Janda 100 Juta

Janda 100 Juta
Pingsan


__ADS_3

Dania sudah sampai di butik. Gilang tadi langsung pergi setelah Dania masuk ke butik. Dania yang merasa pusing masih saja duduk di dalam.


"Dania. kamu lagi sakit,?"


"Ngga."


"Tapi wajahmu kok pucat."


"Masa sih,"Dania lalu melihat ke kaca untuk melihat wajahnya.


"Ngga pucat ah,biasa aja deh."


"Pucat Dania. masa kamu ngga bisa bedain wajah sendiri pacat apa ngga sih."


"Kepalaku memang lagi pusing,tapi ngga pusing banget sih."


"Kenapa berangkat kerja kalau merasa pusing.?"


"Besok kan hari liburku. ngga enak kalau besok libur sekarang juga libur."


"Oh gitu.ya udah kalau nanti kamu makin pusing istirahat aja,apa izin pulang.sekarang ayo kita kerja."


"Iya tunggu bentar,Aku mau pakai sepatu dulu."


Setelah Dania siap,Dania dan temanya langsung ke depan untuk mulai kerja.


Tami sedang telfonan dengan seseorang.dan Tami bilang jangan sampai lengah untuk mengawasi kl,karena saat ada kesempatan Tami menyuruh langsung kerjakan apa di perintahkan nya.


Gilang di kantor tiba tiba merasa perasaanya ngga enak.


"Kenapa Aku merasa ngga enak gini sih.ada apa yah."


Gilang menelfon Mamahnya untuk menanyakan keadaan Mamah yang sedang di rumah adiknya.


"Mamah baik baik saja kok.nanti sore Mamah akan pulang."


"Syukur deh Mah,kalau Mamah baik baik saja.ya sudah ya Mah ,Gilang lanjut kerja lagi."


"Iya,"telfon pun mati.


Gilang lalu menelfon Dania .dan Dania juga bilang baik baik aja.


"Ya sudah yah. kerjanya jangan capek capek."


"Iya Mas,"telfon pun mati.

__ADS_1


Padahal Dania sedang memijiti keningnya yang merasa pusing. Dania tidak bilang ke Gilang,karena takut Gilang jadi khuatir.


Setengah jam kemudian,kepala Dania makin pusing.saat sedang merapikan baju baju yang mau di pajang , Dania jatuh ke lantai dan pingsan.


"Dania. ya Tuhan,"satu teman Dania yang melihat langsung menolong Dania.


Suara temanya yang teriak,di dengar teman teman Dania lainya.


Pelanggan padahal lagi banyak."Dania bangun. Dania,"teman Dania sambil memangku kepala Dania.


"Kenapa Dania.?"


"Sepertinya pingsan. telfon suaminya apa gimana ini,?"


"Iya telfon suaminya aja,"teman Dania mengambil hp Dania di kantong celananya. untung kata sandi hp Dania cuman pake sidik jari.jadi bisa menempelkan jari Dania ke hpnya.


Teman Dania mencari no suaminya,setelah menemukanya,Teman Dania menelfon Gilang.


"Halo Sayang."


"Ha,,Halo. ma..maaf ini teman Dania."


"Oh.ada apa? kenapa telfon saya.?"


"I,,ini Pak. Dania pingsan."


Belum juga teman Dania jawab iya.telfon sudah di matikan Gilang.


Dania di angkat ke dalam,dan di tidurkan di sofa. satu temanya menjaganya sambil mengoleskan minyak angin ke kening,hidung dan kaki.


Gilang menyuruh Hasan ikut,dan Hasan yang menyetir dengan kencang menuju Butik. Gilang terlihat khuatir.


Karena dari tadi pun Gilang sudah merasakan tidak enak di dalam dadanya.


Dania sudah sadar. Dania memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Aku kenapa.?"


"Kamu pingsan tadi. syukurlah kamu sudah sadar. mau minum."


"Pingsan,"Dania lalu mengingat.


"Ini minumlah,biar kamu lebih baik."


Dania lalu minum ,setelah minum Dania tiduran lagi.

__ADS_1


"Aku tadi menelfon suamimu ,dan sekarang suamimu sedang menuju kesini."


"Oh iya. trimakasih yah."


Tidak lama suami Dania masuk di antar teman Dania .


"Dania ini suamimu sudah datang."


Dania menengok dan terlihat Gilang dengan wajah kuatir.


"Sayang kamu ngga papa kan,?"Gilang langsung mendekat ke Dania dan langsung memegang kening dan wajahnya.


"Saya cuman pusing Mas."


"Ya sudah ayo kita ke Dokter."


"Ngga usah ke Dokter Mas .Saya istirahat aja nanti juga sembuh."


"Sudah ngga usah protes. kamu harus ke Dokter."


"Terimakasih telah menjaga dan menemani istri saya. ini ada uang buat kalian semua beli es."


"Ngga usah Pak. kita ikhlas kok nolongin Dania. Dania kan teman kita."


"Iya Saya tau. tapi ini rezeki buat kalian,ambilah."


Teman Dania melihat ke Dania, dan Dania mengangguk.lalu teman Dania mengambilnya dan bilang terimakasih.


Gilang langsung mengendong Dania .Dania sebenarnya ngga mau di gendong,tapi Gilang tetap menggendongnya.


Dania minta lewat pintu belakang, jangan lewat dalam butik.karena merasa malu kalau ada pelanggan yang lihat.


Sampai di mobil,Gilang dan Dania duduk di kursi belakang. Dania terus saja menyandarkan kepalanya di dada Gilang. karena kepala Dania masih merasa pusing.


Gilang sambil memijit pelan kepala Dania .dan Dania sambil memejamkan matanya.


Sampai di rumah sakit,Dania tidak mau di gendong karena malu. Gilang lalu menggandeng tangan Dania.


Gilang langsung mendaftar ,setelah menunggu 10 menit Dania masuk untuk di periksa oleh Dokter.


Dokter memeriksa detak jantung dan tekanan darah Dania.


"Istri Saya sakit apa Dok.?"


"Sepertinya istri Bapak sedang Hamil."

__ADS_1


"Hamil."


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2