
Gilang dan Dania menikmati malam panjang dengan penuh rasa bahagia. Keduanya sama sama menikmati.
Gilang tidak hanya sekali melakukanya.tapi Gilang minta nambah saat menjelang pagi,membuat Dania sampai kelelahan.
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi.tapi Dania dan Gilang masih tidur dengan nyenyak.
Tok..tok..
Pintu kamar hotel Gilang ada yang mengetuk,tapi keduanya tidak ada yang bangun satu pun.
"Mas,sudah ayo kita sarapan duluan aja. Mungkin mereka belum pada bangun,"yang mengetuk kamar Gilang adalah Rio.
Rio dan istrinya mau mengajak Gilang dan Dania untuk sarapan bersama.tapi karena pintu tetap tidak di buka, akhirnya Rio dan istrinya pergi duluan.
Dania samar samar mendengar ketukan pintu.lalu Dania membuka matanya,dan saat di dengar lagi pintu ternyata sudah tidak ada yang mengetuk lagi.
Dania tersenyum saat melihat wajah Gilang yang ada di depannya masih tidur dengan nyenyak.keduanya masih saling berpelukan.
Dania teringat bagai mana semalam Gilang begitu pintar membuatnya terasa melayang.
"Aku sudah merasa nyaman saat bersamanya.semoga Mas Gilang juga merasakan yang sama denganku,"kata Dania dalam hatinya.
"Mas,,bukan Aku ingin menghianati cinta kamu. Aku masih menyimpan cinta untukmu di hatiku paling dalam. Kamu juga pasti ingin Aku bahagia bukan.dan ada orang yang menjagaku juga. semoga Mas Gilang lah jodoh yang Tuhan kasih untuk ku sampai tua nanti ya Mas,"Dania seakan bicara kepada Alm suaminya sambil menatap Gilang.
Tangan Dania pelan mengusap pipi Gilang yang di tumbuhi jambang. Dania tersenyum saat mengusap jambang Gilang. Karena jambang nya Gilang yang membuatnya merasa geli saat Gilang mencium nya.
Gilang merasakan usapan di wajahnya,lalu buka mata.
Gilang melihat Dania yang sudah bangun dan tangan Dania ada di pipinya. Dania reflek langsung menarik tangannya karena ngga enak sama Gilang.takut Gilang tidak suka dengan apa yang di lakukan.
Tapi Gilang justru menahan tangan Dania,lalu di ciumnya tangan Dania. Dania jadi tersenyum.
Keduanya masih sama sama polos.karena tadi saking lelahnya, keduanya tidak bersih bersih tapi langsung tidur.
"Pagi,"sapa Gilang sambil tangannya merapikan anak rambut Dania.
"Pagi juga Mas,"Dania menjawab sambil menarik selimutnya ke atas karena sedikit melorot membuat dadanya terlihat.
Keduanya saling tatap,lalu Gilang yang merasa gemas mencium bibir Dania sekilas.
"Apa lelah,?"Dania mengangguk.
"Badan Saya rasanya sakit semua."
"Serius.?"
"Iya Mas. Semalam Mas melakukanya sangat bersemangat,membuat badan Saya sakit."
__ADS_1
"Maaf. Semalam benar benar nikmat ,sampai Saya ngga bisa kontrol. Nanti kalau badanya masih sakit,akan Saya pijit."
"Memang Mas bisa pijit."
"Bisa. mau praktek sekarang,?"Dania sedikit berpikir.dan Dania langsung menolak karena takut nanti habis pijat Gilang minta imbalan.
"Ngga usah deh Mas. Nanti juga sembuh."
"Saya cuman mau pijit kok.ngga akan minta upah,"Gilang seperti tau apa yang di pikirkan Gilang.
"Ngga gitu Mas.soalnya Saya sudah lapar.ini sudah jam 8 lewat."
Gilang melihat jam,dan ternyata memang sudah waktunya sarapan.
"Ya sudah kita mandi bareng yuk."
Gilang turun dari kasur duluan dan masih polos.Dania membungkus badanya dengan selimut karena malu.
"Sudah jangan pakai selimut,ribet. Ayo lepas."
"Tapi Saya malu Mas."
"Malu sama siapa. Kan Saya sudah lihat semua bada kamu."
"Tapi tetap malu,"Dania makin kencang saja memegangi selimutnya karena takut melorot.
"Ya sudah terserah kamu saja ,"Gilang langsung mengendong Dania ke kamar mandi.
Dania janda,jadi tidak ada drama sakit saat jalan karena apem nya sobek. Dania masih merasa sakit sih,tapi tidak sesakit saat masih perawan.
Dania dan Gilang keluar dari kamar mandi jam 9 pagi. Dania sudah tidak ada tenaga lagi.Gilang yang membatu memandikannya dan juga menggendongnya keluar dari kamar mandi.
"Mas. Saya sudah tidak ada tenaga. Saya ngga bisa turun ke bawah untuk sarapan."
"Kita akan pesan saja sama pihak hotel untuk membawakan makanan ke sini."
"Iya Mas. Itu lebih bagus."
Gilang mengambilkan baju Dania,dan Dania pakai baju sendiri.setelah pakai baju,Dania merebahkan badanya lagi di kasur.sedang Gilang memesan makanan.
Gilang masih duduk di sofa sambil melihat ke hpnya. Gilang sedang melihat laporan pekerjaan dari sekretaris nya. Saat sedang melihat laporan hpnya berbunyi,ternyata Mamah melakukan panggilan VC.
"Iya Mah,,ada apa.?"
"Halo sayang,gimana di Bali.? Semalam sampai jam berapa,?"
"Ya Bali masih sama. Semalam sampai jam 9 Mah."
__ADS_1
"Oh malam juga yah. Dania nya mana,?"Gilang langsung melihatkan kameranya ke Dania yang sedang tiduran di kasur.
"Kalian masih di kamar.apa ngga sarapan.?"
"Kita pesan makanan untuk di bawa ke kamar saja Mah. Dania katanya ngga mau turun."
"Kenapa ngga makan di bawah aja. Lebih banyak menu loh.?"
"Dania katanya lemas Mah. Ngga ada tenaga lagi,"Dania tadi tidak dengar Gilang mengobrol sama Mamahnya karena Dania juga sedang telfonnya dengan Ibu nya.tapi saat Gilang bilang dirinya lemas,langsung menengok ke Gilang.
"Kenapa lemas,Dania sakit.?"
"Ngga Mah. Dania lemas karena semalam,"belum selesai Gilang bicara,Dania langsung lari untuk menutup mulut Gilang.
"Mas,,iih apa sih. Malu tau."
Mamah melihat Gilang yang di tutup mulutnya oleh Dania tersenyum.
"Kamu maunya kasar ya Lang,"Mamah yang paham langsung bicara.
"Ngga Mah, Mas Gilang hanya becanda. Dania ngga papa kok."Dania ikut bicara.
Gilang menarik Dania agar duduk di pangkuannya agar keduanya bisa melihat Mamah di hp bersama sama. Mamah tersenyum melihat anak dan menantunya sudah dekat.
"Ya Mamah tau."
Ketiganya mengobrol cukup lama,sampa makanan datang baru mereka mengakhiri panggilan VC.
Gilang yang membukakan pintu,sedang Dania di Ruruh tetap diam dan duduk.
Gilang membawa makanannya,Dania cukup kaget karena Gilang pesan makanan cukup banyak.
"Mas. Ini makanan banyak banget.apa akan habis."
"Pasti habis. Kitakan habis kehabisan tenaga,jadi kita butuh makan yang banyak,agar nanti kita bisa tempur lagi."
"Ya Tuhan kamu Mas ngga ada capeknya sih."
"Ngga sayang. Saya ngga ada capeknya. Jadi kamu harus makan banyak,agar tenaga kamu pilih dan kuat untuk melayani Saya lagi."
Dania hanya bisa tarik nafas,karena suaminya yang sekarang benar benar sangat kuat.beda sama yang dulu. Kalau yang dulu malam aja hanya sekali tidak sampa nambah.sedang Gilang minta nambah dan tadi di kamar mandi juga minta lagi.
Dania dan Gilang makan dengan lahap karena memang keduanya lapar.
Jangan lupa like,komen dan vote nya terimakasih...
Untuk kemarin maaf tidak up. soalnya aku up tp dr pagi sampai malam ngga lolos juga,akhirnya Aku hapus dan buat bab baru,maaf kalau MP nya Aku ngga tulis LG.
__ADS_1
Kak baca cerita temanku juga yah,,yg pastinya bagus jg.. trimakasih..