Janda 100 Juta

Janda 100 Juta
Mengerikan Rambut


__ADS_3

Gilang terbangun dengan sedikit kaget. Gilang langsung mengusap wajahnya dan melihat ke Dania.


"Kenapa Mas.?"


"Eemm..ngga papa. "


"Saya mengagetkan Mas .Maaf ya Mas."


"Ngga kok.kemarikan kopinya.?"


"Ini,"Dania memberikan cangkir yang berisi kopi ke Gilang.


Gilang meminum kopinya dengan pelan karena panas.


"Mas. kata Ibu kita di suruh makan malam di sini. Ibu sudah masak. ngga papa kan."


"Ngga papa. Kita menginap di sini juga ngga papa."


"Emang Mas mau menginap di sini. Kamar Saya kan kecil pasti ngga nyama.ngga ada AC lagi."


"Selagi ada kamu di sisi Saya,Saya akan merasa nyaman,"Dania tersenyum.karena sekarang Gilang sudah ngga kaku dan dingin lagi.


"Kenapa sekarang Mas jadi manis banget sih."


"Masa sih. emang Saya ada gulanya gitu jadi manis,"sambil meletakan cangkir di meja dekat kasur.


"Ya ngga gitu juga.maksudnya Mas sekarang kalau ngomong enak di dengar,bikin hati senang.ngga kaya lagi awal ketemu,Mas kaku dan dingin. Saya sampai takut kalau lihat Mas."


"Masa sih Saya kaku dan dingin.tapi sekarang masih takut ngga sama Saya,?"sambil Gilang menarik Dania agar duduk di pangkuannya.


"Ngga.sekarang Saya ngga takut.justru sekarang Saya nyaman sama Mas,"sambil mengalungkan tangannya di leher Gilang.Gilang juga tersenyum mendengarnya.


"Cium."


"Ngga ah,"


"Kenapa ngga mau.ingat yah istri menolak suami itu.."


"Iya Mas.saya tau.tapi pipi Mas banyak rambutnya gini,buat geli kalau di cium,"Sabil tangan Dania mengusap pipi Gilang yang jambang nya memang sudah tebal.


"Bukanya yang bikin geli itu enak ? Buktinya kamu suka keenakan kalau Mas cium sambil menggosok kan jambang Mas ke itu kamu,"mata Gilang sambil melihat ke dada Dania.


"Itu kan beda."


"Beda apanya.udah ayo cium.kalau ngga mau pipinya ,bibir aja."


Dania yang melihat Gilang memonyongkan bibirnya tersenyum .lalu dengan pelan Dania mencium bibir Gilang.


Saat Dania mau melepaskan ciuma.tangan Gilang menahannya. Gilang langsung ******* bibir Dania dengan rakus.


Dania akhirnya hanya bisa diam dan menikmati ciuman Gilang. Saat keduanya sedang menikmati ciuman,pintu kamar Dania tiba tiba ada yang membukanya.


Mamah main buka pintu kamar Dania tanpa mengetuk pintu dulu.alhasil Mamah melihat Dania dan Gilang yang sedang ciuman dengan posisi Dania masih di pangkuan Gilang.


Dania yang sadar ada yang buka pintu kamarnya,langsung melepaskan ciuman dan menengok ke belakang.

__ADS_1


"Maaf.Mamah ganggu yah. Ya sudah di lanjut lagi,Mamah akan keluar."


Dania langsung loncat dari pangkuan Gilang."Ngga kok Mah. ayo masuk aja Mah,"Dania pipinya memerah karen sangat malu .


"Mamah kenapa datangnya ngga tepat waktu amat sih,"Gilang sedikit kesal.


"Mas. apa sih,"Dania sambil menatap Gilang.


"Ya maaf.Mamah kan ngga tau.kalian mau lanjut,ya sudah Mamah keluar aja."


"Ngga kok Mah. ayo sini masuk.ini kamar Dania ,kecil dan berantakan,"Dania sambil merangkul tangan Mamah untuk masuk ke dalam kamarnya.


Gilang lalu tiduran sambil melihat ke hp.sedang Mamah melihat kamar Dania.


Ibu sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.setelah siap ,Ibu memanggil semuanya.


Sekarang semua sudah duduk bersama di meja makan. Ibu juga memberikan makanan ke pak supir yang menunggu di depan rumah.


Dania meladeni Gilang dengan sangat tlaten.Ibu dan Mamah sangat senang karena anak anaknya langsung bisa saling menerima dan terlihat saling sayang.


Selesai makan Dania bersama Mamah dan Gilang pamit pulang. Dania merasa sedih meninggalkan ibunya sendirian,tapi mau gimana lagi Dania sekarang harus ikut suami.


Sampai di rumah,ketiganya turun dari mobil.Tami juga baru pulang dari Mal.


"Malam semua."


"Malam.kamu baru pulang dari Mal sayang,?"tanya Mamah ke Tami.


"Iya Tan. Tami habis dari salon.perawatan badan dong Tan, biar badan kita bersih dan wangi. Rambut ,tangan dan kaki semua di rawat.ngga kaya.."


"Sudah ayo masuk.ini sudah malam,"Mamah langsung memotong perkataan Tami. Mamah juga tau arah perkataan Tami ke mana.


Gilang langsung merangkul pundak Dania untuk masuk ke dalam.sedang Tami dan Mamah berjalan di belakang mereka.


Sampai kamar,Dania ganti baju agar nyaman untuk tidur.begitu juga dengan Gilang.


"Sayang.kamu tidur jangan pakai baju itu dong."


"Kenapa memangnya Mas? Terus Saya pake yang mana .?"


"Yang tank top gitu.biar Saya bisa ***** dengan gampang ."


"Ya Tuhan ,Mas tuh bukan bayi loh.masa mau tidur harus minum susu dulu."


"Ya ngga papa. ingat dosa."


"Iya iya..udah ngga usah di teruskan.saya ganti baju dulu."


Gilang tersenyum senang karena sangat gampang meminta sesuatu pada Dania.hanya bilang dosa, Dania akan langsung menurut.


Setelah ganti,Dania naik ke kasur.Gilang dengan cepat menarik badan Dania agar mendekat.setelah dekat Gilang menurunkan tank top dan langsung meminum cucu.


Dania hanya bisa diam dan membiarkan bayi besarnya minum cucu dengan kenyang. Dania sebenarnya sudah mulai ter,,tapi di tahannya.


Dania bisa bernafas lega setelah 15 menit , akhirnya Gilang tertidur. Dania lalu menutup dadanya dan ikut tidur.

__ADS_1


Pagi harinya Dania bangun duluan .hari ini Dania dan Gilang sudah mulai kerja.


Dania menyiapkan baju untuk Gilang pakai ke kantor.setelah menyiapkan ,Dania membangunkan Gilang .


"Mas. bangun. Ini sudah jam setengah tujuh."


"Tunggu 5 menit lagi yah."


"Ya sudah. Saya mandi dulu yah."


"Iya..."


Dania masuk ke kamar mandi,dan mau mandi.tapi baru saja buka baju,Gilang masuk ke kamar mandi.


"Loh Mas. Mas mau apa.?"


"Mau mandi .kita mandi bareng .Mas butuh asupan energi biar hari ini kerjanya semangat."


Sambil melepaskan bajunya Gilang bicara.dan sekarang keduanya sudah polos. Gilang tidak menyia nyiakan kesempatan. Gilang langsung saja minta jatah di kamar mandi.karena kamar mandinya besar dan luas,keduanya jadi bisa main dengan leluasa.


Setelah 25 menit,mereka sudah selesai.dan keduanya lanjut mandi.Gilang membuat tanda di leher Dania tanpa Dania tau.saat Dania sedang mengeringkan rambut,barulah Dania tau.


"Mas. kamu kok buat tanda di leher gini sih."


"Kenapa memangnya.?"


"Saya malu Mas."


"Ngga usah malu.kamu udah punya suami ,jadi wajar kan.itu biar tidak ada laki laki yang berani sama kamu ."


Dania yang dengar alasan Gilang hanya bisa geleng kepala.


Setelah keduanya siap,keduanya turun ke bawah. Dania akan di antar jemput oleh Gilang nantinya. Gilang melarang Dania pulang sendiri. Setidaknya kalau Gilang ngga bisa jemput, Pak supir yang akan menjemputnya.


Mamah dan Tami sudah ada di meja makan.Dania yang di leher ada tanda merahnya,mengerikan rambutnya ke depan.


Mamah sedikit aneh karena ngga biasanya rambut Dania di gerai seperti itu.


Saat sedang makan,Gilang menyuruh Dania mengikat rambutnya.tapi Dania ngga mau karena malu.


"Sudah ikat rambutnya. nanti setelah makan bisa di gerai lagi."


"Iya sayang benar kata Gilang.kamu akan susah kalau makan rambutnya kaya gitu."


Dania mengambil ikat rambut di tasnya.saat rambut di ikat,Mamah dan Tami langsung bisa melihat tanda merah di leher Dania.


Mamah tersenyum karena jadi tau kenapa Dania mengerti rambutnya.sedang Tami yang melihat tanda merah di leher Dania jadi kesal.


Dania wajahnya merah karena malu.apa lagi Mamah terus tersenyum.sedang Gilang seakan tidak ada dosa aja.


"Norak...!"


Jangan lupa like komentar dan vote terimakasih...


Hai kak,,baca cerita temanku juga yah,,trimakasih..

__ADS_1



__ADS_2