Janda 100 Juta

Janda 100 Juta
Sampai Rumah


__ADS_3

Gilang dan Dania baru sampai bandara Jakarta pukul 10 malam. Gilang meminta sekertaris nya untuk menjemput di bandara.


Sekertaris Gilang menunggu di pintu keluar.setelah bertemu Gilang,si Sekertaris langsung mengambil koper yang Gilang bawa.


"Sayang,,kenalkan ini sekertaris Saya.namanya Hasan,"Gilang mengenalkan sekertaris nya pada sekertaris.


"Malam Mas Hasan,"Dania sambil tersenyum mengulurkan tangannya ke Hasan .tapi saat Hasan mau menyalaminya,Gilang yang melihatnya langsung menarik tangan Dania.


"Ngga usah salaman.sudah ayo kita ke mobil."


Gilang menarik tangan Dania lalu mengandeng nya menuju mobil. Hasan berjalan di depan Gilang karena yang tau mobil di parkiran di mananya.


Sampai mobil,Gilang membukakan pintu mobil untuk Dania. setelah Dania masuk baru dirinya masuk.


Di mobil Gilang menyandarkan kepalnya di pundak Dania,dan tangan keduanya saling genggam.


Hasan melihat dari kaca spion yang ada di atas kepalanya.


"Ya Tuhan. orang kaku dan dingin kaya es bisa juga manja gitu. rupanya bos sudah ketemu pawangnya nih,"kata Hasan dalam hatinya berkata.


Sampai di rumah , Gilang dan Dania turun,sedang Hasan langsung pulang tidak mampir dulu karena sudah malam.


Setelah Gilang berterimakasih,Hasan langsung pergi membawa mobilnya.


Mba sudah membukakan pintu,karena dengar mobil berhenti.


"Selamat datang Den Gilang,Non Dania."


"Malam Mba,"jawab keduanya.


Mba mengambil koper dari tangan Gilang,dan ketiganya masuk ke dalam.


"Non Tami juga pulang Den."


"Kapan Tami pulang.?"


"Tadi siang. tapi sekarang Ibu sama Non Tami sudah tidur Den."


"Oh iya biarkan saja Mba."


Gilang dan Dania masuk kamar,sedang Mba mengantar sampai pintu kamar Gilang.dan Dania yang membawa masuk kopernya.


"Tami itu siapa Mas,?"


"Tami anak dari adiknya Mamah . tapi dari kecil Tami sudah sering tinggal di sini. Mamah sudah menganggapnya anak."


"Oh gitu."


"Iya. dan seumuran sama kamu.sekitar dua 23 apa 24 tahun. kalian nanti pasti bisa jadi teman."


"Iya Mas."


Dania dan Gilang sudah ganti baju. keduanya lalu naik ke kasur untuk istirahat karena mereka sama sama lelah.

__ADS_1


Gilang dan Dania tidur saling peluk. dan keduanya sangat nyenyak tidur.apa lagi Dania yang selama dua malam di Bali terus saja di buat tidak bisa tidur dengan nyaman.


Pagi harinya Dania bangun duluan. saat Dania melepaskan tangan Gilang. Gilang merasakan dan ikut terbangun.


"Mau kemana.? ini masih pagi."


"Mau ke kamar mandi. ini sudah pagi Mas. Saya mau bantu Mba membuat sarapan."


"Ngga usah. ngapain sih bantuin Mba buat sarapan.itu sudah tugas Mba,kamu ngga boleh bantu apa apa dan kerjain apa apa di sini. kamu hanya boleh melayani Saya saja,"sambil menarik Dania ke pelukannya.


"Tapi ngga enak sama Mamah."


"Ngga enak gimana. Mamah juga pasti ngga ngeboleh kamu kerjain kerjaan Mba."


"Tapi.."


"Suttt..ngga usah tapi tapian. kamu ini istri Saya,jadi kamu hanya layani saya dan ngga boleh mengerjakan kerjaan lainya. ngerti,"sambil Gilang memeluk Dania dan mencium kening Dania.


"Tapi Saya masih boleh kerja kan Mas."


"Kalau itu izin Mamah. Saya sih terserah kamu ,mau kerja silakan ,ngga juga silakan.tapi nanti kalau kamu hamil, harus berhenti kerja,"Dania mendongak.


"Apa Mas sudah ingin punya anak.?"


"Ya namanya kita sudah menikah,pasti ingin punya anak kan.tapi semua ya tetap di serahkan ke pada Tuhan. yang penting kita terus berusaha untuk buat agar cepat jadi."


"Iya Mas. tapi kalau Saya belum hamil juga,Mas jangan marah ke Saya yah."


Dania tersenyum lalu dengan berani mencium wajah Gilang ,dan ke bibir juga.karena perkataan Gilang membuatnya senang.


"Sudah berani yah cium cium,,hemmmm,,,"sambil Gilang menempelkan keningnya ke kening Dania,dan hidung mereka juga saling menempel. Dania tersenyum.


"Kita olahraga pagi yuk,,"


"Olahraga pagi.?"


"Iya .tapi kita olahraga Pagi di kasur,"Dania langsung memundurkan kepalanya dan membuka matanya lebar.


Dalam hati Dania "ya Tuhan....ini orang benar benar ngga ada lelahnya apa ya."


"Kenapa? ngga mau nih.dosa loh nolak ajakan suami,"Gilang melihat Dania yang berpikir.


"Emang Mas ngga capek apa.?"


"Ngga. justru buat Saya semangat dan hati lebih senang."


"Oh gitu."


"Iya,,mau kan."


"Tapi Mas yang kerja yah. Saya masih lemas."


"Ya. kamu tinggal diam dan nikmatin saja."

__ADS_1


Saat Gilang mau menindih Dania,Dania minta izin dulu untuk ke kamar mandi. Dania rupanya mau pipis dulu dan gosok gigi agar mulutnya segar.


Setelah Pipis Dania keluar dari kamar mandi. Dania sudah membersihkan apem nya agar wangi. sedang Gilang di kasur sudah polos aja. Dania jadi tersenyum karena milik Gilang sudah berdiri tegak.


Keduanya melakukan olahraga pagi di dulukan pemanasan.pemananasan yang membuat Dania keenakan.


Gilang dengan pelan memasukan adik kecilnya ke apem Dania. sedikit demi sedikit pun masuk.setelah masuk semua Gilang mendiamkan nya sebentar.


Tami bangun dan langsung turun ke bawah karena haus.


"Mba,,Tami haus."


"Iya non tunggu."


Mba mengambilkan minum untuk Tami. Tami minum setelah mba memberikan gelas yang sudah penuh dengan air minum.


"Mba ,Abang udah pulang belum.?"


"Sudah Non. semalam den Gilang sampai rumah jam 11 kurang ."


"Oh. tapi tumben jam segini belum bangun."


"Mungkin masih capek Non."


"Mungkin juga sih."


Tami pergi dari dapur dan akan ke kamarnya.tapi saat sudah sampai di atas,Tami melihat ke arah kamar Gilang yang ada di pojok.


Tami lalu menuju kamar Gilang. Tami ingin membangunkan Gilang karena jam sudah menujukan pukul setengah tujuh.


Saat mau mengetuk pintu,Tami mendengar suara aneh dari kamar Gilang.


"Suara apa sih ,kok kaya orang merintih gitu,"kata Tami sambil mendekatkan telinganya di pintu.


"Mas,,,,sudah Mas,, Saya sudah ngga kuat.."


"Sebentar lagi Sayang,,tahan yah.."


Lalu mulut keduanya terdengar saling menyatu suara rintihan yang membuat Tami makin penasaran.


Tami lalu mengintip di lubang kunci.dan Tami langsung kaget ,walau hanya lihat kaki yang saling tumpuk,tapi Tami sudah tau apa yang sedang mereka lakukan.


"Kurang ajar. mereka benar benar. akan Aku buat kalian berpisah.lihat aja nanti."


Tami langsung pergi dan masuk ke kamarnya.


Sedang Gilang baru saja melakukan pelepasan.keduanya sama sama terkapar di atas kasur dengan nafas yang memburu.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


Hai kaka semuanya,,baca juga cerita temanku yah,,, trimakasih...


__ADS_1


__ADS_2