
Dania sudah selesai sarapan.Dania lalu menggerai rambutnya lagi,untuk menutupi tanda merah di lehernya.
"Abang. Tami ikut sekalian yah."
"Ngga bisa,kamu di antar supir saja. Abang mau antar Dania ke tempat kerjanya dulu."
"Ngga ah. Tami ikut Abang aja.ya ngga papa kalau Abang mau antar kak Dania dulu.nanti setelah antar Kak Dania baru antar Tami."
"Tapi nanti kamu telat masuk kerjanya."
"Ngga papa Bang telat juga. Bos Tami orangnya santai kok ."
Dania sebenarnya ngga suka Tami ikut Gilang,tapi Dania ngga mungkin berani melarangnya. Dania hanya bisa diam dan mengikuti keputusan Gilang.
Gilang akhirnya membolehkan Tami ikut mobilnya. ketiganya lalu berpamitan ke Mamah.
Gilang membukakan pintu mobil untuk Dania.Tami melihat Gilang yang begitu perhatian pada Dania sangat tidak suka dan ada rasa cemburu.
Setelah Dania masuk mobil,Gilang langsung masuk ke bagian kemudi. Tami duduk di bangku belakang.
"Nanti siang kita makan siang bareng yah."
"Emang Mas hari ini ngga sibuk.?"
"Ngga.saya mah santai,kan ada Hasan yang mengerjakan semua kerjaan.nanti Saya akan jemput kamu pas jam makan siang."
"Kak Dania tau kan kalau Abang itu pemilik perusahaan.yang namanya pemilik perusahaan itu bisa kapan aja pergi dan bebas mau apa."
"Iya saya tau.tapi walau pemilik perusahaan juga tidak boleh seenaknya main pergi dan meninggalkan kerjaanya.kasihan karyawan kalau sedang ada kerjaan yang harus segera selesai tapi tidak ada Direktur yang dimintai tandatangannya."
Perkataan Dania langsung membungkam mulut Tami. dalam hati Gilang tersenyum melihat Tami yang langsung diam.
Mobil Gilang sudah sampai di butik .Dania cium tangan Gilang dulu sebelum keluar.
"Sayang tunggu.ada yang ketinggalan,"kata Gilang saat Dania mau turun dari mobil.
"Apa Mas yang ketinggalan.?"
"Saya belum cium kening kamu,"Dania tersenyum.
"Apa sih Bang,ada Tami juga. udah Sanah kak keluar,udah siang nih."Tami lalu keluar dari mobil dan membukakan pintu depan agar Dania keluar dari mobil.
"Iya Mas malu ada Tami.nanti aja di rumah yah,"Gilang hanya mengangguk pelan ,sebenarnya kecewa,tapi Tami nya yang rese.
Setelah Dania keluar dari mobil,Tami langsung masuk ke mobil dan duduk di depan .
Gilang lalu menjalankan mobilnya setelah Dania masuk ke butik.
Teman Dania ada yang melihat Dania datang di antar mobil mewah langsung heboh.
__ADS_1
"Ya Tuhan Dania. Nasib kamu bagus banget sih ,dapet suami perjaka dan tajir lagi."
"Amin. Semoga nanti kamu juga dapat jodoh seperti apa yang kamu inginkan yah."
"Tapi Aku pengin kaya suamimu.masih ada ngga yah."
"Ya ngga tau deh.udah yuk kita bersiap."
Dania dan temanya masuk ruang ganti. Dania biasanya kalau kerja rambutnya selalu di gulung dengan rapi.tapi kali ini Dania lagi bingung mau di gimana kan model rambutnya.karena di tempat Dania tidak boleh rambut di gerai.
"Dania.kok melamun.ayo buruan bersiap."
"Iya. Aku lagi bingung sama rambutku."
"Bingung kenapa.? Tinggal di gulung seperti biasa aja ."
"Iya sih.tapi Aku malu kalau di gulung ke atas."
"Malu. Malu kenapa? Biasa nya aja kaya gitu kan.?"
"Eemmm,,ini. Duh gimana yah."
"Apa sih.ngomong yang jelas kek."
"Di leherku ada ini,"Dania menunjukan tanda merah buatan Gilang. dan teman Dania melihatnya langsung tertawa.
"Suami kamu kalau main ganas yah. Pasti suami kamu kuat banget yah.di lihat dari tanda merah yang di buatnya sih terlihat suami kamu predator,"teman Dania sambil tersenyum meledek bicaranya.
"Iih kamu tuh ,udah Ah Aku ngga mau ngomong sama kamu lagi.bikin kesel aja. Bukanya bantuin cari ide malah ngeledek mulu."
"Maaf deh ,jangan ngambek dong.Aku punya ide nih buat nutupin tanda merah itu."
"Serius.gimana.?"
Teman Dania membuka tas make up nya.lalu mengambil alas bedak. Teman Dania membantu mengoleskan di leher Dania yang ada tandanya.
"Dah kan.ngga kelihatan lagi."
"Oh iya.makasih yah. "
"Iya. Udah ayo bersiap.bentar lagi sudah waktunya buka Butik,"Dania jawab iya.
Sedang Gilang baru saja sampai di kantor tempat Tami kerja.
"Sudah sampai,turun lah."
"Iya Bang.trimakasih ,"
"Iya."
__ADS_1
Tami membuka pintu mobil,tapi tiba tiba sebelum keluar dari mobil Tami mencium pipi Gilang,dan membuat Gilang sangat kaget.
"Tami ! Apa apaan kamu,?"Gilang terlihat ngga suka.
"Kenapa. Kemarin kemarin kalau Tami cium Abang,Abang ngga marah.tapi kenapa Abang sekarang marah."
"Tami ,sekarang Abang sudah menikah.jangan lagi lakukan seperti tadi. Abang tidak suka."
"Abang suka atau ngga suka,terserah Abang. Tami akan lakukan apa pun yang ingin Tami lakukan sama Abang."
Tami keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan kencang.setelah itu Gilang langsung tancap gas mobilnya.
Gilang mengusap pipinya yang tadi bekas d cium Tami. Gilang bukanya suka tapi jadi merasa aneh gitu. Biasanya Gilang dan Tami ciuman hanya saling pipi yang menempel,tidak pakai bibir.tapi tadi Tami mencium pipinya dengan bibirnya,membuat Gilang merasa geli dan aneh.
Sampai di kantor Gilang masuk ke dalam ruang kerjanya. Hasan langsung mengikuti Gilang yang masuk.
Hasan memberikan setumpuk Map untuk Gilang periksa dan tandatangani.
"Ini semua harus selesai di periksa hari ini juga Pak."
"Ya sudah nanti Saya akan periksa."
"Iya pak.kalau begitu saya akan lanjut kerja."
Hasan keluar dari ruang kerja Gilang. Gilang bukanya langsung memeriksa map,justru mengambil hpnya dan mengirim pesan pada Dania.
"Sayang,yang semangat kerjanya yah😘,saya sudah sampai kantor,"isi pesan yang Gilang kirim.
Dania yang mendengar hpnya ada pesan masuk lalu melihat nya. Dania langsung tersenyum membaca pesan dari Gilang.
"Iya Mas. Mas juga semangat ya kerjanya ,🥰"
Gilang membaca balasan pesan Dania langsung senyum.Gilang lalu semangat untuk bekerja ,agar nanti pas jam makan siang sudah selesai semuanya.
Jam pun berlalu, Gilang melihat jam sudah pukul 12 pas. Gilang memangil Hasan suruh masuk ke ruang kerjanya .
"Kamu bereskan meja saya.semua sudah saya cek dan tandatangani. Sekarang Saya mau pergi untuk makan siang bersama istri."
"Baik Pak."
Gilang langsung pergi.Hasan membereskan meja Gilang.
"Bos sekarang terlihat berbeda.lebih santai dan rapi. Tidak seperti biasanya yang wajahnya seram dan kaku."
Hasan sambil merapikan meja bicara sendiri.saat bicara ternyata Gilang balik lagi ke ruangannya,Karen ada yang tertinggal.
"Hasan! beraninya kamu ngomongin Saya seperti itu.!"
Jangan lupa like komentar dan vote terimakasih..
__ADS_1