Janda 100 Juta

Janda 100 Juta
Gilang Emosi


__ADS_3

Mobil yang di bawa Hasan sudah sampai di parkiran Hotel .undangan makan nya di restoran yang ada di dalam Hotel.


"Hasan .kamu juga ikut masuk."


"Baik Pak."


Ketiganya lalu turun dari mobil. Hasan jalan di belakang Gilang dan Dania. Dania menggandeng lengan Gilang.


"Mas. acara makanya di hotel.?"


"Iya Sayang. acaranya ada di restoran Hotel ini."


"Oh. hotelnya bagus banget ya Mas."


"Iya. ini hotel bintang 5. apa nanti mau menginap di sini.?"


"Ngga ah.pasti mahal,"Gilang tersenyum.


"Ngga mahal semua kok, ada yang murah juga."


"Berapa paling murah Mas semalam.?"


"Sekitar 10 juta."


"Ya Tuhan. sepuluh juta. sayang amat uang segitu banyaknya buat numpang tidur cuman semalam doang."


"Tapi tempatnya beda kan sayang."


"Tetap aja ,mahal."


Ketiganya sudah masuk di dalam Lift. Luna melihat dasi Gilang miring.lalu Dania membetulkannya dulu.


"Rapikan dulu dasinya Mas .nah seperti udah ganteng."


"Makasih. memang Saya udah ganteng kan Yang,?"


"Iya Mas udah ganteng dari lahir."keduanya lalu tersenyum. sedang Hasan sebenarnya dari tadi dengar dan melihat keduanya,tapi Hasan tetap diam,takut salah lagi. soalnya kedua orang di depannya sama sama lagi bucin.


Pintu Lif pun terbuka.ketiganya lalu turun.dan ketiganya sudah di sambut pelayan restoran.


Ketiganya di antar pelayan sampai di meja teman Gilang.


Teman Gilang memang semuanya bawa pasangan.dan wajah mereka juga ngga begitu asing semuanya bagi Dania. karena ada beberapa yang kemarin datang ke pesta pernikahannya.

__ADS_1


Tapi di antara teman Gilang yang sudah duduk, ada satu pasangan yang membuat Gilang jadi merasa gimana. Ternyata di atara mereka ada bekas tunangan Gilang yang sekarang sudah menikah dengan teman Gilang sendiri. teman yang lain tau,tapi mau gimana lagi memang semuanya teman. Gilang pun tidak mau buat keributan dan sekarang kan Gilang juga sudah punya pasangan. Jadi Gilang ngga akan peduli dengan masa lalu.


"Akhirnya nih bos kita datang juga."


"Maaf kita telat."


Gilang menyalami semua temanya yang ada 5 orang.saat sampa di teman yang telah merebut tunangannya,Gilang yang tadinya tidak ingin menyalaminya,lalu berubah. Gilang menyalami temanya itu karena tidak ingin Dania tau masalahnya. Gilang menyalami teman yang cowok saja,sedang yang cewek Gilang lewati.


"Lang, kenalkan istri kamu dong.kan dari kita ada yang belum kenal juga,"kata salah satu teman Gilang.


"Iya baiklah,Aku akan kenalkan. Teman teman semuanya, kenalkan ini istriku ,namanya Dania,"sambil merangkul pundak Dania. Dania tersenyum ramah.


"Selamat malam semua."


Semuanya menjawab malam.lalu Gilang dan Dania duduk. Hasan duduk di meja lainya yang tidak jauh dari meja Gilang makan.


Mantan Gilang dari tadi melirik ke Dania dan Gilang. karena mantannya itu melihat sikap Gilang yang berubah.


Gilang terlihat perhatian dan sangat lembut.


"Biar Saya potongkan."


"Saya bisa kok Mas."


Gilang memotong kan daging steak milik Dania. Setelah terpotong Gilang juga memberikan saos nya agar Dania tinggal makan.


"Ini sudah. Sekarang makanlah."


"Iya Mas makasih."


Selesai makan,semuanya lanjut mengobrol.dan topik obrolan tentang pengantin baru ya itu Gilang dan Dania.ternyata mantan Gilang juga kepo dengan kerjaan Dania.


"Kamu kerja apa.?"


"Ngga usah di Jawab. Istriku mau kerja atau ngga,kamu ngga usah tau. Yang jelas Istriku ngga suka menghambur hambur kan uang,"Gilang langsung menyela.karena Gilang tidak suka Dania di buli oleh mantannya itu.


Mantan Gilang terlihat kesal karena Gilang seperti sedang menyindir dirinya.


Gilang terasa panas dan risih melihat mantan dan temanya itu ,lalu pamit pulang duluan.


"Aku pamit duluan.trimkasih undangan makanya."


"Kenapa pulang dulu sih Lang.kita belum minum minum loh."

__ADS_1


"Besok lagi aja. Aku udah ngga nyaman di sini lama lama. Ayo sayang kita pulang."


"Iya Mas."


Dania pamit ke semua dengan ramah. Sedang Gilang diam dan merangkul pundak Dania.


Selesai Dania pamitan ,keduanya lalu pergi. Hasan yang melihat Bos nya mau pergi juga langsung bangun dari duduknya.


Ketiganya lalu keluar dari restoran Hotel.Gilang jadi diam saja semenjak keluar dari restoran Hotel.


"Mas. Mas kenapa kok diam aja.apa Saya tadi di sana buat kesalahan.kalau iya Saya minta maaf ya Mas."


"Ngga kok Yang. Kamu ngga buat kesalahan.Saya cuman sedang mikirin kerjaan saja."


"Oh ,takutnya Saya tadi buat kesalahan Mas."


"Ngga."sambil tersenyum dan mengusap rambut Dania.


Sampai di rumah Gilang,Hasan pulang naik taksi,dan Gilang memberikan uang untuk ongkos.setelah itu Hasan pulang. Gilang dan Dania masuk ke dalam rumah.


Tami dan Mamah masih mengobrol di rumah keluarga.


"Malam semua."


"Malam.kalin baru pulang ,?"


"Iya Mah."


"Abang dari mana sih. kenapa Tami telfon ngga di angkat. Abang udah ngga sayang yah sama Tami. Gara gara ada dia Abang berubah."Tami sambil menunjuk Dania. Dan Gilang yang sedang emosi gara gara tadi makan malam jadi tambah emosi.


"Tami Cukup. Kamu sudah besar,jangan manja. Sekarang Abang sudah punya istri jadi Abang lebih prioritaskan istri Abang,kamu bicara jangan sambil nunjuk seperti itu,ngga sopan.!"


Tami yang baru kali ini dengar bicara Gilang sangat keras langsung takut. Begitu juga Mamah dan Dania.


"Mas sabar,"kata Dania sambil mengusap lengannya.


"Abang jahat. Tami benci Abang."Tami langsung lari menuju kamarnya sambil menangis.


Jangan lupa like komentar dan vote terimakasih..


hai kak,,baca juga cerita temanku yah,, trimakasih...


__ADS_1


__ADS_2