Janda 100 Juta

Janda 100 Juta
Jatah Bulanan 50 Juta


__ADS_3

Dania di dalam kamar mandi sedang kebingungan.antara mau keluar hanya pakai handuk,atau minta tolong sama Gilang untuk mengambilkan bajunya.


Gilang rupanya baru sadar kalau Dania lama di kamar mandi. Gilang melihat jam dan sudah 20 menitan.


Gilang lalu mengetuk pintu kamar mandi.karena Gilang ngga enak kalau Mamah dan mertuanya menunggu lama.


Tok..tok..


"Dania. kamu sudah selesai belum mandinya? ayo buruan ,kasihan Mamah sama Ibu menunggu di bawah."


Dania di kamar mandi jadi ngga enak.lalu Dania dengan pelan membuka pintu kamar mandinya. Gilang langsung bisa melihat Dania yang hanya pakai handuk saja. mata Gilang tidak berkedip melihat Dania .sedang Dania menunduk malu.


"Saya lupa bawa baju ke kamar mandi. maaf jadi menunggu lama,"Dania sambil menunduk berjalan melewati Gilang. sedang mata Gilang masih saja melihat ke Dania yang menuju koper untuk ambil baju.


Dania mengambil baju nya di koper. Dania sedikit menunduk. Gilang dari belakang jadi bisa melihat paha Dania yang mulus dan putih. mata Gilang benar benar tak berkedip. sedang Dania rupanya tidak sadar dan masih memilih baju.


Setelah mengambil baju di koper,Dania balik lagi ke kamar mandi dan sedikit berlari. Gilang langsung mengusap wajahnya saat Dania menutup pintu kamar mandi.


Dania di kamar mandi buru buru pakai baju. setelah selesai Dania keluar lagi.


Gilang sedang merapikan koper ,karena mereka akan langsung pulang.


"Mas,Saya menyisir rambut sebentar yah,"Gilang menjawab iya tanpa melihat ke Dania.


Gilang tidak melihat ke Dania karena takut matanya tidak bisa di kontrol.


Dania sudah selesai,dan Dania balik ke kamar mandi untuk mengambil baju kotor nya dan gaun pengantin yang semalam di pakainya.


"Mas,,apa ini masih muat kalau di masukan koper. maaf tadi tidak langsung di ambil,"sambil menujukan baju dan gaunnya.


"Menarikan. biar Saya coba masukan."


Dania memberikan nya ke Gilang. Gilang membuka kopernya lalu menata lagi. sambil menunggu Gilang menata koper,Dania memakai bedak tipis dan lipstik.


Ternyata baju kotor Dania ada dalaman yang tadi di pakai Dania. Gilang melihatnya sebentar. Gilang tidak berani menatap lama,karena takut ketahuan Dania,pasti akan malu.


"Ukuranya cukup besar juga,"kata Gilang dalam hatinya dan sambil tersenyum tipis.


Setelah masuk ke koper semuanya,Gilang dan Dania keluar dari kamar hotel.


Saat mau masuk ke dalam Lif,ternyata sudah banyak orang. sekitar 5 orangan dan semuanya laki laki.


Gilang tadinya tidak mau masuk,tapi Dania yang tidak tau Gilang tidak mau masuk,Dania justru masuk ke dalam. akhirnya Gilang pun masuk ke dalam. Gilang langsung berdiri di samping Dania dan sangat dekat,jaraknya hanya berapa senti saja.rupanya Gilang tidak mau kalau Dania di pandang lima laki laki yang ada di dalam lif.


Sampai di bawah,keduanya langsung menuju restoran hotel untuk sarapan dan mencari Mamah juga Ibu.


"Maaf Mah,Bu kita lama,"Kata Dania.


"Bukan lama lagi,ibu menunggu kalian sudah satu jam.kalian ngapain aja sih.?"


"Bu ,sudah. Ibu kaya ngga pernah merasakan jadi pengantin baru aja."

__ADS_1


"Ya jeng. tapi mereka itu keterlaluan.masa membiarkan kita menunggu cukup lama,"Bu Sindy hanya tersenyum.lalu menyuruh Dania dan Gilang makan ,karena setelah itu mau pulang ke rumah.


Gilang dan Dania mengambil makanan bersama.


"Mas mau buah ngga,biar Saya ambilkan.?"


"Saya mau kopi hitam saja."


"Oh. ya udah nanti Saya akan ambilkan."


Keduanya menuju meja setelah ambil makan. Dania meletakan makanannya di meja dulu,karena Dania mau ambil kopi untuk Gilang.


"Sayang. gimana semalam,lancar ngga,?"tanya Bu Sindy ke Gilang.


"Apa sih Mah,"Gilang tidak mau menjawabnya.


"Ah kamu mah pelit,"Gilang diam saja dan langsung makan.


Gilang sangat malu karena ada Ibu mertuanya di situ. Dania sudah selesai membuat kopi,lalu memberikanya ke Gilang.


"Ini Mas kopinya."


"Iya. makasih."


Dania lalu makan setelah meletakan kopi di meja depan Gilang.


Selesai makan,ke empatnya keluar dari Hotel dan langsung ke parkiran menuju mobilnya.


Dania duduk di depan bersama Gilang. Mamah dan Ibu duduk di bangku tengah.


Sampai di rumah ,keempatnya langsung turun dari mobil.


"Dania. Ibu mau pulang ke rumah yah."


"Loh kok pulang sih Jeng. menginap di sini aja lagi.besok baru pulang,"Mamah yang langsung menjawab.


"Saya pulang aja Jeng. ini kan masih siang.kasihan rumah kalau di tinggal kelamaan."


"Tapi Bu,Dania masih ingin sama Ibu,"Dania terlihat sedih.


"Sayang. kamu kan sekarang sudah jadi istri. masa ingin sama ibu terus sih. ibu akan pulang,nanti kalau kamu kangen ibu ,kamu bisa pulang untuk berkunjung."


"Benar kata ibu kamu Dania. kamu masih bisa mengunjungi ibu kamu kalau kamu kangen. nanti kamu juga bisa tidur di sana sama Gilang,"kata Mamah.


Gilang hanya bisa diam dan melihat saja,karena Gilang tidak tau harus bilang apa.


Akhirnya Ibu pulang ke rumahnya di antar supir. Dania,Gilang dan Mamah mengantar Ibu sampai mobil.


Saat mobil sudah pergi,air mata Dania mengalir begitu saja. Mamah yang melihatnya langsung mengusap punggung Dania.


"Sudah jangan sedih yah. besok kamu bisa berkunjung ke rumah bersama Gilang. sekarang ayo masuk."

__ADS_1


Dania mengangguk lalu mengusap air matanya.setelah itu ketiganya masuk ke dalam rumah.


Dania lalu naik ke atas menuju kamar bersama Gilang. saat buka pintu Gilang merasa kamarnya ada yang berubah.saat di lihat lihat ternyata sofa kamarnya sudah di ganti.


Dania juga melihatnya,kalau sofa di ganti dengan sofa ukuran kecil.


Keduanya lalu masuk. Gilang duduk di pinggir kasur,sedang Dania duduk di sofa. Dania masih terlihat sedih.karena Dania memang belum pernah pisah dari ibunya.waktu menikah dengan suami pertamanya ,suami Dania yang ikut tinggal di rumahnya.jadi Dania tidak pernah berpisah dengan ibu dan ayahnya waktu itu.


"Sudah jangan sedih. besok kita pergi ke rumah Ibu."


Gilang rupanya tidak tega melihat Dania yang terlihat sedih.


"Maaf ya Mas. Saya soalnya belum pernah tinggal berpisah dengan ibu."


"Iya, Saya ngerti."


Gilang lalu tiduran di kasur sambil memainkan hpnya.


Sedang Dania membuka koper untuk memisahkan baju kotor.


"Mas. eemm buat tempat bajuku di lemari yang mana yah.?"


"Yang sebelah kanan itu kosong,kamu bisa pake."


"Iya Mas ,"


Dania merapikan baju bajunya yang kemarin di bawa dari rumahnya.


"Dania. Kamu ambil cuti apa sudah keluar dari tempat kerja .?"


"Saya ambil cuti satu minggu.besok hari Kamis sudah mulai kerja."


"Oh cuti. kenapa ngga keluar saja dari kerjaan.?"


Dania diam tidak langsung menjawab karena bingung mau gimana.


"Apa Mas tidak mengizinkan Saya kerja lagi.?"


"Ya. Saya inginnya kamu di rumah saja. Saya akan penuhi semua kebutuhan kamu. Saya akan kasih jatah bulanan buat kamu 50 juta,"Dania pas dengar 50 juta cukup kaget.


"50 juta.!"


"Iya. apa masih kurang? kamu mau berapa,?"


"Bu,,bukan kurang.tapi ,,,tapi itu kebanyakan Mas."


Gilang tersenyum."Kamu maunya berapa. kemarin aja kamu minta mahar 100 juta.kenapa sekarang di kasih jatah 50 juta kebanyakan. Saya kita kebutuhan kamu banyak,karena melihat nominal mahar yang kamu minta."


Perkataan Gilang terdengar tidak enak di hati Dania. padahal Gilang hanya becanda saja. Gilang sudah tau kalau Dania minta uang mahar 100 juta karena ingin menolak lamarannya.


Dania langsung diam dan tidak bicara lagi.raut wajahnya juga terlihat sedih dan murung.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2