
"Ayo kita pulang!" Jack mengulurkan tangannya ke arah Diandra dan wanita langsung saja menerima uluran tangan itu sambil tersenyum singkat.
Namun sebelum Jack pergi membawanya terbang. Wanita itu langsung saja berjinjit dan menyambar bibir vampir itu, lalu langsung menciumnya dengan sangat mudah.
Tentu siapa yang tidak akan di buat kaget ketika mendapat serangan mendadak seperti itu.
Sementara Diandra hanya menundukan kepalanya sembari menahan rasa malu.
"Maafkan aku, aku tidak tidak sengaja!" ungkap Diandra pula sehingga membuat Jack langsung menaikan sebelah alisnya.
Sangat tidak masuk akal ketika mendengar pengelakan yang terlontar dari mulut Diandra. Karena Jack tentunya tidak bodoh, dia tau mana hal yang di lakukan secara sengaja ataupun tidak di sengaja.
Sudah jelas-jelas jika ciuman itu memang sengaja di berikan oleh Diandra dengan sadar kepadanya.
__ADS_1
Namun Jack tidak mau mempermasalahkan hal tersebut, sehingga hanya bisa mengulas sebuah senyuman kecil. Harap maklum, mungkin Diandra sedang iseng ataupun ingin mengerjainya saja.
"Tidak masalah, dan tidak perlu meminta maaf! Hanya sekedar ciuman, dan aku suka!" sahut Jack yang setelah itu sudah bersiap ingin membawa gadis itu terbang.
Namun sebelumnya. "Tunggu!" cegah Diandra yang seketika membuat Jack sampai terheran-heran dan langsung kembali melepaskan tangannya dari kedua pinggang wanita itu.
Diandra merasa yakin jika Jack pasti tidak percaya kalau ciuman itu di lakukan secara tidak sengaja. Dan pasti vampir itu sudah mengetahui akan kebohongannya, sehingga membuat Diandra menjadi sangat malu.
"Maksudmu?" tanyanya dengan menggaruk bagian belakang kepala yang tidak terasa gatal.
"Khilaf untuk yang kedua kalinya?" tanya Jack lagi yang seketika mengingat pada saat Diandra mengatakan hal yang sama pada saat gadis itu memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
"Aaa, bukan! A-aku," Diandra terlihat bingung dan ragu untuk menjelaskan.
__ADS_1
Sementara Jack mencoba untuk mendorong agar wanita itu terus berbicara dan mau melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti.
"Aku!" Diandra kembali terdiam setelah mengatakan satu patah kata yang tidak berarti.
Hingga pada akhirnya gadis itu langsung mendorong tubuh Jack secara tiba-tiba, sehingga membuat vampir itu tersudutkan pada batang pohon besar yang ada disana.
Secara bersamaan dengan bayi berang-berang itu kini telah terjatuh ketanah. Dan sampai saat ini Diandra belum menyadari jika berang-berang itu sudah tidak ada lagi di gendongannya.
"Kau tau, Daniel mencoba ingin mengambil ciuman ku tadi pagi. Untung saja aku berhasil menghindar, sehingga ciuman pertamaku bisa terselamatkan. Jika tidak aku pasti akan sangat tidak rela jika sampai bibirku harus di kecup oleh manusia beruang itu. Jadi aku menitipkannya sebentar kepadamu, dengan begitu ciuman pertamaku bisa aman." ungkap Diandra mencoba untuk meyakinkan Jack kembali.
Karena ia sungguh tidak mau jika sampai nantinya Daniel akan mengulang hal yang sama dan mencoba untuk mencari kesempatan lagi. Jika pun nanti dirinya berhasil kecolongan, tetapi ciuman pertamanya sudah ia serahkan kepada Jack terlebih dahulu.
Sehingga tidak terlalu membuat dirinya menjadi marah dan juga tidak akan membuat hatinya menjadi terlalu kesal. Setidaknya dengan begitu ciuman pertamanya sudah ia serahkan kepada lelaki yang di cintainya. Bukan pada lelaki playboy dan juga brengsek!
__ADS_1