itu. Karena niat awalnya, Jack memang ingin berteman dengan Diandra.


Dan bahkan wanita itu sudah lebih dulu memintanya. Tidak akan pernah menyangka karena pada akhirnya rasa kesepian yang ada pada diri Jack telah terobati karena kehadiran Diandra.


Dan vampir itu tidak lagi merasa terasingkan, karena sudah memiliki teman baru setelah 10 tahun lamanya menunggu di Rumah Tua ini sendirian.


Tiba-tiba saja! Jack melihat sudah pukul 3 dini hari, membuatnya menjadi mendadak cemas karena sebentar lagi hari sudah akan menjelang pagi.

__ADS_1


Karena menghabiskan waktu dengan Diandra begitu lama, membuatnya tidak sadar jika waktu malamnya sudah tersita dengan sangat banyak.


Sementara ia belum keluar untuk mencari susu sapi murni ke tempat penduduk sekitar.


Lantas Jack langsung saja mengangkat tubuh Diandra menuju ke atas ranjang. Karena memang gadis itu sudah tertidur sejak tadi. Pada saat Jack ingin meninggalkan kamar ini, tiba-tiba saja Diandra terbangun dan langsung memanggil nama vampir itu.


"Jack, kamu mau kemana?" tanyanya merasa khawatir karena takut jika dia akan pergi setelah ini, dan meninggalkannya begitu saja.


Sungguh rasanya membuat Diandra pasti tidak akan rela jika hal itu sampai terjadi. Hatinya pasti akan terasa sangat sakit, hingga tanpa sadar air matanya kini keluar dan mengalir deras di pipinya.


Dengan spontan Diandra langsung mengelap air matanya sendiri, dan secara bersamaan dengan Jack yang langsung kembali datang ke arahnya dengan langkah kaki cepat.


Dia langsung ikut menghapus air mata wanita itu dengan menggunakan satu tangannya.


"Jangan menangis! Aku hanya akan pergi ke pemukiman penduduk desa untuk mencari susu sapi murni disana. Sudah jam 3 malam, dan aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi." jawab Jack dengan segera.


Vampir itu sudah ingin kembali melangkahkan kakinya, namun tanganya langsung di tahan oleh Diandra.


"Desa sangat jauh dari sini. Di mana ada desa di sekitaran sini? Yang ku ketahui hanyalah daerah kota." ucap Diandra merasa cemas, karena takut jika nantinya Jack tidak akan bisa kembali sebelum matahari terbit.


"Ada, memang sangat jauh tapi aku sudah sangat hapal arah jalannya. Dan aku akan kembali setelah mendapatkan susu sapi murni itu."


"Tidak! Jangan pergi, aku akan memberikan susu sapi. Kami memilikinya di kulkas apa kau mau?" tanya Diandra, namun Jack langsung mengembangkan senyuman sekaligus menggelengkan kepalanya.


"Tidak, susu sapi yang ku minum hanya berasal dari sapi asli yang belum di olah oleh manusia. Apa kau mengerti Diandra?"


Setelah mengucapkan kalimat itu, Jack langsung mencium kening Diandra dengan cepat.


"Tolong jangan kunci jendelanya agar aku bisa kembali masuk dengan mudah!" ucap Jack lagi memberikan pesan, dan setelahnya langsung terbang keluar melalui jendela besar itu.


Diandra langsung mengangguk, serta berlari mendekat ke arah jendelanya. Untuk melihat kepergian Jack yang kini sudah menghilang hanya dalam waktu yang sangat cepat.

__ADS_1


Gadis itu langsung menutup jendela tersebut tanpa menguncinya, dan memutuskan untuk segera pergi dari sana.


__ADS_2