
Tami langsung masuk kamar dan menangis.Tami merasa sedih karena Gilang memarahinya. Karena sebelumnya Gilang tidak pernah seperti itu.
Mamah menyuruh Gilang minta maaf pada Tami karena tadi habis memarahinya. Tapi Gilang tidak mau.
"Biarkan saja Mah. Tami itu sudah besar. Jadi biarkan dia mandiri,dan ngga manja lagi.kalau terus saja kita ikuti mau dia ,takutnya Tami jadi ngelunjak. Sekarang aja ke Dania berani nunjuk kaya gitu. Gilang ngga suka Mah."
"Iya memang perkataan kamu benar,tapi cara bicara kamu juga salah. Kamu bicaranya harusnya jangan pakai nada tinggi.yang pelan aja,biar Tami nya juga ngga sedih."
Dania ngga berani ikut bicara,Dania hanya jadi pendengar.
"Ya suda besok Gilang akan minta maaf sama Tami Mah. Sekarang Gilang sama Dania ke kamar dulu,kita udah capek Mah."
"Iya udah sanah istirahat,"
Gilang dan Dania lalu naik ke atas menuju kamarnya. sesampainya di kamar keduanya langsung bersih bersih.
"Yang,kamu bisa pijit ngga. Badan Saya rasanya pegel pegel nih,"kata Gilang yang sudah tiduran di kasur.
"Bisa. Mas mau di pijit.?"
"Ya kalau kamu mau dan ngga capek."
"Ya sudah sini Saya pijit."
Dania naik ke kasur,Gilang langsung tengkurap. Dania memijit dari punggung lalu ke bawah.
Pijitan Dania membuat Gilang merasa nyaman.dan lama lama Gilang pun tertidur.Dania menghentikan pijitnya setelah dengar dengkuran halus Gilang.
Dania lalu menyelimuti Gilang,dan Dania juga ikut tidur karena sudah malam.
Pagi harinya Mamih kaget melihat pesan yang masuk di hpnya. Ada pesan dari Tami.dan Tami rupanya pamitan mau pulang ke rumah orang tuanya.
"Itu anak pasti marah gara gara semalam,"kata Mamah pelan.
Mamah mencoba menelfon Tami,tapi Tami tidak mengangkatnya.
Mamah lalu menelfon adiknya,yaitu Mamahnya Tami untuk bilang kalau Tami pergi dari rumahnya sambil marah.
"Makanya Kak, Tami tuh jangan terlalu di manja. Kaka selalu manjain sih jadi gini kan.cuman di tegur aja ngambek."
__ADS_1
"Kaka kayanya wajar aja deh ngga terlalu memanjakannya. "
"Itu menurut kaka.ya sudah nanti kalau Tami pulang Aku nasehati."
"Iya. Ya sudah."telfon pun mati.
Setelah itu Mamah keluar dari kamarnya.Gilang dan Dania masih tiduran di kasur. Padahal keduanya sudah bangun tapi mereka malas bangun.
"Mas,mandi yuk. Ini sudah siang loh."
"Tunggu sebentar ,Saya masih ingin seperti ini."
"Baiklah.tapi 5 menit aja ya,"Gilang jawab iya.
"Mas,Tami tadinya di manja yah sama Kamu dan Mamah.?"
"Sebenarnya Saya biasa aja,tapi memang kalau Tami minta apa aja pasti Saya kasih dan berikan apa yang dia minta."
"Oh gitu. Pantes Tami jadi merasa di abaikan.seneng juga yah jadi Tami,ingin apa aja di turuti."
"Ya karena Saya ngga punya adik dan saya melakukanya juga biar Tami betah di sini.soalnya Mamah biar ada teman. Dulu Saya sering pergi keluar negri dan luar kota,jadi Saya suka kasihan sama Mamah selalu sendirian di rumah."
"Iya. Ya udah yuk kita mandi.oh iya Nanti siang Saya ngga bisa makan siang bareng,soalnya Saya mau pergi,ada undangan makan siang sama teman bisnis."
"Iya Mas. Ngga papa."
Keduanya lalu mandi bareng. tapi mereka hanya mandi,karena sudah siang jadi ngga bisa main main dulu.
Selesai mandi keduanya bersiap.Dania membantu memasangkan dasi Gilang.setelah selesai keduanya langsung turun ke bawah.
"Pagi Mah."
"Pagi sayang. Ayo kita sarapan."
"Tami mana Mih.?"
"Tami pulang ke rumah Mamah nya."
"Kapan .?"
__ADS_1
"Tadi pagi. Katanya kesal sama kamu dan lagi ngga mau bertemu kau dulu."
"Ya biarkan saja.nanti juga ngga lama datang lagi."
Ketiganya sarapan bersama."Dania. nanti Mamah boleh datang ke butik ngga.?"
"Boleh dong Mah. datang aja.nanti kita makan siang bareng."
"Mamah mau bawa makanan juga buat temen temen kamu,kita nanti makan bareng."
"Iya Mah."
Selesai sarapan Gilang dan Dania berangkat. Gilang akan mengantar Dania dulu ke tempat kerjanya.
Mobil Gilang sudah sampai di butik. Dania lalu keluar dari mobil Gilang.sebelum turun, Gilang mencium kening Dania dulu.
"Mas hati hati di jalan yah ."
"Iya. Kamu juga kerjanya hati hati dan jangan capek capek,"Dania jawab iya lalu turun dari mobil.
Hari berlalu,sudah satu Minggu Tami tidak datang ke rumah Gilang.Mamah selalu menelfon Tami,tapi Tami ngga mau mengangkatnya juga.
Tami rupanya sedang menyusun rencana untuk mencelakai Dania.Tami tidak sendiri,tapi Tami menyuruh orang. Tami sedang mengintai kapan waktunya Dania sendiri dan tidak di jemput Gilang saat pulang kerja.
Hari ini Dania sedang tidak enak badan.Dania tapi tidak bilang ke Gilang apa ke Mamah. Dania tetap pergi kerja karena besok jadwalnya libur,jadi kalau hari ini libur ngga enak sama bos nya.
"Sayang. Kamu sakit.?"
"Ngga kok Mas."
"Tapi kamu kelihatan pucat."
"Masa sih. Ngga ah Saya biasa aja.ya sudah yuk kita berangkat."
"Tapi nanti kalau kamu merasa pusing izin pulang aja yah."
"Iya Mas."
Mamah sedang tidak ada di rumah hari ini.semalam Mamah pergi ke rumah adek nya dan menginap.jadi pagi ini Gilang dan Dania sarapan berdua saja.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan vote terimakasih...