Janda 100 Juta

Janda 100 Juta
Kartu ATM


__ADS_3

Hasan langsung kaget mendengar suara Gilang,lalu menengok ke belakang.


"Ba,,bapak kok balik lagi,?"sambil gagap karena takut.


"Hp Saya ketinggalan. kamu tuh berani beraninya ngomongin Saya di belakang.!"


"Maaf Pak."


"Kamu harus Saya hukum nih.bulan ini bonus kamu hangus,"Gilang sambil memasukan hpnya ke kantong celana.


"Jangan dong Pak."


"Ngga bisa.kamu harus tetap di hukum."


Gilang lalu keluar lagi dari ruanganya.Hasan menepuk jidatnya setelah Gilang pergi.


"Apes .apes..,"kata Hasan sambil merapikan meja.


Gilang langsung turun dan menuju parkiran mobil.


Sampainya di mobil ,Gilang membawa mobilnya meninggalkan parkiran kantornya.


Gilang mengirim pesan kepada Dania kalau dirinya sudah otw.


Dania membaca pesan Gilang. lalu Dania duduk sambil menunggu Gilang datang,karena Dania sudah waktunya istirahat.


Setelah menunggu 15 menitan,Dania melihat mobil Gilang datang. Dania langsung berdiri dan pamitan ke.teman temanya kalau mau pergi makan siang dulu.


"Dania ,,jangan lupakan kita,belikan makanan apaan gitu,"satu teman Dania berkata,Dania hanya menjawab dengan mengangguk dan iya.


Dania langsung mendekat ke Mobil .setelah dekat Dania membuka pintu depan.


"Siang Mas."


"Siang sayang.kita langsung berangkat."


"Iya."


Gilang membawa mobilnya menuju restoran yang tidak jauh dari butik. Dania yang meminta meminta makan di restoran itu.


"Mas doyan masakan Sunda kan.?"


"Doyan. asal makanan Saya bisa makan."


Hanya 7 menit mobil berjalan,sekarang sudah masuk parkiran.keduanya pun turun dan masuk ke dalam.


Dania memesan ayam bakar,ayam goreng,,peyek udang,sayur asam ,sambal sama tahu tempe goreng.


Sambil menunggu pesanan datang,keduanya mengobrol.


Setelah menunggu 10 menitan,pesanan makanan sudah datang.


Gilang makan ayam bakarnya,sedang Dania ayam gorengnya.


"Enak Mas.?"


"Enak. sambalnya apa lagi."


"Syukur deh kalau Mas suka. sayur asem seger loh Mas. ini cobain kuahnya aa..."


Dania menyuapi kuah sayur ayam ke Gilang.


"Eeemm,,enak iya Yang."

__ADS_1


"Mas. Saya boleh pesan gorengan ngga buat temen temen di Butik.?"


"Boleh .pesan aja. sekalian belikan mereka minumannya."


"Iya Mas. makasih ya Mas."


"Iya Sayang."


Dania memanggil pelayan di sela sela makanya. soalnya kalau menunggu selesai makan,nanti Dania lama lagi nunggu pesanan nya jadi.


Hp Gilang bunyi tanda pesan masuk,ternyata dari salah satu temanya.


"Nanti sore pulang kerja temani Mas dulu pergi bentar ya Yang."


"Pergi ke mana Mas.?"


"Saya ada undangan makan malam."


"Tapi apa ngga papa Saya pake baju gini.?"


"Nanti beli gaun di butik tempat kamu kerja aja, ingat jangan yang ketat,"Dania hanya mengangguk.


"Tapi di butik harga gaunnya mahal mahal Mas."


"Ngga papa."


Setelah selesai makan,keduanya langsung menuju kasir sambil mengambil pesanan Dania.


Keduanya sudah masuk ke mobil,setelah semua sudah di bayar dan pesanan Dania sudah kumplit.


Sampai di butik ,Gilang menyuruh Dania jangan keluar dulu dari mobil. Gilang membuka dompetnya lalu mengambil sesuatu.


"Ini pegang lah. biar kamu butuh sesuatu tidak bingung bayarnya,"Gilang memberikan kartu ATM pada Dania.


"Itu uang kamu. kalau ini beda,sekarang kamu kan istri Saya,jadi keperluan kamu tanggung jawab saya. ambilah dan pakai sesuka yang kamu mau.itu ngga ada limit kok jadi ngga ada batasan buat kamu pakai,"Gilang mengambil tangan Dania dan di berikan nya kartu ATM ke tangan Dania.


"Ya sudah Sanah masuk ,ini sudah jam satu. no pin nya tanggal pernikahan kita."


"Iya Mas. makasih. Mas hati hati di jalan yah."


"Iya."


Dania menyimpan ATM di tas kecilnya,setelah itu Dania pun keluar dari mobil.


Gilang menjalankan mobilnya setelah Dania masuk.teman Dania melihat Dania datang dengan membawa dua kantong langsung senang.


"Ini buat kalian,"Dania memberikan kepada teman temanya.


"Makasih ya Dania ."


"Iya."


Lalu teman Dania satu persatu mengambil minuman dan gorengan nya.


Dania lanjut lagi bekerja.sambil bekerja Dania rupanya sambil memilih gaun untuk di belinya. Dania tidak ingin membuat Gilang nanti malu .


Dania sudah memilih Dua gaun,dan sudah di pisahkan.karena nanti mau di cobanya saat jam pulang kerja.


Sore harinya saat butik sudah sepi,Dania mengajak satu temanya untuk menemaninya mencoba gaun.


"Dania. Kamu mau beli gaun .?"


"Iya. bagus yang mana menurutmu.?"

__ADS_1


"Dua duanya bagus.karena harganya juga bagus."


"Aku serius, bagus mana?. Aku tuh mau di ajak suamiku makan malam bersama teman temanya .Aku ngga mau buat suamiku malu kalau Aku jelek."


"Oh gitu. tapi ini gaun harganya satu bulan gajih kita loh."


"Iya Aku tau."


"Kamu ngga sayang apa uangnya.?"


"Aku beli gaun ini bukan pake uang ku kok.tapi uang suamiku. Aku di kasih kartu ATM yang ngga ada limit nya sama suami."


Teman Dania langsung teriak,antara senang dan kesal.kenapa Dania seberuntung itu.


Dania lalu memutuskan mengambil Gaun yang berwarna coklat susu.lengan panjang dan panjangnya se bawah lutut dikit. karena Dania putih jadi bagus aja di pakainya.


Dania membayar ke kasir.dan temanya yang jaga kasir juga hanya bisa geleng kepala. karena Dania bayar mengunakan ATM yang biasa di pakai orang kaya.


"Kamu benar benar sangat beruntung ya Dania,"kata teman Dania saat Dania pergi.


Dania lalu ganti baju di ruang ganti,dan Dania juga makeup tipis ,karena Dania ngga bisa dandan. rambutnya di gerai lagi.


Gilang sudah keluar dari kantornya.dan Hadan di ajak untuk jadi supirnya. sekarang mobil Gilang sedang menuju butik.


Hasan sudah memarkirkan mobilnya di parkiran butik. Gilang langsung menelfon Dania. jam sudah menunjukan pukul 5 lewat seperempat.


Teman teman Dania pulang jam 8 malam karena lembur,sedang Dania ngga ambil lembur.


"Semuanya. Aku pergi dulu yah."


"Iya. hati hati."


Gilang melihat Dania keluar dari butik tersenyum karena Dania begitu cantik.


Hasan melihat Bosnya yang senyum hanya diam saja. Hasan takut salah bicara lagi.nanti bisa bisa gajih nya di potong lagi.


"Sore Mas."


"Sore sayang. kamu cantik banget sih."


Gilang langsung menarik Dania dan di ciumnya kedua pipi Dania.


"Mas. malu ada Mas Hasan."


"Biarkan saja dia. anggap saja dia ngga ada."


"Ih kamu apaan sih Mas."


Mobil langsung berangkat. dan saat di jalan hp Gilang bunyi telfon.dan saat di lihat ternyata Tami.


"Kenapa ngga di angkat Mas."


"Biarkan saja. ngga penting."


"Tapi itu Tami."


"Iya. paling dia minta jemput. kita kan mau pergi. sudah ngga usah dipikirkan.dia bisa pulang naik taxsi apa telfon pak supir kok."Dania lalu tidak lagi berkata.memang dirinya sebenarnya juga ngga seneng.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


hai kak,,baca juga cerita temanku yah,, trimakasih..


__ADS_1


__ADS_2